Showing posts with label google. Show all posts
Showing posts with label google. Show all posts

Tuesday, June 19, 2012

Google Blockly

Membaca LifeHacker seperti biasa saat sampai di kantor. Dan lagi-lagi kagum dengan Google karena ada berita mengenai Google Blockly. Tool programming baru dari Google.

http://lifehacker.com/5917581/google-blockly-is-a-visual-drag+and+drop-tool-for-building-apps-and-learning-to-code
http://www.wired.com/wiredenterprise/2012/06/google-blockly/
Sekilas langsung tampak mirip dengan App Inventor, dulu saat pertama kali mencicipi programming di Android, sempat menggunakan App Inventor, memiliki interface yang luar biasa visual dan menyenangkan untuk pemrograman sederhana. Ternyata keputusan App Inventor yang dihentikan Google beberapa bulan yang lalu kemudian kembali meluncurkan project open source baru ini. Blockly.
Sama saja terinspirasi dari MIT Scatch, Blockly menurut saya lebih ringan dari App Inventor dulu dan yang pasti karena tidak lagi dalam bentuk aplikasi JAVA murni dari HTML dan Javascript tampaknya, sangat ringan, cepat tapi tetap dengan kemudahan nyaris sempurna seperti aplikasi desktop.
Yang menyenangkan lagi dari Blockly ini adalah hasilnya bisa diexport ke beberapa bahasa pemrograman secara langsung yaitu Javascript, Dart, Python dan XML semudah mengklik tab di interfacenya.
Secara umum ini jadi tool yang woth to try, bahkan kalau mau main-main juga disediakan Maze untuk diselesaikan. Selamat mencoba.

Penyelesaian tanpa logic :p

Categories: , , ,

USB Tethering & Transparent Screen

Sejak Android versi 2.2 (Froyo) ditambahkan kemampuan untuk menjadikan handset Android portable WiFi hotspot. Selama ini saya sering menggunakan kemudahan ini untuk mengakses internet. Dengan berlangganan internet di tablet Android saya (milik kantor sebenarnya) kemudian bisa dibagi-bagi aksesnya dengan mengaktifkan portable WiFi hotspot yang terletak di Setting >> Wireless & Network >> Tethering & Portable Hotspot  dan kemudian mencentang untuk mengaktifkan pilihan portable wifi hotspot.
Nyaman digunakan meskipun terasa seperti ada penurunan speed, katanya bisa sampai 5 device, tapi saya baru pernah di maksimal 3 device.

Kemudian baru-baru ini saya mencoba-coba pilihan yang satu, yaitu USB Tethering. Saya sebelumnya tidak pernah mencoba karena khawatir akan merepotkan, harus mensetting macam-macam di komputer. Tapi ternyata begitu saya mengaktifkan pilihan USB tether, secara otomatis di komputer saya akan terhubung, tidak perlu install driver apapun dan tidak perlu setting apa-apa lagi. Saat menggunakan OS Windows XP, begitu mengaktifkan USB Tether maka akan dikenali hardware baru yang dinamai Remote NDIS based internet sharing device. Setelah loading sebentar kemudian internet sudah bisa dipakai di komputer saya, sangat mudah. Dan bahkan saat saya coba di OS ubuntu 11.10 saya, USB Tethering ini juga langsung terkoneksi tanpa perlu mensetting apapun. Mantap !!!
Kemudian baru-baru ini juga menemukan aplikasi lucu untuk android, yaitu Transparent Screen. Aplikasi lucu yang bisa membuat tampilan layar background kita menjadi seperti transparan dengan menggunakan kamera di device kita untuk secara realtime mengambil gambar yang membuat seperti kita bisa melihat menembus handheld. Layak untuk dicoba, meskipun pastinya akan draining batere kita.

Categories: , , , , ,

Sunday, September 11, 2011

Iklan Google Chrome

Karena saya jarang nonton TV, jadi biasanya kurang update tentang iklan-iklan TV, atau bahkan berita-berita lebay di TV. Saya biasanya update keadaan dari Detik.com dan pasti yang terutama Kaskus.us.
Kemarin saat baca Kaskus ada salah satu HotThread yang membicarakan mengenai iklan Google Chrome di TV. Waah, saya ketinggalan, belum pernah melihatnya di TV. Untung disitu diberikan link videonya di YouTube.
Dua kata untuk iklan itu..."Baguuusss Bangetttt". Ya seperti itulah seharusnya iklan berwujud, seperti itulah harusnya penggunaan teknologi informasi yang benar. Benar- benar menangkap sisi terbaik dari IT dan mengemasnya dengan sangat tepat, memaksa bahkan orang seperti saya untuk terharu dan tertegun sejenak.
Kalau disuruh memilih saya lebih favorit iklan pertama mengenai Blood4Life. Mantabss, bagus banget cara bercerita dengan singkat tapi menjelaskan semuanya.
Buat yang belum lihat bisa dicari di YouTube. Good work Google Indonesia... :)

Categories: , ,

Saturday, September 10, 2011

Apakah Android Itu?


Menurut Google IO 2010 :
  • Opensource dan openplatform untuk pengembangan teknologi mobile
  • SDK, API dan sourcecodenya tersedia untuk diunduh
  • Tidak ada lisensi
  • Bisa merubah bagian system semau kita
Android menjanjikan keterbukaan dan kebebasan ini. Berbasis dari kernel Linux (Pak Linus Torvalds anda luar biasa sekali!!) yang dimodifikasi untuk mengakuisisi teknologi mobile yang memorinya relative kecil. Setiap aplikasi dijalankan melalui suatu Virtual Machine bernama Dalvik (dari nama daerah asal leluhur Programmernya, Pak Bornstein). Dalvik VM ini menerjemahkan set instruksi dari kode program agar bisa dilakukan/dijalankan oleh mesin. Dalvik tidak sama dengan JavaVM (JRE), perbedaan utamanya adalah JavaVM merupakan stack-based VM (pengalamatan memorinya system stacking) sementara Dalvik merupakan register-based, menggunakan register yang memang lebih hemat memori dalam pengoperasiannya, eksekusinya lebih cepat, tapi membuat file compilasi program yang lebih besar. DalvikVM merupakan interpreter-only VM yang menjalankan file executable *.dex, format yang dioptimasi untuk ukuran yang efisien dan memory-mappable execution. Dapat menjalankan Java Class yang yang ditransformasi menjadi format nativenya dengan dx tool yang sudah tersedia di SDK. Menggunakan Kernel Linux 2.6, Dalvik yang berjalan diatas Kernel itu dioptimasi untuk fasilitas threaded programming, fungsi jaringan dan manajemen memory level bawahnya dari sini(hubungan dengan hardware termasuk juga driver). 
Android merupakan sistem operasi Linux Multiuser, dimana setiap aplikasi Android menjadi user tersendiri, dengan user id tertentu yang digunakan oleh sistem, dengan pengesetan permissions khusus bagi user (baca: aplikasi) untuk setiap filenya. Setiap proses punya VMnya masing-masing, sehingga setiap aplikasi berjalan dalam isolasi. Ini merupakan cara pengamanan yang dilakukan Android, sehingga setiap aplikasi hanya memiliki hak terhadap resourcenya masing-masing. Meskipun tetap ada cara untuk mengakses file milik aplikasi lain atau bahkan sistem resource, dengan pemberian permissions tertentu dan harus disetujui user saat instalasi.
Komponen Aplikasi Android :
  • Activities : satu screen dengan user interface (UI).
  • Services : component yang berjalan di background, tidak memiliki UI.
  • Content providers : memanage data aplikasi/storage, bisa melalui SQLite, web dan persistent storage.
  • Broadcast receivers : komponen yang merespon system broadcast messages.
Aktivasi Komponen :
  • Activities : menggunakan Intent untuk startActivity() atau startActivityForResult().
  • Services : menggunakan Intent untuk startService() atau bindService().
  • Broadcast receivers: menggunakan Intent untuk sendBroadcast(), sendOrderedBroadcast() atau sendStickyBroadcast().
  • Content provider : memanggil query() pada ContentResolver.

Categories: , , , , , , , ,

Sejarah Android


Android merupakan system operasi mobile yang dikembangkan bersama oleh OHA (Open Handset Alliance). Awalnya Android dimiliki oleh suatu perusahaan start-up kecil di Silicon Valley bernama Android, Inc. Foundernya berasal dari berbagai macam praktisi teknologi Internet, Danger, Wildfire Communication, T-Mobile dan WebTV. Pada tahun 2005 akhirnya Android diakuisisi oleh Google dan dikembangkan bersama oleh organisasi OHA itu yang terdiri pula dari berbagai praktisi computer, teknologi, internet dan handset dunia sehingga menjadi bentuk Android seperti sekarang.
12 November 2007, OHA mengeluarkan SDK Android untuk public. Langsung menjadi topik hangat di dunia IT, Google Groups sangat ramai membicarakannya. SDK pertama itu masih memiliki banyak bug, tapi untuk ukuran aplikasi sejenis di usia itu, merupakan hal yang normal bahkan lebih baik dibanding aplikasi lain.
Untuk menarik minat para programmer, Google bahkan membuat even Android Developer Chalenge pada tahun 2008. Hadiahnya cukup besar dan menggiurkan, dimana aplikasi yang paling menjanjikan mendapat hadiah $25,000 dan bahkan diantaranya berkesempatan mendapat $100,000 dan $275,000 (masing-masing 10 aplikasi. Oktober 2008 Handset Android pertama yaitu Google G1 muncul, dan meskipun tentu saja belum bisa memiliki fitur sekaya IPhone, tetapi sudah dipandang cukup baik, bahkan kemudian Android 1.6 muncul dan menunjukkan keseriusan OHA dalam pengembangan OS ini.
Pada bulan Juli 2010, 160.000 handset Android diaktifkan setiap harinya. Hari ini Android memimpin pasar penjualan smartphone dengan persentase 37%, meninggalkan iOS, Blackberry, Symbian Nokia dan bahkan Windows Mobile. Produsen-produsen Android juga kebanjiran rejeki dari situ, HTC melaporkan penjualan pertengahan tahun ini naik 2 kali lipat dibanding tahun lalu. Dan diluar juga sudah banyak sekali kisah sukses programmer yang menuai keuntungan dari aplikasi Androidnya.
Pertengahan tahun 2011 ini diramaikan dengan kasus tuntut menuntut antara banyak pihak. Samsung vs Apple, Samsung vs Microsoft, HTC vs Microsoft, Motorola vs Apple, Google vs Oracle. Tentu saja mengenai masalah paten, Android dianggap melanggar banyak paten dan perjanjian. Menurut saya yang paling mengkhawatirkan adalah tuntutan Oracle sebagai pemilik Java yang menuntut penggunaan lisensi bagi Java, memang setelah dibeli dari SUN, Java jadi agak berubah (Ubuntu bahkan sekarang tidak menggunakan Open Office tapi Libre Office). Bila Oracle menang berarti untuk setiap handset Android akan ditarik suatu royalty. Bisa-bisa membuat Android tidak free lagi dan tentu saja berimbas pada kenaikan harga handset.
Tapi tuntutan-tuntutan itu juga menunjukkan semakin besar dan berpengaruhnya Android. Antusiasme masyarakat juga sangat besar. Bila anda ke situs StackOverflow, sekarang daftar pertanyaan paling banyak adalah yang bertema Android. Komunitas Android juga berkembang, mulai dari forum diskusi, porting aplikasi, porting bahasa pemrograman lain (PHP, RubyonRails) dan porting arsitektur processor lain (Android x86).
Sekarang saat saya menulis versi yang beredar adalah Android 2.3.3 Gingerbread dan versi tablet Android 3.1 Honeycomb. Perkembangan yang sangat cepat dan mantap. Itulah opensource, itulah komunitas.

Categories: , , , , , , , ,

Tuesday, July 5, 2011

Kagum Dengan Teknologi Google

Pasti semua orang tahu Google lah. Situs pencari nomor 1 di dunia, biarpun banyak yang protes karena filterisasi datanya, atau pencatatan datanya, tapi tetap ini yang paling besar. Apalagi sekarang dukungan teknologinya semakin mantap dan inovatif. Bahkan membuat kaget saya beberapa hari yang lalu. Teknologi Google beberapa tahun ini sudah berkembang begitu rupa dan luar biasa fungsionalnya. Bahkan di beberapa hal akan menyulitkan kehidupan saya sehari-hari bila tidak menggunakannya.
Berawal dari membuka tampilan search engine seperti biasa, saya yang login di akun Google melihat di bagian atas halaman banyaknya pilihan aplikasi Google. Mari kita data:
  1. di bagian atas kiri dimulai dengan WEB, ini untuk mode pencarian website, paling umum kita gunakan.
  2. Images, untuk mode pencarian gambar, setelah sedikit meniru interface Bing dalam display hasilnya, jadinya bahkan lebih bagus menurut saya. Tekonologi barunya yang menurut saya luar biasa adalah search dengan inputan gambar, jadi nanti si Google yang akan mengolah citra kita dan mencari gambar yang mirip ataupun mengekstrak informasi mengenai gambar itu, dan itu didapat dengan interface drag n drop.
  3. Maps, ini merupakan interface web dari Google Earth tentu saja dengan penyederhanaan. Ini juga sangat memudahkan hidup saya, terutama fitur pencarian rutenya, saya sudah seringkali menggunakannya dan sangat-sangat terbantu.
  4. Translate, ini juga sangat OK, dengan mudah bisa diaplikasikan ke web pribadi kita sehingga bisa membuat seakan menjadi multilingual. Hasil penerjemahannya saya bilang juga dari hari ke hari semakin bagus, sepertinya memang dibekali algoritma belajar yang baik. Saya bahkan saat ini tidak memiliki software translator di komputer dan murni menggunakan Google Translate bila butuh penerjemahan cepat. Memang sih untuk digunakan di urusan resmi masih belum bisa karena struktur bahasanya akan masih berantakan.
  5. Books, koleksi buku dari Google. Tahukah anda saat mengerjakan skripsi saya bahkan tidak perlu ke Perpustakaan Kampus? Saya cukup di depan komputer dan mencari buku yang sesuai, bila bagian yang saya perlukan tidak termasuk dalam limited previewnya, saya kemudian tinggal mencari downloadannya, tapi kebanyakan sudah cukup waktu itu. Sekarang juga sangat berguna untuk software Calibre saya, sebagai salah satu database metadata buku.
  6. Scholar, ini untuk pencarian literatur pendidikan dan jurnal, sejujurnya saya tidak pernah menggunakan ini, karena dulunya saat di kampus ada akses mudah untuk pencarian jurnal internasional.
  7. Gmail, jelas saat ini bisa dibilang free email yang sangat populer. Mudah, tampilannya bagus, fiturnya lengkap, spacenya besar dan yang pasti seperti center dari Google Account anda, dari daftar akun Gmail anda akan bisa mencicipi seluruh produk Google.
  8. Saat anda mengklik link more, Anda akan dibawa ke halaman baru yang menunjukkan keseluruhan produk Google. Banyak sekali aplikasinya.

Aplikasi Google
 

Saya rasa sangat ribet kalau dibahas semua, produk yang saya gunakan lagi paling Picasa Web Album, Google Docs dan Aplikasi mobilenya. Selain itu yang lain beberapa beum pernah nyoba seperti Panoramio dan Picnik, sepertinya menarik.    

Categories: , , , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑