Showing posts with label reflection. Show all posts
Showing posts with label reflection. Show all posts

Friday, June 8, 2012

Inspirasi Pagi Ini

Pagi ini ceria membaca dua artikel yang menceritakan tentang kehebatan dua adik kelas saya dari kampus FTP UGM. Yang pertama mengenai sekelompok mahasiswa (keliatannya dari TPHP) yang mengembangkan eskrim dari bahan herbal dan diberi merek Herbatic (link kaskus). Prestasi yang hebat (biarpun banyak juga teman-teman saya yang menghasilkan produk bermutu dan juga memenangkan banyak penghargaan dari dulu) karena menurut saya mereka berhasil juga memasarkannya. Produk inovatif yang sangat OK dan dengan kerjasama pemasaran yang baik juga.

Yang kedua adalah tentang Widodo, ini adik kelas saya, satu angkatan di bawah saya, cukup mengenal akrab karena pernah bersama di beberapa proyek selama di kampus dulu. Dari share link Facebook teman saya, jadi tahu kalau teman saya ini masuk koran dengan prestasi yang oke (link artikel). Hebat Mas Wid, kagum banget, sampe terharu saya.
Seorang pemuda, memberdayakan satu desa, membangunkan desa yang terpuruk karena bencana, membangkitkan semangat orang-orang disana.


Dan begitu agak siang ada tambahan berita lagi, kantor saya akan mengadakan semacam seminar internal (nama kegiatannya Light) dengan memanggil narasumber Bung Leonardo Kamilius. Mungkin seperti saya banyak juga yang belum mengenal beliau. Tapi setelah sekilas membaca portofolio-nya, saya langsung jatuh kagum kepada beliau, menurut saya kisah hidup yang luar biasa.

Leornardo Kamilius, salah satu pemilik IPK tertinggi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk angkatan kelulusan 2008 ini, adalah pendiri Koperasi KASIH Indonesia (KKI) yang merupakan sebuah bisnis sosial dengan misi menyediakan bantuan finansial dan inovatif kepada masyarakat tidak mampu untuk membantu mereka keluar dari kemiskinan. Leon, yang juga sempat berpartisipasi membantu korban gempa di Padang pada tahun 2009, sebelumnya bekerja di perusahaan ternama seperti Procter&Gamble dan McKinsey hingga memutuskan untuk mendedikasikan usahanya kepada masyarakat kurang mampu. Kesuksesan pendirian KKI ini sempat menjadi fitur dalam Jakarta Globe, Reader’s Digest, Metro TV, dan SCTV.
Selain berhasil mendirikan KKI, Leon memiliki sejumlah prestasi lain yang termasuk menjadi juara nasional dalam kompetisi bisnis Procter&Gamble’s B-Champion pada tahun 2007 dan Trust by Danone pada tahun 2008 .

Koperasi Kasih Indonesia, merupakan buah dari perjalanan hidupnya. Beliau yang sudah bisa dibilang mapan menjadi eksekutif di perusahan multinasional, dengan prestasi yang gemilang, memilih untuk keluar dan hidup sesuai visi yang dibuahinya. Untuk memutus lingkarang kemiskinan di Indonesia.
Dimulai di daerah Cilincing, Jakarta. Tempat yang juga saya pandang sebagai wilayah Jakarta yang tidak menyenangkan, beliau membangun Koperasi ini untuk memeberikan kredit mikro tehadap penduduk sekitar, dengan nilai yang kecil-kecil, bunga yang minim dan sistem cicilan yang sekalian sebagai pelajaran menabung bagi mereka.

So how does the business work?
I’ll give you an example. People who borrow Rp 1 million pay a weekly installment of Rp 50,000, which they pay 25 times over a six-month period. The extra Rp 10,000 a week is divided into two, with Rp 5,000 considered the interest and put into the cooperative’s account for operational expenses, and the remaining Rp 5,000 put into the borrower’s savings account. 

KKI telah memberikan kredit kepada 275 orang dengan nilai mulai Rp 500.000,00. Orang-orang dengan penghasilan belasan ribu rupiah ini pun berkesempatan untuk mengembangkan usahanya. Pemberian kreditnya juga disertai dengan pendidikan mengenai usaha juga, jadi sekaligus membina masyarakat tersebut.
Semua kisah diatas benar-benar inspiratif, merasa jadi orang yang semakin kecil dan belum berguna apa-apa. Semoga segera bisa bergabung dengan deretan orang-orang tersebut dan membangun Indonesia yang lebih baik. :)


Categories: , ,

Korupsi Rp 3 Juta Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Miliaran Rupiah?

Murni copy paste dari Detik.com. Berita yang sangat menarik. (link asli).

Jakarta Herlina Koibur meradang karena dihukum 4 tahun penjara gara-gara korupsi Rp 3 juta hingga mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menerima jika divonis korupsi tapi menolak dihukum 4 tahun penjara karena terlalu berat.

Herlina beralasan masih banyak terpidana korupsi yang nilainya berlipat-lipat darinya tapi malah dihukum lebih rendah. Benarkah?

Berikut catatan detikcom, Jumat (8/6/2012) atas beberapa vonis korupsi:

1. Mindo Rosalina Manurung

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 2,5 tahun bui. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa penuntut umum yang meminta hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara. Rosa terbukti memberikan cek sebanyak 3 lembar kepada Sesmenpora senilai Rp 3,2 miliar.

2. Hari Sabarno

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis bersalah untuk mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Hari Sabarno, dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) tahun 2003-2004. Sabarno dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2,5 tahun.

Hari dianggap telah menguntungkan diri sendiri dan pihak lain dalam proyek Damkar tersebut sehingga negara dirugikan sebesar Rp 97,026 miliar.

3. Nunun Nurbaeti

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memvonis 2 tahun 6 bulan penjara kepada Nunun Nurbaetie. Ia terbukti bersalah memberikan cek perjalanan kepada anggota DPR periode 1999-2004 untuk pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 yang kemudian dimenangkan Miranda Swaray Goeltom dengan nilai Rp 24 miliar.

4. Korupsi Tanah Kuburan Rp 27 M

Kasus korupsi tanah kuburan ini bermula saat ada pembebasan lahan pada 2006 untuk pertamanan dan pemakaman di Kelurahan Lebak Bulus, Jaksel. Andi Wahab selaku Kasubbag Pembinaan Biro Perlengkapan Pemda DKI lalu menggandeng calo tanah, Teguh Budiono.

Jaksa mengendus adanya aroma korupsi sehingga menyidik dan membawa kasus ini ke persidangan. Jaksa menuntut Andi Wahab hukuman 17 tahun penjara. Tetapi oleh PN Jaksel diputus bebas. Jaksa lalu kasasi, tapi lagi-lagi MA memutus bebas Andi Wahab.

5. Ahmad Sujudi

Pada 23 April 2010, mantan Menteri Kesehatan Ahmad Sujudi divonis 2 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 100 juta. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan tahun 2003 bernilai lebih dari Rp 10 miliar.

6. Bachtiar Chamsyah

Mantan Menteri Sosial periode 2001-20 Oktober 2009, Bachtiar Chamsyah diganjar hukuman selama 20 bulan penjara dalam kasus korupsi pengadaan sarung, mesin jahit dan sapi di Departemen Sosial pada 2004-2008. Proyek tersebut bernilai Rp 33,7 miliar. Politisi PPP ini sudah bebas.

7. Korupsi Traktor

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) Hendra Amara dan tetap menghukum 1 tahun 3 bulan penjara karena terbukti melakukan korupsi dalam pengadaan alat berat senilai Rp 12,1 miliar.


Tanya kenapa? ;)

Categories: , , , ,

Wednesday, May 30, 2012

Kalau Yesus Bertemu Lady Gaga


Pergilah Yesus ke Jakarta. Ia duduk dan mengajar orang-orang di sana . Maka 150 orang ahli-ahli Kitab dan ormas-ormas Farisi membawa kepada-Nya seorang penyanyi yang kedapatan konser. Adapun wanita asing yang bernama Lady Gaga itu terkenal nyleneh dan dianggap memuja setan.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah nekat konser di Indonesia. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.
Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya:
“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Jawabnya:
“Tidak ada, Tuhan.”
Lalu kata Yesus:
“Akupun tidak menghukum engkau, Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Pulanglah Lady Gaga ke negara asalnya, lalu bertobat.
Kekerasan dan intimidasi bukanlah sifat khas kristiani. Dengan dikasihi, orang seberdosa apapun akan merasa dihargai dan dihormati. Rasa dihargai dan dihormati itulah yang akan membuat seseorang kembali ke jalan cinta-Nya.
Diinspirasi dari Yohanes 8:1-11.


sekedar copy paste dari sini :
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=14661774
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/05/27/kalau-yesus-bertemu-lady-gaga/

Categories: , , , ,

Friday, March 30, 2012

BBM Naik ?

Dari kemarin mengawasi perkembangan situasi mengenai rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM Premium menjadi Rp 6.000,00. Saya dilema sebenarnya, mau berada di pihak yang mana, toh saya merasa tidak ada masalah untuk membeli bensin premium seharga itu, bahkan mungkin pindah ke Pertamax di harga Rp 9.650,00 juga tidak masalah, saya bukan orang kaya, tetapi masih merasa mampu mengalokasikan dana untuk hal tersebut dan lagi saya menggunakan kendaraan sehari-hari motor bebek 110cc yang secara konsumsi BBM pastinya tidak terlalu boros. Tapi di sisi lain saya melihat akan banyak sekali orang di Indonesia yang kesulitan dengan kenaikkan harga itu, orang-orang dengan budget ketat dan penghasilan di bawah saya, dan lagi efek Domino dari kenaikkan harga BBM tentunya akan membawa kenaikan harga kebutuhan pokok juga (semuanya butuh transportasi/distribusi, kalau anda mau mempelajari salah satu komponen biaya terbesar terkadang adalah distribusi barang).
Mau melihat beberapa isu yang mencuat akhir-akhir ini dengan adanya wacana kenaikkan harga BBM :

  1. Membandingkan dengan jaman Pak Harto, banyak orang dari generasi lama dan golongan menengah ke bawah (ekonomi dan intelektualitas) yang masih mempertanyakan sampai sekarang, apa perbaikan dari Reformasi? Mereka merasa tidak melihat efek baiknya, harga bertambah mahal, kriminalitas meningkat, apalagi saat BBM mau naik seperti sekarang, omongan-omongan seperti ini makin sering terdengar (lihat saja di Kaskus seminggu ini, saya menemukan beberapa posting bernada seperti ini, berkali-kali). Mereka merasa di jaman Pak Harto harga barang murah, pembangunan baik, korupsi toh terbatas di orang-orang itu saja, ada penembak misterius (Petrus) yang membuat premanisme tidak berkembang, Presiden mereka peduli petani, mengalami swasembada beras, dan lain-lain. Pandangan yang bisa diterima, karena mereka benar-benar mengalaminya, buat mereka di level terbawah itu tidak ada bedanya birokrasi seperti apa, mereka cuma mau hidup tentrem dan ayem, dan memang itu dipenuhi pada jaman Pak Harto.
  2. Subsidi BBM, Subsidi BBM dipertanyakan kebenarannya, benarkah negara rugi dan semakin rugi bila harga BBM di pasar dunia naik gila-gilaan? Coba baca link ini http://agusnizami.wordpress.com/2012/03/21/kwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong/. Pendapat dari Bung Kwik Kian Gie, layak untuk dibaca sebagai bahan perenungan sudut pandang yang berbeda, terutama bagi orang seperti saya yang percaya penuh bahwa subsidi BBM itu nyata. Dan saya langsung tergoyahkan dengan membaca artikel tersebut. Logikanya tidak ada yang salah, sama sekali, dengan hitung-hitungan tersebut, dinyatakan kalau sebenarnya negara tidak rugi, justru mengalami surplus. Yang dipertanyakan justru kenapa kita sebagai negara penghasil minyak harus menderita dengan kenaikan harga minyak? 
  3. Kekhawatiran kerusuhan Mei 1998 terulang, demo di beberapa tempat sudah termasuk anarkis (Jakarta dan Makasar), ini membuat memori kelam mengenai kejadian tahun 1998 muncul kembali dan membayang, untung sampai saat ini isu rasisme belum masuk di demo, tetapi sudah menjadi pengetahuan umum kalau masyarakat Indonesia kebanyakan masih rasis, dan sekali ini tersentuh lalu tersulut, akan menjadi sangat berbahaya. Trauma dari pihak korban jelas masih jelas diingat dan para pelaku juga jelas masih berkeliaran bebas. Ini yang membuat Indonesia yang secara makro terlihat aman dengan keragamannya tapi dalam banyak lingkup mikro (saya sudah seringkali mengalaminya) sangat-sangat masih rasis dan terjadi saling kecemburuan dan ketidaksukaan (judgement dan sentimen negatif masing-masing).
Solusi yang saya tawarkan? Saya juga bingung, dengan pengetahuan muda saya yang sederhana, idealisme pribadi dan pengalaman di usia 23 tahun seperti ini, saya hampir tidak memiliki ide untuk pemecahan masalah sekompleks ini. Saya berpikir tentang harga selektif untuk pembelian BBM, misalnya masyarakat dengan penghasilan seberapa wajib membeli BBM di harga berapa, tetapi itu saya rasa akan menimbulkan sistem kasta baru di bangsa ini dan pada akhirnya akan rawan konflik juga. Mungkin dengan menyetujui kenaikan harga BBM tetapi dengan penjelasan terperinci, bagaimana uang subsidi digunakan, saya sangat setuju bila kemudian dari subsidi ini dilakukan program sekolah gratis sampai SMP, tetapi kemudian saya agak apatis, secara program seperti ini katanya sudah dijalankan tapi pada prakteknya tidak berjalan sebagaimana mestinya karena ulah berbagai oknum dengan kepentingan masing-masing. Saya juga berpikir kenapa Indonesia tidak sekalian saja benar-benar menentukan harga minyak sendiri?menasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak asing yang katanya memperoleh 90% minyak kita? Tetapi kemudian terpikir juga, bila itu dilakukan dan harga BBM benar-benar murah, seberapa banyak penyelewengan yang akan terjadi, dengan harga seperti sekarang saja sudah banyak kasus penyelewengan BBM.
Semuanya masih dalam bayangan, belum ada yang praktis dan aplikatif.
Apa yang bisa saya lakukan? Semalam saat akan mengisi bensin saya berpikir, apa saya sudah harus berpindah ke Pertamax ya?mungkin ini langkah paling sederhana saya yang bisa berarti, tapi akhirnya saya urungkan dahulu, tulisan Bung Kwik benar-benar menggoyahkan keyakinan saya mengenai subsidi BBM. Saya mau menunggu kelanjutan saja dari prosesi ini, cuma bisa berdua semoga berlangsung aman, tidak perlu ada kekerasan, kerusuhan dan tindakan anarki lain, dan bila konflik ini selesai, Indonesia bisa semakin belajar untuk move on, belajar dari masa lalu itu baik, tapi mari melihat ke depan dan berjuang di saat ini, belajar memandang masalah dari berbagai sisi, sudut pandang, membangkitkan pakar ekonomi kerakyatan (semi komunis juga ga papa) dibanding dengan neo liberal seperti jaman sekarang dan belajar untuk menerima perbedaan terutama dalam hal ras dan bisa menyelaraskannya dalam berbagai aspek kehidupan.

Categories: , ,

Friday, January 27, 2012

Merasa Kurang Cerdas


Sebut saja saya ke-pede-an atau sombong, tapi saya selalu merasa bahwa dari kecil saya termasuk orang yang cerdas, dan pengakuan/anggapan saya tentang hal ini dalam cara pandang saya termasuk bersyukur, salah satu cara bersyukur menurut saya adalah mengakui/mengamini apa yang sudah Tuhan anugerahkan untuk kita. 
Dan akhir-akhir ini, atau sebenarnya tidak terlalu akhir sih, sudah dari masa-masa akhir kuliah, masa-masa penelitian, saya merasa kurang cerdas lagi. Mohon bedakan antara cerdas dan pintar ya, saya rasa semua juga sudah tau bedanya. 
Sedari kecil saya ada dalam keluaga yang memiliki kebiasaan membaca yang kuat, kami hampir tidak pernah makan berkumpul di meja makan, makan lebih sering masing-masing, di tempat favorit masing-masing dan sembari melakukan hobi masing-masing, dan hobi kami adalah membaca. Saya masih sangat ingat waktu kecil mungkin sudah hampir semua buku di perpustakaan sekolah ibu saya sudah selesai saya baca, mulai dari buku komik Doraemon sampai novel Marga T. Semua saya baca, saya sangat suka membaca waktu itu. 
Masih jelas di ingatan saya kalau ada hari libur, saya ikut masuk ke SMA ibu saya, saya yang masih SD, dengan badan yang kecil masuk ke SMA dan dengan setia seharian duduk di perpustakaan dengan persediaan bertumpuk-tumpuk buku di samping saya, dan tidak lupa juga saat pulang pasti membawa tumpukan buku lagi untuk dibaca di rumah. Apakah buku yang saya baca dari kecil adalah buku-buku berat tentang fisika kuantum atau kimia molekuler? Tidak, saya membaca banyak sekali buku komik, Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy, Gober Bebek, Mickey Mouse, Dr Slump, Kobo Chan dan banyak lagi, selain itu juga novel-novel Enyd Blyton, seri Lima Sekawan juga novel Detektif Cilik, Kemudian juga novel-novel dewasa dari Marga T dan sejenisnya. Saya juga masih ingat saya sudah membaca Harry Potter pertama saat di Indonesia belum begitu booming. Juga di rumah saya langganan majalah Bobo. Memang selain itu juga saya sangat suka membaca segala buku pengetahuan umum, seperti ensiklopedia bergambar dan sejenisnya. 
Saat semakin dewasa saya merasa cara didik orang tua saya dengan membina kebiasaan membaca ini sangat baik, percayalah saya tidak pernah disuruh belajar, saya dan kakak saya, orang tua saya sudah cukup tahu dan membebankan itu menjadi tanggungjawab pribadi kami, bukan berarti kami juga selalu bertanggung jawab (saya sih tepatnya, kakak saya jauh lebih mendingan), ada masa-masa dimana saya malas belajar, mengandalkan nyontek setiap ulangan dan tentu saja nilai saya jelek-jelek, itu terjadi pada masa SMP dan saya sadar agak terlambat, nilai saya hampir tidak masuk di seleksi SMA favorit di kota saya, sangat dekat dengan batas bawah tapi akhirnya masuk juga. Di SMA ini juga saya kembali banyak sadar, dan benar-benar belajar untuk pengetahuan. Secara umum saya selalu diakui sebagai orang cerdas, di SD sudah pasti, hampir selalu ranking 1, SMP di masa nilai-nilai saya jelek pun saya tetap diakui sebagai orang cerdas, bahkan dari dulu saya selalu dibilang lebih cerdas dari kakak saya (padahal nilai-nilai nya lebih bagus waktu itu), di SMA tentu saja saya tetap dianggap cerdas, saya tidak pernah ranking 1, tapi selalu dengan pengetahuan umum dan daya tangkap saya selalu masuk kategori cerdas. Di kuliah juga tidak berbeda, saya suka matematika dari kecil, dan tidak pernah merasa keberatan berkutat dengan algoritma dan hitung-hitungan yang cukup panjang, dan di kuliah kelebihan saya di bidang ini juga semakin dominan diantara teman-teman yang kebanyakan sudah malas berpikir matematika/aljabar.
Kenapa kemudian saya merasa kurang cerdas? Di akhir kuliah, di penelitian saya, meskipun orang-orang bingung dan tidak mengerti mengenai penelitian saya, dan menganggap itu sebagai penelitian yang sulit, saya bilang kalau di standarkan, penelitian saya sangat minimalis, bahkan sederhana, dan saya membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk menyelesaikannya. Pada matakuliah non hitungan saya juga lemah, nilai B menjadi biasa, bahkan ada yang C. Di pelajaran hitungan yang akhir-akhir pun saya merasa kurang, sehingga nilai dan pengetahuan saya kurang maksimal. Di saat masuk kerja, saya juga semakin merasa ada permasalahan di sistem pengolahan pengetahuan baru saya, saya jadi orang yang lambat menerima. Saat pindah ke IT pun sama, saya dengan semangat belajar JAVA, kemudian Android, kemudian juga sembari membantu di bagian CSS, dan sekarang belajar Ruby on Rails. Dari semua yang saya pelajari itu bahkan saya rasa pengetahuan saya sangat minimal untuk waktu belajar lebih dari 6 bulan untuk Java dan Android, kemudian belajar Rails selama 3 minggu juga terasa kurang maksimal saya tangkap, selalu merasa di bagian-bagian kehidupan saya itu, seharusnya saya bisa melakukan lebih waktu itu, kok bisa sih saya cuma mencapai segitu saat itu, apa benar cuma ini yang sudah saya pelajari selama ini, dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang terus menghantui (*lebay).
Apa saya kurang membaca? mungkin, saya lebih sering ke Kaskus dan menonton Film saat ini, tapi saya tetap betah membaca buku komputer tebal berbahasa inggris, terkadang juga membaca komik di ZTE Light Tab milik kantor. Yang kurang memang buku imajinasi, buku bebas, novel panjang. Dari kecil saya sudah membaca trilogi Ronggeng Dukuh Paruk nya Ahmad Tohari, saya ingat juga saya selesai membaca Forest Gump dan banyak buku-buku lain, mengenai imajinasi, sejarah, budaya dan perjalanan baik yang santai ataupun yang cukup berat temanya.
Apakah saya merasa kurang cerdas karena saya kurang imajinasi? kurang memiliki mimpi? banyak melihat masa lalu dan menyesal? belajar lebih sedikit, membaca lebih sedikit, bermimpi lebih sedikit?

Categories: , , ,

Friday, November 11, 2011

Segala Sesuatu Indah Pada Waktu-Nya

Mau refleksi pribadi dulu, sebelum besok berangkat retreat, mau disegarkan lebih lagi.
Sama sekali ga kerasa, sudah  sekitar 9 bulan saya bekerja, 4 bulan di Logistik dan 5 bulan di IT. Perubahan pasti ada, banyak perubahan saya yakin. Cara pandang, cara bersikap, cara berpikir, pertimbangan-pertimbangan, cara berkata-kata. Saya memilih untuk menjadi lebih banyak diam, membuang banyak sisi provokatif, mencoba banyak mendengar, lebih sedikit bicara, lebih sedikit mengarahkan, lebih sedikit memimpin, lebih menyingkirkan sikap konfrontatif dan bersikap jauh lebih tertutup.
Malam ini menyenangkan, ada acara lagi di Departemen saya, IT, yang memang sering memiliki berbagai acara aneh bin ajaib. Kali ini acaranya bertajuk "MaMaLia", merupakan akronim dari Malam-malam Liar. Ini merupakan acara kumpul-kumpul dimana bukan cuma anggota departemen IT sekarang yang ikut, melainkan juga semua mantan anggota tim IT diundang untuk hadir, dan begitu berkumpul, sangat terasa suasana keakraban-nya, beberapa teman baru saya kenal disitu, sekedar bersalaman dan mengucapkan nama memang. Dari pandangan sekilas jelas sekali terlihat betapa akrab, kekeluargaanya sistem di Departemen kami ini. Sore harinya sebelum acara Mamalia ini ada perpisahan dengan salah seorang teman yang resign, menyenangkan, menyadari ada teman lagi yang berkata mendapat "amanah" yang lain, yang lebih besar, dan selayaknya keluarga, kami juga menyambutnya dengan gembira, memberikan hadiah sekedarnya dan acara kumpul-kumpul sederhana sekedar berbagi cerita.
Menyenangkan, ini keluarga baru di pekerjaan saya. Ok, saya memang sangat pendiam disini, sangat jarang ngobrol dengan orang-orang, tapi saya sudah suka dengan keadaan itu. Formasi keluarga yang aneh, tidak terbayangkan kalau tim IT sebuah perusahaan swasta ternama di Indonesia terdiri dari orang-orang unik luar biasa seperti ini, benar-benar perpaduan yang unik tapi luar biasa, seperti tag line di grup BB "iGeeks Tribe Geeks& Fun...The Best Team Ever...". 
Itu bagian menyenangkannya, bagian menyedihkannya adalah ketika saya sadar, ini kan pekerjaan dan lagi saat ini bahkan saya masih pegawai kontrak, untuk 6 bulan, artinya 1 bulan lagi, dan setelah itu masih perlu diputuskan, apakah akan lanjut kontrak, langsung ditetapkan atau selesai kontrak. Saya belum tahu bagaimana keadaan saya sebulan lagi.
Cuma sesaat kok sedihnya, sesaat kemudian saya sudah diajak Tuhan bertualang ke alam pikiran masa lalu saya. Saya diajak melihat keadaan-keadaan saya sebelumnya. Sebelum di IT saya ada di bagian Logistik, posisi saya di Ciawi, disana juga memiliki teman-teman yang menyenangkan, bahkan bisa bersama salah seorang teman dekat saya, tapi akhirnya saya pindah juga, apakah saya terpuruk dalam kesedihan setelah itu?Tidak, ditempat baru saya saya menemukan keluarga iGeeks Tribe ini dan masih memiliki hubungan baik dengan teman-teman di Ciawi. Kemudian sebelumnya, masa-masa pencarian kerja dan akhir kuliah, saya bersama teman-teman akrab penelitian, sangat dekat, sangat banyak waktu yang kami habiskan bersama, sangat menyenangkan, tapi toh akhirnya kami berpisah juga, karena berbeda kota tempat bekerja, apakah saya terpuruk dalam kesedihan? Tidak, dengan segera saya mendapat keluarga di Ciawi dan masih bisa main bersama, bahkan saat Lebaran kemarin mereka berkunjung ke Jakarta juga. Sebelumnya lagi, saya banyak menghabiskan waktu di lingkungan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) saat kuliah, mereka keluarga besar yang menyenangkan, selalu mengisi hidup saya, pada akhirnya juga saya harus berpisah dengan mereka, mulai di akhir kuliah yang kurang bisa menyesuaikan waktu dengan kegiatan mereka dan akhirnya saat wisuda. Apakah saya sedih dan terpuruk? Tidak, saya tetap menjadi bagian dari mereka, meskipun dengan intensitas pertemuan & persekutuan yang minimalis, tapi saya masih jadi keluarga, bahkan besok akan hadir di Retreat di Tawangmangu. Kemudian mundur lagi saat SMA, punya teman-teman akrab juga, waktu itu banyak aktif di kegiatan PMR, saat akhirnya terpisah karena tempat kuliah yang berbeda, apakah saya terpuruk? Tidak, ada teman-teman baru dan saya tetap akrab dengan teman-teman lama, intensitas ketemu sangat minimal, ngobrol hampir tidak pernah, tapi kami tetap akrab, terkadang cuma bertemu di FB, sms, BBM dan lain-lain, tapi kami tetap akrab dan saya diberi kesempatan untuk bertemu teman baru lagi di kuliah.
Apa yang bisa saya pelajari dari ini? Manusia memang cerdas, jadi dia sering khawatir saat memperhitungkan masa depannya, takut dengan berbagai macam hal yang bahkan belum terjadi. Kalau diliat dari flashback singkat saya itu, selalu ada perpisahan dan hal baru, dan yang dapat dipastikan adalah adanya keluarga baru dari setiap perpisahan itu. Tuhan bekerja dengan cara-Nya, pada waktu-Nya. Pada tiap keadaan yang kalau dilihat saat itu sebagai kesusahan, sesuatu yang ga enak, berat, tidak menyenangkan merupakan tanda dari Tuhan bahwa saya perlu level baru lagi dalam hidup saya, saya sudah siap untuk maju ke level selanjutnya, saya sudah siap untuk maju setapak lagi dalam lintasan lari saya. Saya makin yakin kalau saya tidak pernah lepas dari perlindungan, penyertaan Allah setiap waktunya, setiap saat, setiap detik kehidupan saya ada di dalam koridor rancangan-Nya yang merupakan rancangan damai sejahtera. Mau menikmati waktu saya yang berharga bersama keluarga-keluarga saya, saya tidak tahu sampai kapan bisa bersama, tapi sewaktu sudah waktunya berpisah, saya yakin itu memang saat yang terbaik, tidak mau menggunakan waktu untuk khawatir, kekhawatiran saya bahkan tidak merubah apapun, hanya menghabiskan waktu saja. Kalau Tuhan sudah melakukanNya seumur hidup saya, adakah lagi alasan bagi saya untuk tidak percaya bahwa segala sesuatu indah pada waktu-Nya?

Categories: , , , , ,

Tuesday, November 8, 2011

Nulis Blog Buat Apa?

Jadi ingin me-recall, sebenarnya apa yang saya mau dari nulis Blog?
Saya memulai kesenangan blogging dari sekitar tahun 2006 akhir kalau tidak salah, langsugn memilih platform Blogspot dan setia sampai sekarang, meskipun dalam perjalanan sempat kecewa karena blog pertama saya yang hilang tak berbekas dan sempat pindah sesaat ke platform Wordpress serta mencoba-coba beberapa platform lainnya.
Coba saya ingat-ingat, dulu saya sangat semangat nge-blog karena ingin mendapatkan pasif income dari iklan Adsense, jadi bahkan saya memiliki beberapa blog (sempat) dan mengkhususkan satu sebagai Blog utama dan lainnya jadi Blog yang isinya benar-benar copy paste semua artikel, berharap dapat traffic dari situ. Saya ingat, adanya capek kalau nurutin cara itu dan FYI, sampai sekarang saya belum pernah payout dari Google Adsense :).
Kemudian suatu waktu saya gabungkan semua blog saya jadi satu, saya menulis tentang banyak hal yang saya sukai, sudah lumayan tidak berorientasi pada iklan Adsense, sering juga mengoprek dengan menambahkan berbagai fasilitas, modif theme dan lain-lain. Di masa ini saya menarik minat banyak teman saya buat nge-blog, tapi sepertinya dari generasi itu tidak ada yang masih aktif blognya sampai sekarang.
Dan malapetaka pun terjadi di suatu waktu, blog saya, yang waktu itu sudah cukup terkenal, backlink lumayan, SEO lumayan, PageRank 3, hits sudah sangat-sangat banyak, tiba-tiba dihapus Google, sedih + stress waktu itu, secara artikel saya yang sudah hampir 200 buah hilang sekitar setengah (setengahnya terbackup di email). Saya berusaha menghubungi tim Google, tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan, bahkan akun Google saya setelah itu diblokir dari situs Blogspot. Saya rasa mungkin waktu itu memang menyalah TOS dari Google dan Blogspot, saya memasang beberapa iklan (Adsense, TextLink, AdCamp, dll) dan beberapa isi mengandung unsur hacking yang bisa merugikan.
Saya pasrah setelah itu, sempet vakum dari ngeblog dan akhirnya bangkit lagi. Belajar lagi menulis dari awal, coba-coba pindah platform, bahkan hosting sendiri (gratisan :p). Tapi tidak pernah puas dan akhirnya kembali lagi ke Blogspot. Dan saya langsung memisahkan blog saya pertema, waktu itu seingat saya membuat blog utama ( blog ini ), blog khusus untuk kegiatan jalan-jalan dan kuliner saya, blog khusus belajar pemrograman sewaktu itu CodeIgniter dan C++, dan juga untuk mencatat Saat Teduh saya.
Sekarang saya kembali ke blog tunggal, repot ngurusnya, satu blog saja belum pasti seminggu sekali ada posting baru. Saya gabungkan lagi blog-blog itu ke dalam blog utama ini, sampai sekarang.
Masih berharap dapat penghasilan tambahan dari Blogging, tapi saya sudah malas untuk melakukan berbagai cara SEO, tukar link dan lain-lain. Sekarang berasa jauh lebih susah dan lebih mengutamakan untuk mengisi konten (padahal juga update konten 1 minggu 1 kali :p). Dan hasilnya nyata, saya tidak bergerak dari PageRank 0 selama bertahun-tahun, backlink hampir tidak ada.
Susah sekali untuk membuat blog ini jadi terkenal, paling tidak seperti yang dulu saya pikir, saya lalu berusaha menggiatkan konten, terutama yang berbahasa Inggris, dan kebetulan karena saya sedangconcern di dunia pemrograman Android kemudian saya membuat banyak tutorial Android dan tentunya berbahasa Inggris, tujuan saya agar dapat menjangkau lebih banyak user. Dan memang akhirnya merangkak cukup lumayan, sekarang masih dengan PageRank 0, tetapi komen sudah bertambah, page view lumayan meningkat dan cukup baik dalam berbagai keyword.
Yang mengagetkan biarpun sebenarnya bisa diduga, bukan konten Android yang mendiring pertumbuhan blog saya, ini statistiknya:


Untuk bulanan memang ternyata kata-kata free, ebook, sangat menarik minat banyak orang, dan juga karena saya sempat men-share link ini di Forum Diskusi Kaskus. Untuk All-time tetap paling banyak dikunjungi adalah Cerita Baru Kancil dan Kura-kura. Bersyukur karena artikel sederhana hasil copy-paste ini bisa menjangkau banyak orang.
Jadi, sekarang apa tujuan anda menuis blog?
Saya mau sharing tentang apa saja, saya mau berbagi pengalaman saya, saya mau berbagi visi saya, saya mau berbagi pemikiran saya. Dengan melihat statistik itu juga jelas, mau bagaimanapun audience saya dari Indonesia, jadi akan semakin memperbanyak konten berbahasa Indonesia, untuk memudahkan para audience saya dan blog saya semakin berguna.

Happy blogging :)

Categories: , , , ,

Thursday, October 20, 2011

Firman itu Tidak Efektif

Bacaan : Markus 4:1-20.

Maaf kalau agak konfrontatif judulnya. Tapi ini yang terlintas di pikiran saya, saat saya merenungkan satu perikop dari Markus ini. Perumpamaan yang sangat terkenal pastinya, anak sekolah minggu juga pasti tau (saya ga pernah ikut sekolah minggu lho ..).
Perumpamaan tentang seorang penabur judul perikop ini. Mengenai seseorang yang menaburkan benih dan jatuh di 4 jenis tempat. Pinggir jalan, tanah yg berbatu, diantara semak duri dan tanah yang subur. Artinya juga sudah sangat kita kenal bersama. Benih itu adalah Firman dan untuk lebih OKnya, mari kita gunakan penjelasan asli dari Tuhan Yesus :

Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Disinilah saya berpikir bahwa Firman itu tidak efektif. Untuk apa benih itu ditaburkan di lahan yang dilihat sekilas saja sudah pasti kecil kemungkinan tumbuhnya? (saya memakai sudut pandang perbandingan langsung dan menyeluruh). Si Penabur itu jelas-jelas menyia-nyiakan benihnya dengan menabur "sembarangan", disebar saja tanpa melihat "tujuan"-nya. Kalau dilihat dari sisi efektifitas dan efisiensi tentu laporannya akan gagal total, bahkan di tanah yang subur pun, benih itu tidak memiliki hasil/buah yang "seragam", hasilnya berbeda-beda, benih yang sama di tanah yang sama suburnya, tapi hasilnya berbeda. Coba dihitung rasio input outputnya, pasti parah, kalau sebarannya merata berarti "yield"-nya hanya 25% dari input, atau dengan kata lain 75% input terbuang sia-sia. 
Apakah anda mencapai kesimpulan yang sama dengan saya?
Mari kita uji lagi kebenaran dari kesimpulan saya itu. Kita lihat dari beberapa kata yang saya cetak tebal.
  1. Sembarangan : apakah benar penabur itu sembarangan menaburkan benih? Bila diartikan sebagai Firman Tuhan tentu saja jawabannya tidak, Firman Tuhan tidak pernah sembarangan, sia-sia, apalagi gagal. Lihat Yesaya 55:10-11.
  2. Tujuan : agak dekat dengan sembarangan dan sebagian tentunya sudah terjawab di ayat Yesaya itu. Tujuan disini mungkin membuat kita berpikir, harusnya selektif, membedakan jenis benihnya kah, atau beda cara penanganannya kah atau bahkan memodifikasi benih itu, mungkin itu baik, tapi harus hati-hati, yang jelas cuma ada satu benih, satu jenis benih yang ditabur oleh si Penabur, dan kalau ada yang berbeda, apakah itu masih Firman Tuhan? lihat Matius 5:17-20.
  3. Seragam : apakah buah yang dihasilkan dari tiap Firman Tuhan selalu seragam? Kalau dilihat dari perumpamaan - perumpamaan lain tentu saja jawabannya tidak. Lihat Perumpamaan tentang Talenta Matius 25:14-30.
  4. Panen : juga tentang buah yang dihasilkan, apakah selalu berpatokan pada Yield, banyak tidaknya?Apakah tidak melihat kualitasnya? Dari beberapa Firman, tidak disebut kualitas riil, hanya disebut jenis panen, kalau buahnya sesuai, ya akan dipanen. Lihat perumpamaan Lalang diantara Gandum, Kebun Anggur.
Kesimpulan tadi rasanya jadi kacau dan rancu ya? Memang. Dan kalau sampai anda berpikir tentang keefektifan juga terlalu jauh dan menyalahkan si Penabur, bahkan menyalahkan perumpamaan ini, anda sudah melangkah terlalu jauh dari konteks. Ingat, perumpamaan selalu kontekstual, perumpamaan selalu memiliki batasan, dan itu jadi mempersempit area interpretasi yang sesuai dengan si Penyampai perumpamaan tersebut. Konteks disini jelas membandingkan perbedaan sikap hati tentang penerimaan Firman Tuhan, tidak ada presentase sebaran, jumlah yield, kesembronoan dalam penaburan, tidak, semua itu tidak ada.
Tuhan ingin bilang bahwa sekali lagi Ia tidak pernah memaksa, semua buah kita, tergantung dari respon hati kita terhadap Firman-Nya. Apakah kita mau menerimanya, merenungkan dan kemudian melakukannya sehingga akhirnya berbuah berkali-kali lipat seperti tanah yang subur? Atau pilihan yang lain yang membiarkan Iblis merebutnya, penindasan mengalahkannya atau kecemasan dan kekhawatiran dunia menutupinya?

Categories: , , , ,

Wednesday, September 21, 2011

Marah-marah di Social Media

Berawal dari obrolan tengah malam bersama seorang teman, dia bercerita mengenai dua orang yang berseteru di status BBM, yang jelas bisa dilihat oleh orang lain. Teman saya bilang kalau menurutnya hal seperti itu tidak sepantasnya dilakukan, dirasa tidak pantas dan sebaiknya kalau ada masalah ya langsung dibicarakan saja secara personal tidak perlu menggunakan media umum dan sosial seperti itu sehingga dibaca dan diketahui banyak orang.
Harus diakui saat ini kita adalah generasi sosial media. Setiap saat kita terhubung dengan social media baik Facebook, Twitter, Google + atau bahkan yang lain seperti Tumblr, Blog, BBM, dan lain-lain. Aksesnya sangat mudah, hampir semua sosial media memiliki aplikasi mobile yang ringan dan mudah digunakan dari handphone, itu juga yang mendukung kita menjadi generasi "Beranda", segala sesuatu yang kita lakukan ditulis di Fb sehingga tampil di Beranda/Home Fb, atau generasi "Timeline" dan lain-lain.
Secara intensif memang kita gunakan dan bukan hanya hal positif seperti berbagi semangat, memberi ucapan selamat ulang tahun, tetapi banyak dari kita menggunakannya untuk hal-hal yang terpaksa saya sebut sebagai hal negatif.
Kasus paling baru yang sedang hot adalah mengenai kicauan Gilang anak SMA 6 Jakarta yang memukuli wartawan, dan dia berkicau dengan bangganya di Twitter, lebih unik lagi beberapa temannya menunjukkan reply atau retweet yang mendukung tindakannya itu.
Sangat negatif bukan, selain itu banyak juga status-status yang berisi umpatan, makian, hinaan. Kasus yang pernah terkenal adalah saat seorang murid mengumpat dan menghina-hina gurunya di Facebook, dia lupa kalau gurunya juga ber-Fb dan bahkan ada dalam friendlistnya, tentu saja si Guru tahu mengenai hal itu dan segera menjadi masalah.
Ya memang selalu ada yang seperti itu tampaknya, dua sisi, positif dan negatif. Saya dulu tidak membuat friendster saat teman-teman saya ramai menggunakannya, saya tidak melihat fungsinya dan melihat banyak negatifnya (saat itupun Friendster sudah dipenuhi orang-orang tidak jelas). Kemudian saat masa Facebook saya ikut membuat, waktu belum semua teman ber-FB, dan cukup menyenangkan, sangat mudah untuk menemukan teman lama dan fitur chattingnya juga sangat Ok. Akun Twitter juga saya buat, karena memiliki sisi berbeda dari Facebook dan menarik. Lama kelamaan Facebook juga dipenuhi orang-orang tidak jelas, alay, ababil, dengan status-status galau dan negatif. Saya banyak beralih ke Twitter, tapi juga akhirnya sama saja, Twitter tidak berbeda jauh keadaannya dengan FB. Saya masih menggunakan keduanya, karena bagaimanapun dalam beberapa hal memudahkan komunikasi dan hubungan dengan orang lain, tapi mari kita menguatkan filter pribadi agar bisa menjaga diri tetap positif dan tidak terpengaruh hal-hal negatif dari situ.
Kembali ke obrolan dengan teman saya tadi, akhirnya saya sarankan kepada teman saya untuk secara personal memberitahukan kepada dua temannya yang ribut di status BBM itu, dan ternyata teman saya memang sudah berinisiatif untuk melakukannya sebelum saya sarankan. Dia merasa peduli kepada temannya itu, karena mereka dekat dan tidak ingin ada hubungan yang rusak.
Saya sendiri tidak mau menjudge langsung orang yang bersikap negatif di dunia maya, saya tidak tahu alasan kenapa mereka berbuat seperti itu. Social Media sudah seperti perwujudan virtual kita di dunia maya, dan kita yang menentukan mau terlihat seperti apakah kita, pemarah, penyayang, penggoda, alay, ababil, pembagi Firman, pengumpat dan lain-lain. Itu profile kita.

Categories: , , , , ,

Layakkah Engkau Marah ?

Dari khotbah hari minggu kemarin. Temanya menarik, mengenai Yunus dan Perumpaamaan penggarap kebun anggur. Yunus yang dikirim ke Niniwe untuk memperingatkan kota itu tapi kemudian mangkir karena tidak mau Niniwe diselamatkan atau diampuni, dan perumpamaan penggarap kebun anggur yang iri dan tidak terima karena orang yang bekerja dengan jam lebih sedikit darinya mendapat bagian upah yang sama, padahal upahnya sesuai perjanjian awal.
Dimulai dari Yunus, Yunus disebut sebagai orang Israel teladan, patriot, Nabi Allah, orang yang luar biasa pada masa itu. Dan seharusnya ia juga orang yang sangat dekat dan mengenal Allah. Yunus membawa kabar ke Niniwe kalau kota.negeri itu akan segera dihancurkan Tuhan karena kejahatannya. Mungkin yang Yunus bayangkan kejadiannya akan seperti Sodom dan Gomora, tapi ia sempat kabur dari tugas ini, karena ia tahu Allah yang pengasih akan mengampuni kota itu bila penduduknya mau bertobat, dan Yunus tidak suka hal itu. Anehkah? Renungkan saja sendiri apakah kita seringkali seperti Yunus atau tidak. Dan akhirnya yang terjadi memang Allah mengampuni Niniwe karena mereka mau bertobat, Yunus marah dan bahkan bilang kalau lebih baik dirinya mati saja. Tuhan bertanya padanya,
Yunus 4:4 Tetapi firman Tuhan: "Layakkah engkau marah? "
Yunus marah, dan Tuhan punya cara istimewa untuk mengajar Yunus. Allah menumbuhkan sebuah pohon jarak untuk menaunginya, dan pada pagi harinya, Allah membuat pohon jarak itu mati meranggas karena ulat pengerat. Yunus yang jadi tidak memiliki pelindung dari panas semakin marah. Dan dengan itu Tuhan kembali menanyakan,
(9) Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
(10) Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
(11) Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Kemudian dari perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur, seorang Tuan yang mempunyai kebun anggur pergi ke pasar, mencari orang yang menganggur dan kemudian ditawari bekerja di kebunnya dengan upah 1 dinar. Tuan itu mencari pekerja pada pagi, siang dan sore hari, jadi ada pekerja yang bekerja dari pagi, siang dan baru sore hari. Saat pembagian upah, ternyata semua pekerja mendapat upah yang sama, tidak berdasar jam kerjanya, tapi 1 dinar, sesuai perjanjian. Seperti yang diduga dan sebenarnya cukup sering tahu keadaan seperti ini, orang yang bekerja lebih banyak marah, mereka mengira akan mendapat upah yang berbeda, lebih, tapi ternyata tidak.
(13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?   
(14) Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
(15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Sadarlah, kita sering menjadi Yunus ataupun pekerja kebun anggur itu, yang iri karena kemurahan hati, pengampunan, kasih Tuhan kita kepada orang lain, yang biasanya dalam keadaan kita anggap tidak sepantasnya menerima berkat itu.
Dan bahkan perumpamaan ini ditutup dengan ayat yang sering menjadi pertanyaan orang-orang,
(Matius 20:16) Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Orang-orang sering bingung dengan ayat ini. Saya pribadi akan berpikir dengan sederhana saja, kontekstual seperti isi perumpamaan itu, tidak masalah kamu melayani Tuhan dari muda, saat sudah tua, 1 detik sebelum mati, atau kapanpun, upahnya sama 1 Dinar yaitu keselamatan yang dari Allah itu upah pasti, mau kita datang pagi hari dan bekerja, ataupun sore hari, kita datang dan tidak bekerja dengan baik, atau apapun, yang penting kita memenuhi undangan untuk datang bekerja di kebun anggur itu, kita akan mendapat 1 dinar sesuai yang dijanjikan. Saat kita tidak bisa menerima kenyataan mengenai hak prerogatif Tuan yang empunya kebun ini, kita akan menjadi marah, atau mungkin sebelumnya menjadi sombong ("yang terdahulu"), berlawanan dengan yang datang lebih terlambat dan mungkin tidak merasa bekerja keras, saat menerima upahnya, ia akan merasa begitu bersyukur, kerjanya tidak sebanding dengan upahnya, orang itu justru akan memiliki sikap bersyukur dan rendah hati ("yang terakhir"). Tidak ada masalah, keselamatan atau si 1 dinar itu tetap kita terima bagaimanapun juga karena sesuai janji si Tuan, tapi yang membedakan adalah sikap hati kita saat menerimanya, menjadi marah dan sombong atau bersyukur dan rendah hati.

Categories: , , , , ,

Sunday, September 11, 2011

Iklan Google Chrome

Karena saya jarang nonton TV, jadi biasanya kurang update tentang iklan-iklan TV, atau bahkan berita-berita lebay di TV. Saya biasanya update keadaan dari Detik.com dan pasti yang terutama Kaskus.us.
Kemarin saat baca Kaskus ada salah satu HotThread yang membicarakan mengenai iklan Google Chrome di TV. Waah, saya ketinggalan, belum pernah melihatnya di TV. Untung disitu diberikan link videonya di YouTube.
Dua kata untuk iklan itu..."Baguuusss Bangetttt". Ya seperti itulah seharusnya iklan berwujud, seperti itulah harusnya penggunaan teknologi informasi yang benar. Benar- benar menangkap sisi terbaik dari IT dan mengemasnya dengan sangat tepat, memaksa bahkan orang seperti saya untuk terharu dan tertegun sejenak.
Kalau disuruh memilih saya lebih favorit iklan pertama mengenai Blood4Life. Mantabss, bagus banget cara bercerita dengan singkat tapi menjelaskan semuanya.
Buat yang belum lihat bisa dicari di YouTube. Good work Google Indonesia... :)

Categories: , ,

Wednesday, August 17, 2011

Soekarno

Sewaktu mencari Quote dari Bung Karno, mendapati betapa semangatnya Beliau, terbayan dari kata-katanya, benar-benar seorang pemimpin yang keras dan luar biasa. Membayangkan kapan Indonesia memiliki lagi sosok pemimpin seperti ini, yang dipilih berdasar mufakat bersama dan justru diminta menjadi Presiden, menunjukkan kesatuan visi bangsa dan tujuannya untuk kebaikan bersama, bukan golongan tertentu.



Ir.Soekarno lahir 6 Juni 1901 wafat 21 Juni 1970 Daftar Presiden Indonesia pertama Indonesia, menjabat periode 1945 - 1966. Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama Mohammad Hatta. Kutipan


§ "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit."


§ "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."


§ Dikutip dari Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


§ "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."


§ Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders.


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956.


§ "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia".


§ Kutipan Pidato Bung Karno di semarang 29 Juli 1956.


§ "Dan agar yang tidak murni terbakar mati!"


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.pengguna: Terbangkelangit 08:12, 16 Februari 2008 (UTC)



SEJARAH


§ "Massa adalah penentu sejarah, "the makers of history!"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956


§ "Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah ."


§ Salah satu judul pidato beliau. Disingkat menjadi JASMERAH.


§ Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer


MARHAENISME


§ "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu?


Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


§ "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:


Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


§ "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan


Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."


§


§ Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.


KEMERDEKAAN


§ Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Dneppr? Apa ia telah mempunyai radio stationyang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untukkemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk merdeka.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




NEGARA


§ Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!


§ Sumber: Soekarno, "Pidato di Surabaya, 24 September 1955''


§ "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956




KEBANGSAAN/NASIONALISME


§ Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai "imagination!"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956


§ "imagination" , " imagination" "imagination "!!! Ciptaan besar!!! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur ; kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara !! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkala kan didalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, sirna hilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang , sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu "rong depa"


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956


KESEJAHTERAAN


§ Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkankesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




MONARKI


§ Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945




GOTONG-ROYONG


§ Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satukaryo, satu gawe.


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


§ Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!


§ Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945


KEMANUSIAAN


§ 'Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, "basically" - pada dasar dan hakekatnya - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan'


§ Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956


Categories: , , , , , ,

Touch of God

Bab ke-3 dari Buku Just Like Jesus.


Saya lagi merasa 0 banget. Dalam hari-hari ini sedang mengalami banyak "kegagalan". Saat diajak untuk membayangkan kalau dibuat film mengenai tangan saya, untuk bagian waktu/masa sekarang sepertinya saya akan sangat malu.




And then there are other scenes. Shots of accusing fingers, abusive fists. Hands taking more often than giving, demanding instead of offering, wounding rather than loving. Oh, the power of our hands. Leave them unmanaged and they become weapons: clawing for power, strangling for survival, seducing for pleasure.



Padahal seharusnya tangan ini juga bisa menjadi tangannya Tuhan, alat Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya. Seperti Yesus, menggunakan tangan-Nya dengan sempurna, tidak akan pernah ditemukan scene dalam film Tangan Yesus yang berisi kesalahan, tindakan yang tidak benar.


Dicontohkan salah satu sentuhan tangan Yesus, hal yang dilakukan oleh tangan-Nya adalah saat Ia menyembuhkan orang berpenyakit kusta dengan menyentuhnya. Orang kusta itu digambarkan begitu rindunya akan sentuhan, orang kusta memang pada zaman itu sangat dikucilkan, dalam bahasa Pak Max disebutkan "Ultimate Outcast".


Dalam penggambaran tambahan khas Max Lucado diperlihatkan bagaimana pria kusa itu sangat merindukan sentuhan dari orang-orang, bukan pandangan jijik, takut dan menghindari. Bhakan dari keluarga, istri dan anaknya. Tapi selama 5 tahun ia tidak pernah bisa mendapatkan itu. Karena itu saat ia mendengar tentang Yesus, ia bertekad untuk menemuinya. Bukan karena iman pastinya lebih karena desperate dan kemarahan di dalam dirinya. Dengan takut-takut ia mendekati Kristus dan memanggilnya,



"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."



Uniknya juga cara Yesus melakukan penyembuhannya. Yesus sebenarnya tidak perlu menyentuh orang itu, cukup dengan FirmanNya, orang itu akan sembuh. Tapi yang dilakukanNya justru,



Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.



Luar biasa, Tuhan kita yang mahatahu bukan hanya menyembuhkannya, tapi memenuhi kebutuhannya akan sentuhan, bagaimana sebuah sentuhan itu menjadi awal, selain pembersihan tapi juga kepedulian yang nyata, kasih dalam tindakan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh indera kita.


Firman Yesus menyembuhkan kustanya, sentuhan tangan Yesus menyembuhkan kesendiriannya.


Lagi-lagi saya semakin merasa 0 disini, kapan terakhir kali saya melakukan "sentuhan" seperti yang Yesus lakukan, saya sudah begitu egoisnya hidup disini, dan akhirnya yang saya dapat juga 0. Saya mungkin bukan tampak seperti orang kusta yang membutuhkan sentuhan dan kesembuhan, menerima pengucilan, tapi saya juga pastinya bukan Yesus yang menawarkan sentuhan yang menyembuhkan. Mungkin saya lebih tepat akan menjadi orang yang berteriak, "Kusta..kusta.." saat melihat laki-laki itu. Saya sedang dalam peran itu sepertinya, nothing, orang-orang itu "tidak membutuhkan" penyembuhan tapi juga bukan "penyembuh".

Categories: , , , ,

Wednesday, August 10, 2011

Stuckititis


Attacks of stuckititis are limited to people who breathe and typically occur somewhere between birth and death. Stuckititis manifests itself in irritability, short fuses, and a mountain range of molehills. The common symptom of stuckititis victims is the repetition of questions beginning with who, what, and why. Who is this person? What was I thinking? Why didn't I listen to my mother?



Dari bab 2 di buku Just Like Jesus yang ditulis oleh Max Lucado. Judul bab-nya "Loving People You're Stuck With". Tertohok dengan langsung begitu membaca bagian ini, saya orang yang sering menggunakan dan membagikan mengenai doktrin ke-MahaTahua-an Allah, dan inilah yang membuat saya begitu malu, karena saya bahkan tidak menyadari hal sesederhana ini.


Saya sering protes kalau bermasalah dengan orang, bilang kalau, "Bukan aku yang salah", "itu semua salah dia.", "ya ampun kok dia bisa segitunya ya". Dengan sulitnya saya harus diajar untuk mengampuni. Ok akhirnya dalam banyak situasi saya benar-benar bisa mengampuni akhirnya, tapi itu setelah banyak perdebatan dan gerutuan, terutama pertahanan ego dengan pembenaran diri.


Tapi apa yang dicontohkan Yesus ? Mari benar-benar melihat Yohanes pasal 13.


Sebelumnya saya pastikan dulu anda yakin dan percaya pada kemahatahuan Yesus. jadi Yesus tahu sebelum sesuatu terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Dia tahu semua itu. Dia tahu dulu kita seperti apa, sekarang sedang berpikir apa dan nantinya akan memilih untuk apa dan melakukan apa. Ya Yesus tahu semua tentang ini.


Sekarang mari bayangkan menjadi Yesus saat malam terakhir itu, Ia tahu bagaimana hati murid-muridnya, Ia tahu Yudas akan berkhianat, Ia tahu Petrus akan menyangkal Dia, Ia tahu Thomas akan meragukan kebangkitanNya, Ia tahu bagaimana sikap murid-muridNya nanti. Dan apa yang Yesus lakukan?



Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.



Pekerjaan membasuh kaki merupakan pekerjaan paling hina, biasanya dilakukan hambanya hamba, yang paling rendah kedudukannya. Dan saat Ia dan murid-muridNya ada di ruangan itu, tidak ada yang mau membasu kaki yang lain, karena mereka bahkan baru saja berdebat mengenai siapa yang terbesar nanti di kerajaan Allah. Dan Yesus yang melakukannya, Ia yang tahu nantinya bagaimana dikap murid-muridNya melakukan tindakan itu sebagai contoh dan pesan bahwa kasih Tuhan itu unconditional, tidak bersyarat dan pengampunanNya bahkan sudah diberikan sebelum suatu hal terjadi, Yesus sudah lebih dulu membersihkan kesalahan murid-muridNya sebelum mereka melakukanNya, sama dengan kita saat ini pun sudah dibasuh oleh kematian Yesus.



In this case the one with the towel and basin is the king of the universe. Hands that shaped the stars now wash away filth. Fingers that formed mountains now massage toes. And the one before whom all nations will one day kneel now kneels before his disciples. Hours before his own death, Jesus' concern is singular. He wants his disciples to know how much he loves them. More than removing dirt, Jesus is removing doubt.



Bahkan dengan orang-orang bebal yang kalau dibaca di kisah Alkitab itu, Yesus bisa mengampuni mereka dan justru tindakanNya itu membentuk mereka menjadi maksimal. Orang-orang yang tidak percaya, meragukan segala sesuatu, pernah mengatainya sebagai hantu, pernah hilang kepercayaan dan akan mengkhianatiNya dan meninggalkanNya. Bandingkan dengan saya, saya bahkan tidak tahu alasan kenapa orang bertindak sesuatu yang tidak cocok bagi saya, saya tidak tahu alasan dibaliknya, bahkan biarpun akhirnya tau, itu tidak seperti pengkhianatan Yudas ataupun penyangkalan Petrus.


Susah untuk dipraktekkan, tapi saya harus bisa, Tuhan sudah mencontohkan bagi saya, kasih dan pengampunan tanpa syarat, setiap saat, untuk segala sesuatu.

Categories: , , , , , ,

Tuesday, August 9, 2011

Passion

Kalau ditelusuri etimologinya saya jadi kaget, ternyata kata "PASSION" ini sangat Kristiani dan sangat Ketuhanan, benar-benar dibuat awalnya untuk menggambarkan ketahanan Kristus menderita untuk menyelamatkan, menebus dosa umat manusia. Kata-kata kuno dari Perancis, Latin, Yunani dan Old English seperti Passio, pati, patho, passion artinya aslinya adalah endurance of hurt, penderitaan Kristus saat disalibkan.

Passion sekarang banyak diterjemahkan jadi hasrat, kesukaan yang sangat terhadap sesuatu, kalau dari yang saya gunakan selama ini bahkan menghilangkan sama sekali arti aslinya mengenai pengorbanan Kristus itu. Jadi semakin merasa bahwa judul film Passion of The Christ sangat tepat, dengan arti hasrat saja sudah tepat, apalagi kalau ternyata arti kata Passion seperti ini.

Waktu saya membagikan sms tentang ini, di hari itu juga banyak sekali disebut kata passion di hidup saya. Luar biasa kan? Benar-benar jadi mudah dalam menerapkan, tapi apakah yang mereka bilang passion-passion itu sesuai pengertian disini?

"Tapi ini bukan passion-mu Yo, aku ga tega ngeliat kamu tersiksa duduk di situ terus"

"Matamu berbinar-binar waktu mbicarain tentang passionmu"

"Passionmu thu di IT yo…"

"Sejak kapan kamu sadar tentang passionmu ini?"

"Itu passionmu bukan?"

"Gimana kerjaan ?betah ga?punya passion ga dikerjaan?"

Sepertinya kalau digunakan arti aslinya akan tidak nyambung ya. Bisa-bisa artinya nanti, "Cahyo apa kamu tahan menderita melakukan pekerjaan IT?"

Apa sebenarnya passion saya? Apakah seperti yang mereka katakan mengenai IT itu?

Mari dilihat, apa benar IT passion saya?

Saya suka coding, bikin program, hal-hal yang berhubungan dengan IT, tapi saya juga kadang bosan, lebih memilih nonton film korea dibanding bikin codingan, lebih memilih main sama temen-temen dibanding baca buku pemrograman.

Saya bahkan sering pulang kantor jam5 pas. Itu bahkan saat kerjaan saya di bagian yang katanya passion saya. Dulu waktu di gudang sering pulang lebih malam dan sama-sama bekerja dengan giat juga.

Saya suka IT, tapi saya belum terbukti memiliki "ketahanan menderita" bagi IT. Saya mau lebih hati-hati menggunakan kata passion ini sekarang, saya tahu sedikit demi sedikit apa yang Tuhan mau saya lakukan dengan hidup saya, dan saya sadar itu tidak berhubungan dengan hal-hal yang saya sukai, IT, fotografi, makan babi, tapi saya mau percaya juga bahwa tidak dengan sia-sia juga Tuhan memberkati saya dengan kesukaan itu, pasti ada gunanya dalam koridor rencananya.

Apa passion anda?

Categories: , , , , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑