Showing posts with label SARA. Show all posts
Showing posts with label SARA. Show all posts

Wednesday, August 17, 2011

Soekarno

Sewaktu mencari Quote dari Bung Karno, mendapati betapa semangatnya Beliau, terbayan dari kata-katanya, benar-benar seorang pemimpin yang keras dan luar biasa. Membayangkan kapan Indonesia memiliki lagi sosok pemimpin seperti ini, yang dipilih berdasar mufakat bersama dan justru diminta menjadi Presiden, menunjukkan kesatuan visi bangsa dan tujuannya untuk kebaikan bersama, bukan golongan tertentu.



Ir.Soekarno lahir 6 Juni 1901 wafat 21 Juni 1970 Daftar Presiden Indonesia pertama Indonesia, menjabat periode 1945 - 1966. Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama Mohammad Hatta. Kutipan


§ "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit."


§ "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."


§ Dikutip dari Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


§ "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."


§ Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders.


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956.


§ "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia".


§ Kutipan Pidato Bung Karno di semarang 29 Juli 1956.


§ "Dan agar yang tidak murni terbakar mati!"


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.pengguna: Terbangkelangit 08:12, 16 Februari 2008 (UTC)



SEJARAH


§ "Massa adalah penentu sejarah, "the makers of history!"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956


§ "Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah ."


§ Salah satu judul pidato beliau. Disingkat menjadi JASMERAH.


§ Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer


MARHAENISME


§ "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu?


Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


§ "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:


Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


§ "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan


Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


KEMERDEKAAN


§ Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Dneppr? Apa ia telah mempunyai radio stationyang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untukkemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk merdeka.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




NEGARA


§ Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!


§ Sumber: Soekarno, "Pidato di Surabaya, 24 September 1955''


§ "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956




KEBANGSAAN/NASIONALISME


§ Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai "imagination!"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956


§ "imagination" , " imagination" "imagination "!!! Ciptaan besar!!! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur ; kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara !! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkala kan didalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, sirna hilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang , sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu "rong depa"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956


KESEJAHTERAAN


§ Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkankesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




MONARKI


§ Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




GOTONG-ROYONG


§ Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satukaryo, satu gawe.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


KEMANUSIAAN


§ 'Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, "basically" - pada dasar dan hakekatnya - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan'


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956


Categories: , , , , , ,

Saturday, August 6, 2011

Rasisme di Indonesia


Waktu Bruce Almighty diminta Tuhan berdoa, Lord, feed the hunger and bring peace to the entire world.Kata Tuhan, Thats good, but just pray what you really want.
Awalnya bukan mau menulis tentang tema ini, cuma kepikir nulis laporan perjalanan selama ke bogor kemarin. Saya ke bogor ada beberapa kepentingan, mulai dari main sama kakak, ke gereja bareng Dito atau Kakak, ketemu Mas Galih untuk memperlihatkan desain web dan tentunya juga refresh sejenak dari udara Jakarta.
Seperti biasa rencana saya sangat bagus, berangkat dengan busway dari halte Layur yang bisa dicapai dari kost cukup dengan berjalan kaki sekitar 5 menit saja. Naik busway kea rah Dukuh Atas, sebenarnya saya bisa turun di Manggarai dan naik KRL dari situ, tapi karena malas jalan dan berpikir siapa tahu bisa dapat tempat duduk kalau berangkat dari stasiun Kota, saya akhirnya memilih untuk sambung lagi Busway jurusan Blok M – Kota dan langsung membeli tiket begitu sampai. Sayangnya saya kurang beruntung, jadwal keberangkatan selanjutnya jam 10.35, sementara saya datang pukul 9.30. Masih ada 1 jam lebih, akhirnya saya gunakan untuk makan lagi di pagi itu. Saya memilih Kedai CFC (makanan jaman SMP ^_^), dan membeli Koran Kompas, lumayan sangat mengisi waktu dan berguna, baru keluar sebentar dari CFC, keretanya sudah datang dari Bogor, naiklah saya, dan benar saja, tempat duduknya masih cukup longgar.
Saya duduk di bagian pojok, sebelah saya akhirnya diisi seorang mba2  dan sebelahnya ada bapak2, sebelahnya lagi ada seorang ibu dengan dua anak yang masih kecil. Dan disiniah masalah terjadi, si anak ibu itu memang cukup aktif dan rebut, mungkin Bapak sebelahnya benar-benar terganggu karena itu, saat anak itu mau minum dari botol minumnya, tiba-tiba si Bapak membentak dengan keras, intinya memperingatkan anak itu jangan banyak polah, kalau sampai air minumnya menumpahi dia, dia bakal marah atau giman gtu ke ibu si anak.
Satu bagian gerbong itu tiba-tiba terdiam dan bingung, sampai ada seorang bapak-bapak lagi yang berdiri di dekat situ bilang, Kamu ga punya anak ya Pak? Anak kecil kok dibentak-bentak.  Dengan diawali bapak itu jadi banyak orang yang bereaksi emosi terhadap sikap si Bapak Pembentak, apalagi keadaan saat itu si anak kecil yang rebut sudah ngumpet ketakutan di ketek ibunya, kayaknya sih udah nangis-nangis (ya iyalah, anak kecil dibentak-bentak gtu). Sudah mulai ada yang mengancam jotos-jotosan, dan adalagi satu komentar yang aneh dari seorang bapak disitu, heh, kamu Cina ya?. Saat mendengar itu saya yang sebelumnya kurang suka dengan si Bapak Pembentak jadi netral lagi, pikiran saya sudah berubah, bukan lagi tentang anak kecil yang akan trauma gara-gara dibentak atau seorang bapak yang akan digebuki oleh orang satu gerbong, saya berpikir, betapa rasisnya orang Indonesia (karena akhirnya bukan cuma Bapak itu yang ngomong tentang ke-Cina-an), atau lebih luas lagi betapa SARA-nya orang Indonesia.
Akhirnya si Bapak Pembentak bisa diamankan petugas keamanan KRL dan dipindah ke gerbong lain sebelum benar-benar dipukuli orang-orang. Tapi pikiran saya sudah benar-benar berubah, saya semakin memikirkan, begitu diskriminatifnya kah orang-orang di Indonesia? Ok, tidak usah digeneralisir untuk semua/setiap warga Negara Indonesia, tapi selama 22 tahun saya hidup, saya sudah sangat banyak mengetahui contoh-contohnya, dalam berbagai sisi kehidupan, dalam berbagai bentuk baik mengenakkan bagi saya atau justru sebaliknya.
Masih sebegitu rasisnya kah orang Indonesia (maaf menggeneralisir, tapi kalau sampel komunitas adalah orang di satu gerbong KRL itu, secara statistic akan bisa diambil kesimpulan orang Indonesia itu rasis)? Atau lebih luas lagi sebegitu SARA-nyakah?
Saat saya mencari kerja, diakhir-akhir masa kuliah juga semakin banyak ternyata saya tahu perusahaan-perusahaan yang rasis atau bahkan menggunakan pembedaan berdasar agama, saya dengan yakin menghindari perusahaan-perusahaan itu.
Saat KKN saya pernah sangat sedih, saat mengajar anak-anak SD didesa, saat anak-anak itu tahu saya beragama Kristen, mereka langsung menyebut-nyebut dosa, neraka dan bersikap langsung aneh, hey man itu anak kecil, bagaimana mereka bisa bersikap begitu?
Di kaskus saya juga seringkali mendapati thread yang membahas ke-SARA-an di Indonesia, pengalaman-pengalaman probadi orang-orang. Bagaimana dunia bisa damai dengan sikap yang seperti ini?
Tidak usah jauh-jauh melihat contoh doa Bruce di film Bruce Almighty tadi, salah satu adik KTB saya juga kalau ditanya pokok doanya, mau didoakan apa, dia beberapa kali bilang, Supaya dunia damai saja mas..
Lanjutan di film Bruce Almighty itu,
Bruce berdoa lagi dan sadar, God, please let her Happy, what I really want is her happiness, whatever it takes for me.
Saya setuju sekalim saat kebahagian, happiness orang lain .menjadi sesuatu yang penting bagi kita, kita selangkah maju emndekati dunia yang damai. Tidak mungkin bagi satu orang dapat membahagiakan seluruh dunia, atau bahkan semua orang yang ada disekitarnya, kalau kita sekedar berusaha membahagiakan orang lain, semua orang lain, kita bakal jadi zombie ceria, orang-orang tidak punya sikap yang membuat beberapa orang disekitarnya gembira. Berbeda sama sekali jika kita menganggap kebahagiaan orang lain itu penting, bisakah anda menangkap perbedaannya?
Imagine there's no countriesIt isn't hard to doNothing to kill or die forAnd no religion tooImagine all the peopleLiving life in peace
You may say that I'm a dreamerBut I'm not the only oneI hope someday you'll join usAnd the world will be as one

Categories: , , , , , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑