Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

A Barefoot Dream

Setelah cukup lama tidak melihat-lihat film, kemarin dapat copy-an film dari teman. Salah satu yang saya copy adalah A Barefoot Dream. Ini merupakan film korea, saya tertarik dengan temanya, tentang orang Korea yang membina sepakbola di Timor Leste.

Film dimulai dengan pengantar mengenai negara Timor Leste, bagaimana negara ini dijajah Portugis ratusan tahun lalu berpindah ke Indonesia (di film ini disebut Indonesia menginvasi) dan akhirnya merdeka, dengan menjadi negara merdeka pertama di abad ke 21.

Sebagai negara baru tentu saja Timor Timur masih kacau, dan penduduknya miskin, dan juga masih disertai perang saudara yang berkepanjangan. Saat itulah ada Mr Kim seorang Korea yang akhirnya datang ke Timor Leste karena berharap beroleh peruntungan di negara baru tersebut. Setelah melihat-lihat, bagaimana di berkali-kali melihat anak di negara itu selalu bermain sepakbola di mana saja, Mr Kim memutuskan untuk membuka toko peralatan olahraga dan bermimpi bisa memonopoli bisnis ini karena dia yang pertama melakukannya.

Tapi yang terjadi tidak seperti itu, peralatan olahraganya tidak laku, karena negara ini masih miskin. Mr Kim kemudian mempunyai ide, untuk menjual sepatu sepakbolanya secara kredit, ia memberikan langsung kepada anak-anak dan mereka diminta membayar $1 perhari selama 2 bulan.

Setelah itu cerita bergulir, plotnya sudah sangat bisa dibayangkan, Mr Kim jatuh hati pada anak-anak itu dan pada puncaknya berhasil membawa anak-anak itu ke turnamen internasional di Hiroshima dan bahkan memenangkannya. Ini kisah asli, saya sampai memastikan di internet kebenarannya. Ternyata memang Timor Leste memenangkan Rivelino Cup tahun 2004 di Jepang, dengan 6 kemenangan, dan meskipun dibuat lebih dramatis, mereka memang menang dari Jepang di final, di film dengan skor dramatis 3-2 sementara di kenyataan tidak sedramatis itu, skornya 4-2.

Film ini film yang sangat bagus menurut saya, tokoh utama, Mr Kim akhirnya belajar banyak dari kejadian ini, dia sangat bersemangat membawa anak-anak ini ke turnamen internasional karena dia bilang, "Saya tidak pernah menyelesaikan sesuatu yang saya mulai, karena itu untuk sekali ini saya akan menyelesaikannya". Pelajaran yang bagus tentang persaudaraan, persahabatan, kasih yang tulus dan kerjasama bertebaran di film ini. Sangat layak ditonton, bagi semua umur dan kalangan. Dan saya yakin, semua orang paling tidak akan akan tersenyum dan menjadi lebih positif setelah melihat film ini. :)

Categories: , , , , ,

Friday, November 11, 2011

Segala Sesuatu Indah Pada Waktu-Nya

Mau refleksi pribadi dulu, sebelum besok berangkat retreat, mau disegarkan lebih lagi.
Sama sekali ga kerasa, sudah  sekitar 9 bulan saya bekerja, 4 bulan di Logistik dan 5 bulan di IT. Perubahan pasti ada, banyak perubahan saya yakin. Cara pandang, cara bersikap, cara berpikir, pertimbangan-pertimbangan, cara berkata-kata. Saya memilih untuk menjadi lebih banyak diam, membuang banyak sisi provokatif, mencoba banyak mendengar, lebih sedikit bicara, lebih sedikit mengarahkan, lebih sedikit memimpin, lebih menyingkirkan sikap konfrontatif dan bersikap jauh lebih tertutup.
Malam ini menyenangkan, ada acara lagi di Departemen saya, IT, yang memang sering memiliki berbagai acara aneh bin ajaib. Kali ini acaranya bertajuk "MaMaLia", merupakan akronim dari Malam-malam Liar. Ini merupakan acara kumpul-kumpul dimana bukan cuma anggota departemen IT sekarang yang ikut, melainkan juga semua mantan anggota tim IT diundang untuk hadir, dan begitu berkumpul, sangat terasa suasana keakraban-nya, beberapa teman baru saya kenal disitu, sekedar bersalaman dan mengucapkan nama memang. Dari pandangan sekilas jelas sekali terlihat betapa akrab, kekeluargaanya sistem di Departemen kami ini. Sore harinya sebelum acara Mamalia ini ada perpisahan dengan salah seorang teman yang resign, menyenangkan, menyadari ada teman lagi yang berkata mendapat "amanah" yang lain, yang lebih besar, dan selayaknya keluarga, kami juga menyambutnya dengan gembira, memberikan hadiah sekedarnya dan acara kumpul-kumpul sederhana sekedar berbagi cerita.
Menyenangkan, ini keluarga baru di pekerjaan saya. Ok, saya memang sangat pendiam disini, sangat jarang ngobrol dengan orang-orang, tapi saya sudah suka dengan keadaan itu. Formasi keluarga yang aneh, tidak terbayangkan kalau tim IT sebuah perusahaan swasta ternama di Indonesia terdiri dari orang-orang unik luar biasa seperti ini, benar-benar perpaduan yang unik tapi luar biasa, seperti tag line di grup BB "iGeeks Tribe Geeks& Fun...The Best Team Ever...". 
Itu bagian menyenangkannya, bagian menyedihkannya adalah ketika saya sadar, ini kan pekerjaan dan lagi saat ini bahkan saya masih pegawai kontrak, untuk 6 bulan, artinya 1 bulan lagi, dan setelah itu masih perlu diputuskan, apakah akan lanjut kontrak, langsung ditetapkan atau selesai kontrak. Saya belum tahu bagaimana keadaan saya sebulan lagi.
Cuma sesaat kok sedihnya, sesaat kemudian saya sudah diajak Tuhan bertualang ke alam pikiran masa lalu saya. Saya diajak melihat keadaan-keadaan saya sebelumnya. Sebelum di IT saya ada di bagian Logistik, posisi saya di Ciawi, disana juga memiliki teman-teman yang menyenangkan, bahkan bisa bersama salah seorang teman dekat saya, tapi akhirnya saya pindah juga, apakah saya terpuruk dalam kesedihan setelah itu?Tidak, ditempat baru saya saya menemukan keluarga iGeeks Tribe ini dan masih memiliki hubungan baik dengan teman-teman di Ciawi. Kemudian sebelumnya, masa-masa pencarian kerja dan akhir kuliah, saya bersama teman-teman akrab penelitian, sangat dekat, sangat banyak waktu yang kami habiskan bersama, sangat menyenangkan, tapi toh akhirnya kami berpisah juga, karena berbeda kota tempat bekerja, apakah saya terpuruk dalam kesedihan? Tidak, dengan segera saya mendapat keluarga di Ciawi dan masih bisa main bersama, bahkan saat Lebaran kemarin mereka berkunjung ke Jakarta juga. Sebelumnya lagi, saya banyak menghabiskan waktu di lingkungan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) saat kuliah, mereka keluarga besar yang menyenangkan, selalu mengisi hidup saya, pada akhirnya juga saya harus berpisah dengan mereka, mulai di akhir kuliah yang kurang bisa menyesuaikan waktu dengan kegiatan mereka dan akhirnya saat wisuda. Apakah saya sedih dan terpuruk? Tidak, saya tetap menjadi bagian dari mereka, meskipun dengan intensitas pertemuan & persekutuan yang minimalis, tapi saya masih jadi keluarga, bahkan besok akan hadir di Retreat di Tawangmangu. Kemudian mundur lagi saat SMA, punya teman-teman akrab juga, waktu itu banyak aktif di kegiatan PMR, saat akhirnya terpisah karena tempat kuliah yang berbeda, apakah saya terpuruk? Tidak, ada teman-teman baru dan saya tetap akrab dengan teman-teman lama, intensitas ketemu sangat minimal, ngobrol hampir tidak pernah, tapi kami tetap akrab, terkadang cuma bertemu di FB, sms, BBM dan lain-lain, tapi kami tetap akrab dan saya diberi kesempatan untuk bertemu teman baru lagi di kuliah.
Apa yang bisa saya pelajari dari ini? Manusia memang cerdas, jadi dia sering khawatir saat memperhitungkan masa depannya, takut dengan berbagai macam hal yang bahkan belum terjadi. Kalau diliat dari flashback singkat saya itu, selalu ada perpisahan dan hal baru, dan yang dapat dipastikan adalah adanya keluarga baru dari setiap perpisahan itu. Tuhan bekerja dengan cara-Nya, pada waktu-Nya. Pada tiap keadaan yang kalau dilihat saat itu sebagai kesusahan, sesuatu yang ga enak, berat, tidak menyenangkan merupakan tanda dari Tuhan bahwa saya perlu level baru lagi dalam hidup saya, saya sudah siap untuk maju ke level selanjutnya, saya sudah siap untuk maju setapak lagi dalam lintasan lari saya. Saya makin yakin kalau saya tidak pernah lepas dari perlindungan, penyertaan Allah setiap waktunya, setiap saat, setiap detik kehidupan saya ada di dalam koridor rancangan-Nya yang merupakan rancangan damai sejahtera. Mau menikmati waktu saya yang berharga bersama keluarga-keluarga saya, saya tidak tahu sampai kapan bisa bersama, tapi sewaktu sudah waktunya berpisah, saya yakin itu memang saat yang terbaik, tidak mau menggunakan waktu untuk khawatir, kekhawatiran saya bahkan tidak merubah apapun, hanya menghabiskan waktu saja. Kalau Tuhan sudah melakukanNya seumur hidup saya, adakah lagi alasan bagi saya untuk tidak percaya bahwa segala sesuatu indah pada waktu-Nya?

Categories: , , , , ,

Thursday, July 21, 2011

Just Like Jesus

Untuk kesekian kalinya saya baru saja membaca bab awal dari buku Max Lucado “Just Like Jesus”. Dan lagi-lagi masih di bagian yang sama, bab awal, pembuka dimana kita diminta untuk membayangkan apa yang terjadi kalau sehari saja, 24 jam, Tuhan Yesus mengambil alih hidup kita.
What if, for one day, Jesus were to become you?
“What if, for twenty-four hours, Jesus wakes up in your bed, walks in your shoes, lives in your house, assumes your schedule? Your boss becomes his boss, your mother becomes his mother, your pains become his pains? With one exception, nothing about your life changes. Your health doesn’t change. Your circumstances don’t change. Your schedule isn’t altered. Your problems aren’t solved. Only one change occurs. What if, for one day and one night, Jesus lives your life with his heart? Your heart gets the day off, and your life is led by the heart of Christ. His priorities govern your actions. His passions drive your decisions. His love directs your behavior.”


Apakah ada orang yang merasakan perbedaan dari kita bila itu terjadi?
Saya mau membayangkan dengan bebas dulu :

  • Yesus pasti bangun pagi, terus hal pertama yang dilakukannya bukan ngecek BB atau langsung Online FB dan Kaskus, tapi Dia pasti lebih dulu turun dari ranjang dan bertelut, berdoa, berbincang dengan Bapa di Surga.
  • Ga asal nyomot kata-kata positif untuk dikirim, tapi tahu yang paling tepat untuk dikirim hari itu
  • Waktu berangkat naik motor kemungkinan tidak akan berangkat jam 7.50++ seperti saya, mungkin paling tidak sekitar jam 7.30, agar cukup waktu dan mengantisipasi bila ada kejadian yang mendesak.
  • Sarapan mungkin sama ya, bakal beli di koperasi kantor, makan di meja kerja.
  • Selama 8 jam kerja harusnya ga terdistract untuk ngaskus atau situs-situs lain yang tidak berhubungan dengan kerja, tidak nyari-nyari spek HTPC, review dan komparasi VGA, harga tablet Huawei, review Smartfren Wide, Xbox vs PS3 dll.
  • Lebih peduli pada koneksi, hubungan dengan sesama teman kerja, daripada saya yang banyak (baca:selalu) terpaku pada layar computer dan laptop bergantian.
  • Pulang seselesai tanggung jawab hari itu, bukan pulang cepet pas jam5 meskipun kerjaan belum selesai, bukan juga pulang lama karena milih buat Fban atau download2.
  • Makan juga mungkin sama, di rangkaian warung favorit saya.
  • Pulang kost harusnya langsung mandi biar seger, mungkin lanjut ngenet2, tapi pasti ga tertarik buat buka situs2 ga jelas, tapi bakal masuk situs komitmen, nulis di blog dan GMO Outreach yang sudah sangat lama saya tinggalkan.
  • Ga bakal nulis status #galau ga jelas di FB, twitter ataupun G+ dan lainnya, tapi pastinya kata-kata yang positif dan memberkati, sadar kalau itu mungkin akan dibaca banyak orang.
  • Jam 9 sesuai komitmen harusnya bakal Doa malem, bersyukur buat hari itu, ndoain titipan2 dengan benar dan tentu saja ndoain keluarga.
  • Bakal sering nelpon Keluarga (Bapak, Ibu, mba Lita) sadar kalau itu bagian terpenting saat ini
  • Tidur cukup 7 jam, berkualitas.

Itu secara kegiatan, secara perilaku pasti bakal keliatan banget bedanya. Padahal kata Bung Max Lucado, kita bahkan sudah memiliki hati Kristus saat kita menerima dan percaya kepada-Nya. Tapi mungkin kita memilih untuk tidak menggunakannya dan menggunakan hati lama kita, yang primitive dan penuh luka. Seperti kta judul buku itu, Tuhan mengasihi kita apa adanya seperti kita selayaknya, tapi Dia tidak akan membiarkan kita seadanya, Dia ingin kita menjadi “Just Like Jesus”.
Penggambaran yang sangat bagus menurut saya mengenai hal ini dalam cerita Max dan anaknya yang bermain di box pasir. Max mau membelikan anaknya eskrim, tapi saat akan menyerahkannya ia melihat mulut anaknya kotor karena pasir, sebelum memberikan eskrim itu Max membawa anaknya untuk dibasuh dan membersihkan mulutnya. Baru si anak bisa menikmati Eskrim darinya dengan kenikmatan penuh. Seperti itulah yang dilakukan Tuhan, Ia mau kita mendapatkan yang terbaik dan perlu membersihkan “pasir di mulut” kita terlebih dulu untuk itu.

Categories: , , , , , ,

Monday, July 4, 2011

Otak-atik Ubuntu 11.04

Berawal dari setting VGA SiS itu, saya jadi terarik otak-atik si Ubuntu, sesuai dengan niatan juga untuk pindah framework pemrograman Eclipse saya ke Ubuntu, biar lebih terasa lagi opensourcenya.
Karena tujuan awal memindahkan si Eclipse, saya mulai dari download Eclipse. Pada akhirnya saya butuh paling tidak Eclipse ME untuk aplikasi J2ME saya dan Eclipse ADT untuk Android.
Seperti di Jendela, Eclipse ME juga perlu mendownload pluginnya dulu, saya download lewat interface Install New Software dari Eclipse. Setelah itu setting Wireless Toolkit dan sudah langsung jadi. Wireless Toolkit untuk Jendela dan Linux jelas beda, jadi saya harus download ulang. Dengan koneksi seadanya ini memang jadi agak susah, tapi akhirnya berhasil juga.
Untuk ADT, sudah ada step by stepnya di web Android Developer yang resmi. Tinggal download-download dan mengikuti saja. Lumayan juga waktunya untuk download karena semuanya harus online instalasinya, sementara koneksi saya sedang kurang bagus. Yang dapat diinstal offline adalah Android SDK dan ADT Pluginnya. Untuk Virtual Machine dan lain-lain harus dari web langsung.
Sebenarnya langkah ini membutuhkan waktu seharian, tapi yang jelas sebenarnya langkahnya mudah, tapi karena koneksi internet saya kurang bagus jadi terasa merepotkan.
Selain itu saya juga semakin tertarik mengutak-atik si Ubuntu setelah melihat tampilan interface Desktop barunya, Unity. Sangat menarik dan simple, karena saya tidak memiliki dukunga 3d jadi saya menginstall Unity yang 2D dan hasilnya cukup bagus. Saya rasa fungsionalitas interfacenya sangat bagus dengan learning curve yang tidak akan terlalu panjang karena bentuknya sangat user friendly dan OK.

Saya lanjut juga dengan membenahi fitur multimedianya. Pertama install Rhytmbox dan besok saya rencana install XMMS atau Songbird. Setelah itu juga menginstall VLC sebagai player Video utama. Dan tentu saja melengkapi codec multimedia yang diperlukan, semuanya dari Gstreamer dan hanya satu codec yang dari Fluendo(gratis,,,).
Pilih-pilih wallpaper, sebelumnya saya mau cari downloadan wallpaper sebenarnya, tapi ternyata yang default sudah cukup bagus dan saya pilih satu. Gambar kelam yang mengutamakan bokeh.
Cita-cita saya yang lain juga terwujud di Linux ini untuk punya software manajemen e-book yang bagus. Saya menggunakan Calibre. Simpel sekali instalasinya dan penggunaannya juga. Dengan cepat saya sudah memindahkan koleksi e-book saya yang banyak itu ke Library Calibre. Di data otomatis dengan scan folder, sayangnya tag dari buku-buku saya kurang bagus (maklum bajakan dari piratesbay). Saya terpaksa melengkapi satu persatu. Dan ini ternyata justru semakin menunjukkan kehebatan si Calibre, dengan penyesuaian Judul dan Author bisa segera didapat info lengkap tentang buku itu bahkan short reviewnya yang diambil dari GoogleBooks atau isbndb.com. Langsung bisa lengkap semua metadatanya dan bahkan covernya bila ada.
Ada lagi mengenai setting harddisk agar di-mount otomatis saat Ubuntu startup. Dengan software Pysdm, pengaturannya sangat mudah dan saya langsung bisa melakukannya tanpa melalui terminal sama sekali.
Yang istimewa lagi dari Ubuntu 11.04 ini adalah fitur social medianya yang lengkap. Gwibber dan Empathy sangat-sangat memudahkan saya konek ke Facebook, Twitter, YM ataupun Gtalk. Semuanya dengan interface sangat menyenangkan dan simpel khas Ubuntu.
Besok kalau ada waktu rencana mau desktop modding juga sepertinya. Mari kita lihat seniat apa saya besok.

Categories: , , , , , , , , , , , , ,

Wednesday, June 29, 2011

Bogor-Jogja-Solo-Jogja-Purwokerto-Bogor

Ini merupakan rencana awal perjalanan day off saya. Rute yang saya rancang dalam rangka menyambut waktu saya mengambil dayoff. Saya bisa punya 2 hari dayoff karena selama di PLF pernah dua kali ada stock opname di hari minggu. Jadi sekarang saya mau gunakan dua hari yang berharga itu untuk jalan-jalan pulang, refreshing sebelum pindah ke pekerjaan baru.
Rencana akan berangkat di hari Jumat siang naik bus Rosalia Indah, berangkat dari kantor. Karena bus nya akan berangkat jam 13.30 maka harus pulang jam 13.00 dari kantor. Ini bisa didapat dengan masuk pagi jam 6 lalu IMP 2jam sehingga sah bila saya pulang kantor jam 13.00. Dengan Rosalia Indah diperkirakan saya sampai di Jogja pukul 05.00 pagi hari Sabtu. Kedatangan saya di hari Sabtu itu akan pas dengan ada acara perayaan Paskah PMKTP dan KH, jadi saya seharian bisa ikut acara itu. Sudah dapat penjemput dan tempat untuk menumpang juga di kost Andre. Sore harinya saya rencanakan pulang ke Solo dengan kereta Prameks. Dan disana kemungkinan sudah Kakak saya yang juga akan kesana. Di Solo sampai hari Senin Pagi lalu pergi ke Jogja lagi untuk main d Kampus. Sore Harinya saya pulang ke Purwokerto dan akhirnya selasa malam bisa balik ke Bogor.
Rencana yang bagus kan? Mari kita lihat pelaksanaannya.
Pada H-2 berangkat teman saya Dito tiba-tiba bilang mau ikut pulang ke Jogja. Jadilah dia mengusulkan bagaimana kalau naik kereta saja dari Gambir, karena dia tidak yakin bisa pulang jam 13.00 pada hari jumatnya. Dan ternyata cukup susah untuk bisa memesan tiket kereta di Bogor, kita menghubungi beberapa agen dan tidak berhasil. Akhirnya diputuskan untuk minta ijin saja ke manager Dito dan untungnya diperbolehkan jadilah kita berangkat hari Jumat siang. Dengan bangga keluar dari kantor jam 13.00. Dan langsung naik angkot 01 ke pool Rosalia Indah yang paling jaraknya sekitar 1-2 km dari kantor. Tiket saya sudah saya bayar pada hari Kamis, sementara Dito belum karena baru dapat ijin pada hari Kamis malamnya. Tapi kita tetap dapat tempat duduk bersebelahan di bagian tengah. Keadaan bus normal, kita naik kelas Eksekutif, kurangnya ga ada bantal, tapi ternyata selimut di bagikan di perjalanan, kursinya agak keras dan tidak ada sandaran kakinya, tapi secara keseluruhan cukup lega dan nyaman busnya. Dan pelayanan dari orang-orang Rosalia juga sangat menyenangkan. Orang-orangnya  ramah dan OK.
Karena kita berangkat dari Bogor, busnya belum terlalu penuh. Saya dan Dito langsung menebak-nebak, kira-kira jam berapa bus ini akan keluar dari Jakarta. Saya menebak jam 17.00 sudah di tol Cikampek sementara menurut Dito belum. Dan dimulailah perjalanan kami, dari Bogor lalu menuju beberapa pool di daerah sekitar, Bogor, Cibinong, Cibubur sebelum masuk ke daerah-daerah Jakarta sepertinya sih langsung ke daerah Bekasi seingat saya. Dari situ busnya kemudian menuju tol ke luar Jakarta, ternyata tebakan saya masih lumayan tepat, belum sampai jam 17.00 bus sudah di tol Cikampek dan kita langsung menuju Jogja, seharusnya tidak ada pemberhentian lagi selain tempat makan, kemudian paling baru akan berhenti di daerah sekitar Purworejo Kebumen.
Jalan yang dilalui bus Rosalia adalah rute Selatan, lewat Bandung, Garut kemudian masuk ke Majenang, seterusnya ke daerah Wangon, Sumpiuh, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wates dan akhirnya ke Jogja. Bus yang saya naiki normal-normal saja kecepatannya dan sopirnya cukup OK, tidak banyak guncangan dan atraksi-atraksi tidak perlu. Karena jalurnya lewat jalur bus waktu Gathering PLF kemarin saya dengan semangat menunjukkan pada Dito tempat dimana bus kami sempat melayang. Dan ternyata memang agak membuat trauma peristiwa itu, saya jadi agak khawatir setiap melihat bentukan jalan yang seperti tempat bus gathering saya melayang itu. Perjalanannya agak santai, senang juga ada teman naik bus seperti ini, bisa ngobrol dan mengisi waktu. Hiburan di bus ini agak luar biasa juga, awalnya yang diputar adalah CD Nike Ardila dengan suara khas tahun 80-90an. Karena VCDnya agak jelek kemudian diganti, dan VCD penggantinya adalah VCD pengajian. Saya dan Dito sangat geli melihat mbak-mbak penyanyi yang tidak goyang sama sekali padahal lagu yang dinyanyikan lagu yang semangat, dan ternyata setelah itu masuk ke khotbahnya yang ternyata menarik, pengkhotbahnya lucu dan memiliki kekhasan sering menggunakan pantun dan kalimat yang ber-rima, jadi menyenangkan untuk didengarkan, baru tahu kalau di agama Islam ada juga yang begini, ini sangat bagus sebagai sarana penyampaian yang kontemporer menurut saya. Setelah agak malam bus mulai sepi dari suara orang mengobrol dan saya juga mencoba untuk tidur, Dito sudah tidur juga.
Kami sampai di Garut untuk makan sekitar jam 8 lebih, berhenti di Restoran milik Cipaganti dan suasananya Jawa sekali yang diputar lagu campur sari dan makanannya juga sangat Jawa Tengah. Saya sampai terharu saat minum teh hangat manis, rasanya sudah lama sekali tidak menikmati rasa seperti itu di Bogor. Makan dengan puas karena prasmanan dengan setinggan mahasiswa jadi tidak tahu malu, harus kenyang pokoknya. Kami akhirnya berangkat lagi saat hampir jam 9. Dan ini satu lagi keistimewaan Rosalia, ada pergantian sopir, jadi ternyata dalam satu Bus ada dua sopir dan satu kernet dan sopir itu bisa berganti-gantian, jadi merasa sangat manusiawi tuh PO.
Kalau saya perkirakan sebenarnya kita bakal telat sampai Jogjanya, secara jam 9 baru akan berangkat dari Garut. Untung tidak ada acara yang terlalu sensitive waktu besok jadi ya saya tenang-tenang saja. Saya tinggal tidur lagi dan kali ini dengan perut kenyang. Saya terbangun sekitar pukul 23.30 dan setelah melihat-lihat sekitar saya kaget ternyata sudah sampai Majenang dan jam 24.00 sudah sampai ke Wangon. Saya kaget seperti apa si sopir ini mengendarai bus, dan saat bangun itulah saya baru tahu ternyata sopir kedua ini memang lebih ganas. Saat di daerah Lumbir yang banyak belokan mantap pun pak Sopir ini tidak melambatkan busnya sama sekali, dengan PeDe melibas jalan-jalan yang juga agak rusak. Mantap dah saya jadi kembali percaya kalau bus bisa sampai Jogja pada jam 5.

Kami akhirnya benar-benar sampai Jogja bahkan sebeum jam 5. Dito turun di Gamping mungkin sekitar jam 4.30. Kemudian saya turun di Janti sekitar jam 5.20. Disitu saya menunggu jemputan dari Andre, setelah beberapa kali saya sms dan telepon tidak ada reaksi dari Andre sepertinya dia masih tidur. Saya coba alternative ada dua teman yang tinggal agak dekat situ, Eri di belakang Amplas dan Tika di Babarsari. Eri dihubungi lewat BBM juga ga nyaut dan Tika sedang tidak di rumah. Akhirnya saya dengan setia menunggu Andre sambil jual mahal ke Bapak Tukang Ojek. Lihat sekilas di jembatan Janti dan melihat pemandangan Sunrise yang lumayan, sayang kalau tidak diabadikan, jadilah saya keluarkan 350D kesayangan dan ambil-ambil foto dengan cuek. Setelah menunggu cukup lama akhirnya saya menyerah dan memilih naik angkot, sejujurnya saya belum pernah naik angkot itu, angkot prambanan yang bentuknya sudah parah-parah itu lho, tapi untung pak Sopirnya baik, memberitahukan tempat yang memang bisa saya tuju. Di angkot akhirnya si Andre bangun dan membalas sms saya, akhirnya kita janjian dan ketemu di perempatan MM UGM.
Istirahat sebentar di kost Andre lalu mandi dan siap-siap ke kampus untuk berangkat acara Paskah bersama. Sebelumnya sarapan dulu, Andre memilih di nasi kuning Mba Marni, ini dulu langganan untuk usaha dana, ternyata sekarang sudah pindah tempat dekat lapangan Klebengan. Setelah itu kami menuju kampus KH tempat berkumpul dan langsung tambah ceria saya melihat adik-adik angkatan yang lucu-lucu. Terutama juga adik KTB saya, sayang yang hadir cuma Henri. Setelah bersalam-salaman dan ngobrol-ngobrol kita berangkat naik bus kota seperti biasa. Tempat Paskah nya di Kulonprogo di penangkaran Orang Utan. Lumayan juga jaraknya sekitar 40menit mungkin dengan bus kota itu.
Sampai disana tempatnya kurang seperti yang dibayangkan, tempatnya kurang sejuk, padahal saya sudah membayangkan hutan dengan pohon-pohon hijau yang cerah dan sejuk. Mari ke tujuan utama, foto2 kan bukan tujuan utama, ikut acara PMK itu intinya, maaf tapi sejujurnya memang tidak ada religious intention dalam keikutsertaan saya di acara Paskah. Kangen dan senang banget waktu akhirnya mulai acara semacam kebaktiannya, sudah sangat lama tidak menikmati persekutuan seperti ini, tetap sama dan menyenangkan. Setelah itu khotbah, cukup unik karena si Bapak memakai peragaan yang sangat mengena mengenai Salib Kristus yang menyucikan. Mantabss Pak peraganya, saya masih ingat detail sampai sekarang.
Kemudian lanjut ke outbond. Ini yang rame, saya awalnya dipaksa-paksa jadi peserta tapi setelah bilang kalau saya ga bawa banyak baju apalagi celana mereka tidak memaksa lagi. Jadilah saya fotografer, lumayan ketemu beberapa spot dan momen yang OK untuk foto-foto dan tentu saja terutama terhibur dengan kekonyolan khas anak-anak PMK. Sangat menyenangkan dan refresh. Juga dapet banyak sekali kenalan baru dari KH saya sampai lupa nama-namanya (ahahahah).










Pulang agak sore, tapi tidak terlalu sore sekitar jam 4-5 lalu menuju ke kost Andre untuk beristirahat. Saya akhirnya batal untuk pulang ke Solo malam itu karena orang tua saya akhirnya ke Solo juga jadi tujuan Purwokerto bisa dihilangkan dari daftar, saya memilih untuk ngajak main anak-anak yang ada di Papilon. Bukan Diskotiknya pastinya tapi nasi goreng babi kesayangan yang ada di dekatnya. Senangnya bisa mengumpulkan 23 orang anak PMK. Ga nyangka akan sebanyak itu yang bisa datang dan ikut. Menyenangkan biar sekedar makan-makan sederhana sambil ngobrol-ngobrol tentang segala sesuatu dan ketawa-ketawa ga jelas saling menghina seperti biasa. Kita pulang jam 10an sepertinya, dengan ceria. Dan saya lanjut tidur di kost Andre.
Paginya saya berangkat naik Prameks ke Solo, dijemput di stasiun Jebres oleh Bapak saya dan langsung mampir untuk beli babi kuah kesayangan sayangnya ga ketemu dan jadi beli di tempat alternative dah. Tapi gapapa masih mantap kok rasanya. Pulang ke rumah Solo sudah disambut orang-orang. Kakak saya pulang ke Bogor sorenya dan dari pengalaman kemarin saya sarankan naik bus Rosalia Indah yang menurut saya pelayanannya OK. Tapi ternyata terjadi sedikit masalah dan saya sampai harus datang ke poolnya tapi akhirnya kakak saya bisa juga naik busnya (besoknya sampai di bogornya sangat-sangat telat, padahal baru saya puji pelayanannya, ternyata ada jeleknya juga). Di Solo malemnya tentu saja mengincar siomay babi Gober kesayangan saya, tapi lagi-lagi kurang beruntung saya karena Siomaynya tutup jadilah muter-muter dan akhirnya memutuskan beli sate babi dan rica-rica guk2. Tetap mantap hidangan malam itu. Kontras sate babi yang manis dan sangat empuk dipadukan dengan rica-rica guk2 yang super pedas dan panas. Di Solo banyak ngobrol-ngobrol dengan saudara saya dan ortu tentunya. Ada juga serah terima si HP Dopod 818 tercinta yang saya hibahkan ke saudara saya karena sudah tidak saya pakai.
besok siangnya saya ke Jogja karena harus mengirim motor ke Jakarta (saya beli motor dari teman, sudah murah, kredit pula..ha3). Sampai di Jogja agak kesiangan dan disambut hujan. Sebelumnya tanya dulu ke pengiriman motor dekat stasiun Lempuyangan. Ternyata cuma 200rb, jauh di bawah perkiraan saya. Setelah main ke kampus TIP. Saya sebelumnya memutuskan untuk kirim motornya besok sore saja, biar sekalian ada yang ngambil. Di kampus ketemu teman-teman lama di kantin, ketemu juga dengan teman-teman seangkatan yang belum lulu dan sedang berjuang, dan kemudian tentu saja naik ke Lab kesayangan yang sudah membesarkan saya, lab ANSIS. Dan ketemu dengan Pak Marji, penjaga Lab yang sudah memberikan saya banyak kesempatan, terlalu banyak bahkan untuk ngilmu di Lab itu. Senang bisa ngobrol-ngobrol biarpun singkat.
Saya sudah janjian dengan adik-adik saya juga setelah itu mau makan bersama. Di tempat yang sangat OK dan sangat saya rindukan. LS(Lima Serangkai) rumah makan Batak yang menurut saya paling enak di Jogja. Niatnya makan gila-gilaan, tapi ternyata adik-adik saya tidak terlalu nafsu jadi saya urungkan niat untuk gila-gilaan, ngobrol singkat lagi dan update informasi sedikt-sedikit dari mereka. Entah kenapa memang makanan di LS ini kurang istimewa dibanding sebelumnya, seperti ada yang kurang, tapi tetap nikmat sih, secara babi gitu.
Malemnya sudah saya rencanakan juga main sama Eri, tempatnya belum dtentukan tapi akhirnya dipilih Kalimilk. Saya sih ikut saja, yang penting maen bareng dan ternyata ada tambahan tiga anak muda Belina, Tika dan Mona. Mulailah cerita-cerita ga jelas dengan obyek ceng2an utama Belina yang akhirnya takut pulang sendiri dan minta ditemenin karena rumahnya di jalan Kaliurang km atas. Rame dan seru ngobrol bersama mereka. Setelah nganter Belina sampai rumah kita lanjut (Saya, Andre dan Eri) mau foto-foto di tugu Jogja. Sebelumnya maem dulu di Gudeg Mirota Gejayan sambil nunggu Tia datang. Stelah itu berangkat foto-foto ga jelas, dari Tugu lalu pindah ke Kantor Pos dan akhirnya kita menyerah dan berakhir di Raminten. Lumayan bisa leyeh2 di rumah makan suasana Jawa Banget ini, untung buka 24 jam. Kita duduk-duduk disitu sampai agak pagi dan akhirnya pulang ke tempat masing-masing.
Hari terakhir kegiatannya minimalis, rencana awal paginya mau renang bersama, tapi batal karena kolam renangnya dipake. Jadilah wisata kuliner terakhir di Bakmi Pangsit Medan, seperti biasa makan porsi besar 1 dan porsi kecil 1. Setelah itu tinggal siap-siap pulang ke Bogor, ambil oleh-oleh di Mas Anggi, kirim motor dulu sebelumnya, packing, dan berangkat. Kali ini jalan pulang naik Safari Dharma Raya, jadi lewat jalur utara, tiketnya lebih murah dan ternyata interior busnya mirip, fasilitas juga kurang lebih sama. Menarik karena saya sebelumnya saya belum pernah naek bus jalur utara dan ternyata lewat jalur Jatek saya dulu di daerah Ngadirejo, jadi kangen suasana jatek bersama Cici, Tia dan Yudhis. Banyak tidur di jalan pulang karena sadar besok harus masuk kerja. Saya masuk Bogor sekitar pukul 6 pagi, mantep juga busnya, masuk ke kost sekitar am 6.30 lah, istirahat sebentar, ngantor dah..Bye liburan. Sangat menyenangkan refreshingnya. Kapan-kapan lagi ya, terimakasih Tuhan masih diberi kesempatan untuk menikmati segala sesuatunya dan saya masih bisa bersyukur atas segala yang “sederhana” ini.

Categories: , , , , , , , ,

Monday, June 27, 2011

Cari Kost (lagi)

Setelah cerita sebelumnya mengenai cukup ribetnya saya dalam memilih kost saat akan bekerja di Bogor, ternyata 4 bulan setelahnya saya akan pindah kantor ke Jakarta. Tepatnya di Kawasan Industri Pulogadung, di Jalan Rawabali. Karena itu, saya pastinya akan mencari kost lagi dan sekarang di daerah Rawamangun sepertinya.

Tentu saja sebelum langsung jalan-jalan untuk mencari kost, saya survei dulu, bertanya ke beberapa teman yang dari Jakarta ataupun bekerja di Jakarta terutama yang di Pulogadung. Dari beberapa percakapan saya rasa yang paling sesuai buat saya adalah kost di daerah Rawamangun, tidak terlalu jauh, daerahnya cukup aman dan rentang harganya masih lumayan.
Saya lanjutkan survei saya dengan bertanya ke teman-teman yang mungkin tahu daerah Rawamangun. Dapet beberapa info dan usulan, tapi yang terutama adalah dapet temen buat nemenin nyari karena saya buta sama sekali daerah di Jakarta. Akhirnya saya dapet 3 teman untuk menemani, Yuri, Gaby dan Mas Anjar.
Dan akhirnya tibalah hari-H saat saya akan mencari kost-an. Begini rencananya, saya akan ketemuan sama Yuri (rumah di Tebet) di Kampung Melayu, saya naik KRL dari Bogor, berhenti di stasiun Tebet, naek angkot sekali ke terminal Kampung Melayu. Setelah itu naik lagi angkot dari Kampung Melayu tujuan Pulogadung yang akan lewat daerah Rawamangun dan kita janjian dengan Gaby dan Mas Anjar di Arion Mall supaya gampang.
Dan dimulailah perjalanan saya dari kost-an di Bogor. Naek angkot 03 ke stasiun. Lanjut liat-liat jadwal KRL dan dapet paling deket Ekonomi AC. Langsung naik dan ga lama kemudian berangkat. Sebenernya dapet tempat duduk tuh di KRL, tapi karena saya ga inget stasiun Tebet thu kayak apa dan setelah stasiun apa dan dari tempat duduk saya ga bisa liat penunjuk Nama Stasiun, akhirnya setelah beberapa waktu saya mengalah untuk berdiri dan dapat dengan leluasa melihat sekitar dan mengamati dah sampai di stasiun mana. Setelah berdiri cukup lama, akhirnya sampai juga di Stasiun Tebet, dan disinilah kesalahan saya terjadi. Dari pesan teman saya, saya diminta naik angkot 44 arah kampung melayu dari Seberang Rel. Saat itu di "seberang rel" saya lihat ada angkot no44 dan saya lihat sekitar cuma ada angkot arah itu, dengan PD tingkat tinggi saya naik tanpa tanya2. Dan jadilah ternyata saya salah arah, angkotnya justru yang ke arah lain, bukan Kampung Melayu, saya sadar setelah dicari-cari Yuri, dibilang kok lama dan ternyata saat saya bilang sekarang macet di daerah Casablanca (sok tahu dari papan2 di jalan), saya sadar juga akhirnya. Setelah melihat situasi sesaat, saya akhirnya turun dari angkot dan menyebrang jalan, naek angkot 44 lagi yang sekarang dipastikan ke arah Kampung Melayu. Yang kurang OK lagi adalah, daerah yang saya lewati tadi macet parah, dan karena saya harus lewat situ lagi, jadilah saya membuang-buang waktu dengan kena macet 2 kali di tempat yang sama.
Singkatnya (padahal lama banget di angkot dan panas lagi) saya sampe di Kampung Melayu dan menuju halte Busway tempat janjian dengan teman saya. Dan inilah pertama kali saya lihat Kampung Melayu (terminalnya). Asli Kaget karena tampak seperti pengkolan tempat mangkal saja, ga jelas bentuknya sebagai terminal, padahal namanya kan cukup terkenal.
Saya akhirnya bertemu Yuri yang sudah menunggu sekian lama, tapi dengan kesabaran luar biasa tetap bisa menyambut saya dengan senyum dan terutama ketawa. Kita lanjut naik angkot menuju Arion Mall, kali ini lancar tanpa halangan dan sampailah kita di tempat tujuan. Sampai di Arion kita cukup mudah ketemu Gaby dan Mas Anjar yang sudah sampai disana. Gaby mengusulkan perubahan rencana, jadi yang perlu muter2 nyari kost saya dan Yuri saja, naik motor mas Anjar, dan mereka akan menunggu di Arion (baek banget ya mereka, jauh2 dari Bintara padahal). Sambil Gaby juga memberikan sedikit perkiraan spot2 kost2an yang dia tahu di daerah Rawamangun.
Dan dimulailah petualangan muter2 daerah Rawamangun dengan motor. Yuri juga sebenarnya tidak terlalu tahu daerah situ, tapi lumayanlah daripada saya. Spot pertama kita dari usul Yuri adalah di daerah Puloasem, lumayan gampang ketemu tempatnya tapi agak susah cari rumah yang menyediakan kost, karena kebanyakan tidak memerikan tanda "Terima Kost". Akhirnya setelah tanya-tanya ke orang sekitar dan hansip, kami ketemu beberapa rumah kost, tapi belum OK juga, karena ternyata banyaknya untuk karyawat-"I". Waktu ketemu untuk cowok, ternyata sedang penuh, untungnya penjaga kostnya cukup baik dan mengarahkan pada ibu-ibu yang lain yang ternyata juga punya kost dan ada kamar kosong meskipun masih harus menunggu orangnya pindah terlebih dahulu.
Kost milik ibu itu lumayan sebenarnya, di Puloasem 6 nmr26. Luasnya cukup, rumahnya bersih, dapet balkon dan sudah cuci gosok dengan harga 600rb perbulan. Yang kurang dari kost itu adalah kamar mandinya, kurang OK, dan beberapa bagian rumahnya seperti tidak terawat, setelah meminta kontak si ibu, saya lanju lagi cari-cari daerah situ, dan belum dapet juga.
Kita akhirnya memutuskan untuk pindah daerah. Sekarang kami mencari di daerah dekat Gereja HKBP, disitu kostnya masuk-masuk ke gang kecil dan lumayan banyak yang kosong ternyata, tapi posisi kamarnya aneh-aneh, suasana lingkungannya terlihat sumpek agak kumuh. Daerah ini kurang saya sukai. Jadi kami lanjut lagi, seharusnya jadi daerah terakhir yang ada di list kami, di jalan Pemuda, Wisma Pertamina. Dan setelah muter2 ternyata kami tidak ketemu jalan kesana, jadi diputuskan untuk pulang saja ke Arion karena ternyata juga sudah cukup sore dan saya masih harus naik KRL ke Bogor.
Selama jalan naek motor, saya dengan cepat "menyesuaikan diri" dengan pengendara motor lain di Jakarta, saat lampu merah di depan lampu, siap-siap tancap secepatnya, belok kemana-kemana dan agak seenaknya, terutama karena saya belum tahu saya sempat melanggar lampu merah 2 kali (!-_-). Sempat beberapa kali membahayakan Yuri dan motor mulus mas Anjar (motornya masih gress, baru beli), tapi bersyukur masih dianugerahi keselamatan hari itu.
Setelah itu saya makan dulu di KFC dengan Yuri dan ternyata baru tahu paket SuperDouble kesayangan sudah habis masa promonya, padahal itu paket paling memuaskan. Jadilah saya dengan paket andalan Oriental Bento, Deluxe Burger dan Mocca Float. Ngobrol2 sambil menunggu waktu untuk ngepasin jadwal kereta.
Kita naik angkot yang tadi lagi, arah Kampung Melayu dan dari situ sekarang naek bajaj, biar sekalian Yuri bisa sampai rumah dan saya turun langsung di stasiun. Untung dapet kereta yang pas dan pulang Bogor dengan aman. Capek dan belum dapet kost yang saya mau. Rencana sih akan ke Jakarta lagi buat nyari.
Tapi akhirnya saya malas dan memutuskan untuk nge-tag kost Puloasem 26 yang paling mending itu. Untung ibu nya kooperatif dan saya bisa pesan tanpa uang muka dulu cukup lansung datang saat akan pindahan.
Di hari terakhir sebelum pindahan saya telpon untuk memastikan dan ternyata orang yang harusnya pindah dari kamar yang akan saya tempati tidak mau pindah dan saya ditawari kamar lain yang lebih besar dan belum saya lihat kemarin. Karena sudah mepet terpaksa saya terima, mau gimana lagi, daripada ga dapet kost, soalnya memang sudah waktu pindah saya.
Saat pindahan saya dijemput di Pulogadung oleh Gaby, Mas Anjar dan Tia. Setelah sesaat lupa jalan kekost, untung bisa ketemu dan masuk kost saya kaget, terpana, kagum, heran, takjub saat melihat kamar yang dibilang si Ibu "agak" besar itu. Kamarnya sendiri ukuran 4x4 dan kamar mandi dalamnya sekitar 1,5x4 juga. Kamrnya sangat luas dan lumayan sudah ada meja, kursi, dua lemari dan tempat tidur.
Setelah ditempati kostnya lumayan kok, kamar mandi dalamnya cukup bersih dan OK juga ternyata untuk jarak ke kantor cuma 10 menit jalan sangat santai dengan motor, irit dan nyaman dah.
Sementara ini cukup puas lah dengan kost ini, orangnya juga tidak terlalu banyak (3 orang) jadi kemungkinan tidak ada masalah cucian tertukar dan kesunyian terjamin.
Lagi-lagi thanks God untuk berkatmu ini.

Categories: , , , , , , , ,

Pangandaran -- PLF Department Gathering

Sekedar catetan perjalanan saja tentang Gathering Departemen tempat saya kerja di PLF, PT Nutrifood Indonesia. Gathering ini harusnya diikuti oleh 110 orang karyawan gudang termasuk saya, tapi yang berangkat hanya sekitar 80-an orang. Tujuan kita pasti yaitu wilayah Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia.
Gathering memang merupakan acara tahunan di perusahaan kami dan dilakukan biasanya per-departemen. Tahun ini kami memilih destinasi Pangandaran, mungkin karena anak-anak bosan dengan suasana puncak atau pantai yang dekat-dekat. Untuk membuat rencana gathering ini tidak mudah sama sekali. Dengan luar biasanya setelah terbentuk panitia dan penentuan tempat tujuan, ada tim yang mensurvei langsung ke Pangandaran. Luar biasa, dari situ langsung ditentukan mau memakai wisma/hotel mana dan penentuan jadwal kegitan mau apa saja selama di Pangandaran nantinya. Juga proses perijinan tidak mudah dan dibutuhkan usaha keras dari setiap pihak untuk departemen kami bisa pergi pada akhirnya. Ini dikarenakan departemen kami (PLF – Plant Logistic Finished Goods) yang mengurusi semua persiapan pengriman produk perusahaan kami, jadi kalau kami ibur tentu saja setiap kegiatan order juga akan berhenti. Ini harus diinfokan jauh hari sebelum rencana keberangkatan yang direncanakan cuma 2 minggu sebelumnya.
Mari kita mulai dari keberangkatan, untuk menyesuaikan dengan order terakhir kita rencana berangkat dari Ciawi – Bogor jam 1 dinihari. Saya, Mba Hesti dan Ci Karen rencana berangkat bersama dari kost-an kami yang berdekatan di Jalan Riau – Bogor. Rencana kita bertemu sekitar jam 12 dan kemudian naik angkot 01 seperti biasa (angkot di Bogor beroperasi 24jam). Disini saya sudah mengalami kejadian unik pertama (mari kita sebut “unik” saja ya). Saya menunggu jam 12 dengan main ke tempat kost teman saya Dito, masih di jalan Riau, sekalian membahas suatu rencana yang kita punya. Tidak sadar ternyata tiba-tiba sudah jam 23.30, saya segera pamit untuk pulang karena masih harus mengambil tas dulu di kost. Saat sampai depan kost Dito ternyata pintu gerbangnya sudah ditutup, dan ibu kost yang memegang kunci gerbangnya sudah tidur. Ditambah lagi BBM saya bunyi terus karena ternyata Mba Hesti dan Ci Karen sudah ditelpon teman-teman gudang yang bilang mereka sudah siap berangkat dan hanya menunggu kita saja. Tidak ada jalan lain, supaya cepat saya harus loncat pager sepertinya. Dan akhirnya saya memang loncat pager kost Dito yang lumayan tinggi, untung orang-orang yang ronda sudah cukup akrab dengan muka saya yang memang anak kost daerah situ, kalo ngga gerak-gerik saya memang "sangat mirip" maling.
Lanjut dah, dengan luar biasanya saya bisa ketemu mba Hesti dan ci Karen. Kita langsung ke tempat nunggu angkot, dan telpon terus datang bertubi-tubi, tapi dengan luar biasanya juga angkot 01 belum ada yang lewat, mungkin sekitar 10-15 menit kita menunggu, sampai akhirnya ada juga angkotnya. Langsung lari-larian saat sampai kantor dan disambut dengan penuh keceriaan oleh teman-teman yang semuanya sudah duduk manis di dalam bus. Saya, Mba Hesti dan Ci Karen mendapat tempat duduk persis di belakang supir, tempat favorit saya karena saya memiliki naluri kernet yang cukup tinggi (susah tidur di perjalanan, senang lihat-lihat jalan dan sekitarnya).
Rombongan kami terdiri dari dua bus. Lumayan lah kondisinya, bukan bus yang mulus-mulus kelas super executive nya OBL sih, tapi cukupan lah, sudah ber-AC juga kok. Sopir saya (*mohon maaf) sudah agak tua, dan ini juga yang menyebabkan saya jadi waspada. Saya niat awalnya mau tidur di perjalanan, karena seharian ada kegiatan terus dan belum istirahat. Tapi melihat gelagat aneh dari sopirnya, saya memutuskan untuk mengawasi dulu sesaat.
Kejadian unik selanjutnya yang kemudian bahkan membuat saya memilih untuk terjaga lebih lama adalah saat saya melihat Pak Sopir gagal meraih tuas perseneling. Memang sih kondisi gelap karena semua lampu dimatikan. Tapi menurut saya sudah seharusnya sopir menguasai penuh kendaraannya. Dan dari gelagat itu pun saya putuskan untuk mengawasi lebih lanjut sepak terjang Pak Sopir (*akhirnya dapet info nama beliau Pak Hambali).
Dan akhirnya kejadian unik yang membuat saya memutuskan untuk terjaga sebisa saya adalah saat masih di tol Bogor, bus yang kami tumpangi sempat hamper menabrak mobil, memang sih itu lebih karena kesalahan si mobil, tapi melihat cara penanganan dari Pak Sopir yang hampir-hampir tidak bisa mengerem dan mengendalikan laju bus, saya jadi semakin khawatir. Banyak-banyak berdoa deh habis itu.
Selanjutnya menyusul kejadian-kejadian lain yang membuat kami semua (penumpang bus, sekitar 40 orang) jadi sport jantung setiap saat. Mulai dari berhenti mendadak, seperti tidak tahu jalan, hampir menabrak pembatas jalan, seperti kurang awas terhadap obyek disamping-samping dan banyak lagi. Kejadian unik yang paling akan diingat mungkin ada dua lagi. Yang satu saat kami sudah di jalan menuju Bandung, ada suatu jalan yang di tengahnya diberi pembatas jalan, dari plastic tebal, sepertinya di beton di bagian bawah dan berwarna orange menyala, tiba-tiba truck di depan kami menyerempet pembatas itu dan membuatnya terlempar ke sisi lain jalan, dan disisi lain jalan umpan tersebut disambut dengan ceria oleh bus yang berjalan di arah yang berlawanan dengan kecepatan cukup tinggi sehingga menyebabkan pembatas itu terlempar kea rah bus kami. Ini murni bukan kesalahan supir kami, dan justru ini momen yang agak kasihan buat mereka. Pembatas itu terlempar dengan semangat kea rah bus kami, dan saya yang duduk di belakang sopir, dengan pandangan sempurna yang tidak terhalang apapun, melihat dengan jelas proses situ seperti di gerakan lambat, biarpun sering melihat dan bahkan melakukannya di game-game balap, tapi di kejadian nyata ini sangat seram, untunglah pembatas itu tidak terpental ke atas, jadi hanya mengenai lampu kanan bus kami, tidak terbayang bila lebih ke atas lagi pastinya akan mengenai kaca bus dan memecahkannya dengan mudah.
Kejadian unik yang selanjutnya, menurut saya paling istimewa dari balada perjalanan ini. Masih di jalan daerah Bandung itu, sepertinya sudah ke agak arah Garut, di daerah jalan yang tengah-tengahnya banyak putaran jalan (yang di blok semen dan diisi dengan rerumputan itu lho..). Seperti yang saya bilang sebelumnya Pak Sopir kami seperti sudah kurang awas dengan obyek di samping-sampingnya, dan itu menjadi nyata dengan kejadian ini. Jadi, di suatu jalan yang ada putarannya itu, sopir kami menabrak putaran jalan itu, yang cukup tinggi, dengan kecepatan yang lumayan, dan itu membuat bus kami sempat melayang sebelum terhempas kembali ke aspal dengan keras, untungnya masih dalam keadaan tegak berdiri di posisi yang benar. Saat kejadian itu, lagi-lagi saya dalam posisi bebas tidak terhalang apapun, dan melihat semuanya dengan jelas dan seperti gerak lambat. Saya agak bingung mau menggambarkan, tapi pokoknya dalam momen itu terekam jelas selama beberapa detik kejadian, saya ingat detil lokasi saat itu bentuknya seperti apa dan bagaimana urutannya. Kejadian ini membuat seisi bus langsung terdiam, keliatannya pada memilih untuk banyak-banyak berdoa setelah itu.
Kejadian unik lain yang juga bisa dijadikan pelajaran untuk teman-teman yang merencanakan wisata, hati-hati memilih hari wisata. Seperti yang kami lakukan, antisipasi sudah dilakukan, tapi tetap belum cukup. Rombongan kami terkena macet parah, selain karena lalu lintas yang ramai juga karena selama di jalan sempat terjadi beberapa kecelakaan yang memperparah kondisi jalan. Ada yang container terbalik, bus terbakar dan sisa tabrakan bus yang belum bisa disingkirkan dari jalan. Direncanakan kami akan sampai Ciamis sekitar pukul 5-6 pagi dan mengambil makanan di tempat salah seorang kerabat karyawan gudang. Percayakah anda jam 7-8 pagi kami masih terjebak macet di Malangbong? Bahkan kami semua sempat berhenti sama sekali lumayan lama, semua teman di bus keluar untuk kencing, jalan-jalan. Dan ini yang saya pandang luar biasa dari teman-teman di PLF. Tidak ada keluhan dari mereka, semuanya ceria, semangat, tetap ketawa-ketawa berusaha mengisi waktu dengan becanda, ngobrol, nyanyi-nyanyi, foto-foto dan main kartu. Tidak ada keluhan dari mereka padahal belum sarapan, semuanya saling ceria dan menikmati perjalanan. Menurut saya itu sangat luar biasa. Buat mereka ya "ini sudah gathering dan mereka menikmati itu". Sampai terharu saya.
Akhirnya kami sampai juga di Ciamis, dan bisa makan pagi di siang hari sekitar jam 1 siang. Dan teman-teman tetap ceria. Sempat ada yang nyeletuk lucu saat melewati suatu plang jalan di ciamis yang bertuliskan Ciawi. Kami yang berangkat dari Ciawi – Bogor jadi seperti tidak merasa pergi kemana-kemana karena melihat plang Ciawi lagi, tapi ini Ciawi yang di Ciamis kok. Setelah makan dan istirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan lagi. Perjalanan berlangsung normal dan begitu saja, mungkin dah terbiasa dengan gaya menyetir si Pak Sopir akhirnya. Dan kami sampai di Pantai Pangandaran pada pukul 5 sore (akhirnya…!!!).
Begitu sampai kita istirahat sebentar dan tentu saja karena nafsu yang sudah menggebu untuk jalan-jalan di pantai langsung memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu sebelum makan karena ternyata makanan kami sudah disiapkan di meja prasmanan. Saya jalan berempat bersama Ci Karen, Mba Hesti dan Yuli. Tentu saja saya bawa si 350D kesayangan sambil cari-cari obyek. Baru jalan sebentar tiba-tiba Ci Karen ditelepon panitia yang bilang bahwa anak-anak baru mau mulai makan kalau dibuka oleh Cici. Jadilah kami kembali ke wisma dan makan malam dengan ceria, meskipun buat beberapa orang kurang ceria sih karena kehabisan makanan, ternyata makanan yang disiapkan tidak cukup untuk nafsu makan kami. Jadilah mereka harus menunggu sampai tambahan makanan datang.
Akhirnya baru benar-benar waktu bebas kita hampir semuanya memutuskan jalan-jalan dan saya akhirnya memilih main sepeda dengan biaya sewa 15.000 per jam untuk sepeda tandem berdua. Saya naik bersama Ferry dan Alan di sepeda tunggal biasa. Langsung menyusuri pantai, padahal waktu itu sudah mulai gerimis. Jadi posisi saya membawa payung sambil bersepeda. Karena tandem saya memilih duduk di belakang jadi cukup mengayuh saja tidak perlu ikut mengarahkan. Saya sambil membawa kamera di neckstrap dan memayunginya. Dan benar saja akhirnya jadi hujan deras setelah beberapa saat dan kita sudah terlalu jauh dari Losmen. Akhirnya memilih berteduh di tempat penjual bubur ayam. Ferry beli kopi, Alan pengen makan lagi jadi beli bubur ayam. Dan setelah menunggu cukup lama akhirnya saya juga memesan mie ayam di penjual sebelah. Setelah menunggu lagi kami putuskan untuk pulang ke wisma. Saya membungkus kamera saya dengan plastic agar tidak basah. Seru sepedaannya biarpun hujan, kehujanan, basah-basahan, tapi menyenangkan.
Kegiatan setelah pulang ke losmen adalah waktu bebas, kebanyakan menggunakan untuk main kartu dan ngobrol. Saya memilih untuk cari-cari obyek foto saja disekitar losmen. Begitu agak malem mulailah rencana acara bakar-bakaran. Ternyata responnya kurang OK, hanya sedikit yang berminat untuk bakar-bakaran. Saya sih semangat, ikut bakar-bakaran pasti dan karena yang ikut sedikit tentu saja jadinya dapat bagian yang sangat banyak. Jadilah hari itu makan sangat banyak yang ditutup dengan BBQ ikan dan udang di dini hari. Akhirnya saya tidur di dekitar jam 2 di kamar yang nyaman dan berAC.
Selama di kegiatan ini saya banyak mengajari fotografi dasar memakai DSLR. Murid utama saya yaitu bos saya, Ci Karen yang sangat antusias dan berhasil saya komporin untuk membeli kamera. Yang lain banyak juga tapi kebanyakan hanya sekilas-sekilas saja. Biasa lah ngajarin dari segitiga ekposure dulu. Mainin shutter speed, aperture dan ISO. Juga ngajarin konsep-konsepnya. Senang saya bisa berbagi ilmu sederhana dan terutama bisa ngomporin. Dan overall foto-foto latihan mereka cukup baik.





Kegiatan hari itu seperti yang direncanakan adalah pergi ke cagar alam. Ini sangat menyenangkan. Kita akhirnya menggunakan rute naek perahu dulu. Karena memang jatuhnya lebih murah (sebenarnya ini cara agak curang). Lumayan naek perahu sebentar, dan lihat pemandangan dari laut. Setelah itu sampai di cagar alam dan disambut oleh pemandu bernama Pak Tarno (prok3..dibantu yaa…). Cukup asik karena anak-anak rame dan lucu-lucu. Obyeknya sama kayak jaman saya SMP terakhir ke Pangandaran keliling gua-gua alam dan buatan yang ada disana. Untuk selanjutnya lets photo do the talking….
Siangnya kita langsung siap-siap untuk balik ke Bogor, benar-benar sebentar banget. Bahkan saya ga sempat beli oleh-oleh apapun. Tapi it’s OK lah ga masalah toh saya juga bakal susah mbawain oleh-oleh buat siapa juga. Kita pulang dengan formasi yang sama artinya saya dapet bis dengan sopir yang sama seperti waktu berangkat. Disinilah sebenarnya Pak Sopir yang keliatannya cemberut terus dan pemarah ini justru sempat saya liat percobaan ngelawaknya. Saat absen anak-anak untuk tahu siapa yang sudah naik dan belum, beliau sempat nyeletuk, “Yang belum ada ngacung…” Maksudnya becanda, dan dia ketawa-ketawa sendiri habis itu, saying sekali orang satu bis ga ada yang dengar. Karena saya duduknya depan sendiri jadi denger dan ikut tersenyum mendengar lawakan si Bapak. Kita pulang tetap dengan ketegangan seperti saat berangkat dan waktu tempuh yang juga sangat lama. Akhirnya sampai kost sekitar jam  5 pagi juga dan itupun turun di pertigaan tol Ciawi karena Bis pecah ban disana. Untung sudah sampai disitu.
Banyak pelajaran yang bisa ditarik seperti kalau mau wisata ya pakailah bus pariwisata agar nyaman, pilih waktu yang tepat jangan saat musim libur panjang dan yang paling utama adalah lihat tujuannya, nikmati setiap prosesnya, seharusnya setiap peserta layak untuk bersungut-sungut, tapi saya lihat sama sekali tidak ada yang begitu, semuanya ceria dan saling mengisi dan terlihat puas. Benar-benar 2 hari yang SuperFun.

Categories: , , , , ,

Monday, May 16, 2011

My Gadget List

Mau update koleksi gadget ahh.

Sekarang saya memakai beberapa gadget : Laptop Axioo Neon Series (ga tau seri-nya), modem SMART moding PCMCIA to USB, Harddisk external Hitachi 320GB, Blackberry Curve 8310, Dopod 818pro, dan Canon Eos 350D.
Saya bahas satu-satu ya.





Laptop Axioo Neon saya spesifikasinya standar : Processor Intel Core2Dua T6500 @2,1 GHz, 2 Gb DDR2 RAM, 250 Gb HDD, VGA Sis Mirage 3. Saat ini terinstall dual booting Windows XP SP3 dengan moding SevenMizer dan Ubuntu 11.04 clean install, belum ada mod apa-apa, karena baru upgrade dari 10.10. Keduanya berbagi partisi dengan tidak adil. Ubuntu saya kasih 30Gb untuk semua sistemnya dan si XP dapet sisanya. Dengan pertimbangan si Ubuntu dapat dengan mudah mengakses area si XP sementara si XP ga bisa mengakses si Ubuntu. Jadi keseluruhan ada 3 partisi : satu instalasi Ubuntu, satu instalasi XP dan satu untuk drive data-data. Software-software di windows juga standar. Untuk tambahan moding tampilan saya menggunakan RainMeter versi 2 dengan skin utama ABP, tampilan simple minimalist dan berusaha fungsional menggunakan berbagai fasilitas RainMeter untuk menjangkau keseluruhan fungsi Windows dari Desktop saja. Software lain seperti komputer-komputer terdahulu saya ada game-game wajib kesayangan DotA,CS, NFS, GTA, HackerEvolution dan sekarang bertambah AngryBirds, untuk software programming juga bertambah karena sekarang sedang belajar RubyonRails saya install Rails juga selain XAMPP, Mp3 player setia menggunakan ITunes, Aplikasi desain ada Google SketchUp, AutoCAD 2002 (kuno bgt!!), Corel Draw X3, Photoshop CS3 dan Flash CS5, Browser yang saya gunakan sekarang Google Chrome, pemutar Video paling sering saya gunakan GOM, Media Player Classic dan VLC sebagai cadangan. Aplikasi lain untuk pemodelan sistem saya gunakan Rockwell Arena dan PowerSIM. Yang lain-lain semacam Skype, YM, GoogleTalk, Picasa, Lightroom, IDM, SMADAV. Performa lumayanlah, yang jelas untuk kerja lama-lam cukup tahan, saya juga cukup kaget, padahal merk nya Axioo tapi durability nya OK.
Untuk koneksi internet saya menggunakan SMART EVDO. Dulu saya pakai paket yang bulanan 75rb, itu sudah cukuplah buat ngenet2 dan download yang ringan-ringan, tapi sejak tarifnya berubah per 1 mei kemarin saya pakai paket harian kalau perlu saja (!miskin!), dengan kecepatan lebih lambat lagi. Modemnya saya beli di Kaskus, hasil modif dari modem PCMCIA ke USB, untuk ketahanan penggunaan sangat OK, sinyal bagus, tidak cepat panas, stabil juga, tapi dia agak ringkih, pernah ngadat beberapa hari karena saya bawa di tas dan sepertinya terbentur-bentur, jadi error habis itu, tapi dengan "treatment" istimewa bisa bener lagi kok.
Selanjutnya Harddisk external kesayangan Hitachi 320Gb, setia menampung koleksi Film Korea saya yang semakin bertambah. Ni harddisk saya bilang agak ringkih dan manja, belum juga setahun usianya dan mengeluarkan bunyi-bunyian aneh dan juga sangat peka terhadap kemiringan, kalau ditempatkan di posisi yang agak miring kadang-kadang jadi error tidak mau beroperasi. tapi tidak pernah fatal sih kesalahannya, masih sangat berguna di segala situasi dan kondisi.
Lanjut dengan 2 HP setia saya Blackberry 8310 dan Dopod 818pro. Dua-duanya kuno banget ya? tapi masih sangat fungsional kok. Blackberry nya jelas khusus untuk BBMan saja dan kirim SMS massal tiap pagi karena saya membuat grouping nya disini dan BB cukup Ok dalam kirim sms massal gini, jarang errornya kok dibanding WinMo saya dulu. Secara fasilitas lain, hampir ga pernah saya pakai si BB, cuma diganti pakai themes kaskus, tambah software Alkitab, sudah. Sementara si Dopod sedang menunggu waktu pelimpahan ke saudara saya. Fungsi masih sangat-sangat OK, touchscreen nya masih enak juga, saya selalu bawa-bawa kalo sedang jalan kemana-mana. Sudah ada peta busway dan jalur KRL jadi sangat memudahkan info apa2. Juga game-game lama kesayangan masih lengkap disini, sangat menghibur buat di jalan. Dan buat baca ebook juga masih sangat OK. Bener-bener fungsional dah.
Yang terakhir gadget terbaru saya, biarpun belinya second juga (barang2 di atas beli 2nd semua, bahkan HD external..ha3). Canon EOS 350 D. Kamera lama, saya dapet dari Kaskus dengan harga lumayan murah, jadinya langsung bisa belu lensa tambahan dah, jadi sekarang punya kit 18-55 sama fix lens 50 mm yang 1,8. Semuanya fungsional biar ada error2 dikit lah, tapi masih bisa digunakan dengan baik dan hasilnya memuaskan sampai saat ini.

Itu teman-teman setia saya sekarang, yang masuk wishlist habis ini : lensa 75-300mm, Ipod Touch 4Gen 8Gb atau Galaxy Mini. Wishlist lama yang belum kesampean ya jelas si Galaxy Tab fullpack..hahahaha

But most of all.. Thanks GOD for letting me have this very functional gadget, ga ada waste nya..hehehe

Categories: , , , , , , , , , , ,

Saturday, April 30, 2011

Perjuangan Menemukan Lagu Easy Listening

Beberapa hari yang lalu (udah agak lama sih, seminggu lebih yang pasti), saya memiliki rencana besar, sangat-sangat besar (lebay...) untuk merestrukturisasi playlist di ITunes saya. FYI saja, playlist saya banyak berisi tentu saja lagu-lagu favorit saya beraliran rock alternatif, agak punk, agak funk, agak metal dan agak britpop juga. Contoh band-band yang banyak muncul di playlist saya : MyChemicalRomance, NOFX, RANCID, Keane, Linkin Park, Coldplay, Paramore, SupermanisDead, Greenday, SimplePlan, Blink182, Muse, Creed, AlterBridge dan lain-lain.
Sebenarnya saya suka-suka saja sama lagu itu (ya jelaslah, sudah seharusnya), tapi ada suatu waktu yang saya pikir akan lebih sesuai bila playlist saya berisi lagu yang easy listening. Apa itu easy listening? Menurut Om Wikipedia :
Easy listening is a broad style of popular music and radio format that emerged in the 1960s, evolving out of big band music, and related to MOR (middle-of-the-road) music as played on many AM radio stations. It encompasses the exotica, beautiful music, light music, lounge music, ambient music, and space age pop genres. [1] The range of lounge music encompasses soft rock music-influenced instrumentals, modern electronica (with chillout, nu-jazz and downtempo influences), while remaining thematically focused on its retro-space-age cultural elements.
Beberapa lagu di playlist saya bisa dinyatakan secara umum dan pribadi sebagai lagu yang tidak easy listening. Itulah yang membuat perjuangan restrukturisasi saya dimulai.

Usaha yang saya lakukan ada dua bagian besar yaitu tanya di Google dan kemudian diarahkan ke Yahoo Answer dan yang kedua adalah search di forum kesayangan saya Kaskus dong. Ternyata cukup menghabiskan waktu juga, sekitar 3 jam mungkin saya search kemana-mana, coba-coba download, trial error lah.

Setelah perjuangan itu akhirnya saya berhasil membuat playlist baru, yang menurut saya easy listening karena lagi-lagi saya belajar bahwa easy listening juga relatif untuk setiap orang, karena toh yang akan menikmati playlist saya ini saya pribadi dan paling maksimal yang denger tetangga kost atau teman kantor, saya dengan yakin menyatakan "Playlist saya sudah Easy Listening".

Dan inilah daftar lagu easy listening menurut saya :
  1. Belle of Boulevard (acoustic) -- Dashboard Conventional
  2. Hands Down (acoustic) -- Dashboard Conventional
  3. Pada Waktunya -- Ivan Handojo
  4. Cayman Island -- Kings of Convenience
  5. Champagne Supernova --Oasis
  6. Stop and Stare (acoustic) -- One Republic
  7. Ternyata Cinta --Padi
  8. The Shadows Prove The Sunshine -- Switchfoot
  9. Island in the Sun -- Weezer
  10. I'm Going Home -- Chris Dougherty
  11. Stolen (piano acoustic) -- Dashboard Conventional
  12. The Man Who Can't be Moved -- The Script
  13. Saat Aku Lanjut Usia -- Sheila on7
  14. Pieces -- Sum41
  15. I Miss You -- Blink182
  16. Fall for You -- Secondhand Serenade
  17. Dare You to Move -- Switchfoot
  18. Everybody's Changing -- Keane
  19. Bunga -- Naff
  20. Signal Fire -- Snow Patrol
  21. Your Guardian Angel -- The Red Jumpsuit Apparatus
  22. Setia -- Crossbottom
  23. Endlessly -- Muse
  24. Yellow -- Coldplay
  25. One Last Breath -- Creed
  26. Everything -- Lifehouse
Mantap kan??? Itulah lagu easy listening buat saya.

Categories: , , , , , , ,

Sunday, April 10, 2011

Indah Pada WaktuNya

Salah satu kalimat yang sering saya nyatakan, bahkan jadi tagline di header blog saya sekarang. Segala sesuatu indah pada waktunya -- the Best is Yet to Come. Salah satu pengalaman yang saya ingat dari kata-kata ini (sama sekali bukan pengalan rohani..hi3). Pengalaman itu adalah waktu lagi baca-baca buku biodata anggota PMK Teknologi Pertanian UGM. Saya lagi baca di bagian angkatan 2005 dan saya mengenali suatu bagian yang "aneh". Salah satu bagian dari biodata itu selain nama, tempat tanggal lahir, hobi, dll adalah kolom kata-kata favorit, kata-kata pegangan atau ayat pegangan. Dan yang saya sebut "aneh" adalah saya lihat ada dua anak angkatan 2005 yang memiliki kata favorit sama. Dua-duanya wanita dan berasal dari sekolah/SMA yang sama. Kata favorit mereka adalah "segala sesuatu indah pada waktu Nya". Dengan becandaan saya simpulkan bahwa " wah ini pasti kehidupan di SMA mereka kejam, sampai2 kata favortinya sama gini". Teman-teman yang lagi bersama-sama melihat buku itu juga ikut tertawa-tawa.
Trus kenapa sekarang itu bahkan jadi tagline Blog saya? Apakah saya sedang "menderita" ?
Hmmmm. Sebut saja relatif, tergantung dari cara pandang saja. Kalau dari cara pandang saya tentu saja tidak. Saya kan lagi mengembangkan, memperkatakan dan menyatakan cara pandang positif, jadi ga mungkin saya akan menganggap keadaan saya sekarang adalah "penderitaan".
Ini merupakan salah satu kata andalan saya untuk menghadapi, menggantikan pikiran negatif di hidup saya. Saya kasih contoh ya :

  • Masa-masa garap skripsi, pernah mentok sama sekali, dosen pembimbing juga seakan sudah kesusahan mau membantu saya dalam pengerjaan, si negatif datang "susah banget ya, ga bakal selesai-selesai tuch, kamu thu gini, gitu, dll.dll.." Saya perkatakan kalimat "itu" dan saya tetap berusaha mengerjakan, tetap berusaha menghadap dosen meski hasilnya jelek, dll.
  • Masa-masa cari kerja, waktu itu saya gagal berkali-kali, hampir semuanya setelah sesi wawancara, padahal saya merasa cukup OK saat diwawancara, tidak kaku, grogi, dll. Tapi gagal terus. Si negatif datang dan menyerang "wah, kapan bakal dapat kerja kamu kalo gitu, ada yang salah banget dari dirimu, kamu parah banget, dll, dll.." Saya tetap perkatakan kalimat "itu", dan saya bisa menyingkirkan pikiran negatif, menggantinya dengan semangat dan kepercayaan penuh pada Tuhan.
  • Masa-masa kerja, harus diakui saya memang agak lambat beradaptasi, kurang kepenakan, banyak segan dan canggung di kerjaan. Bahkan suatu hari saya membuat kesalahan fatal yang berdampak sistemik nyampe kemana-kemana. Si negatif beraksi "kamu bodoh banget, dah lambat, bikin salah fatal lagi, ngerepotin orang-orang, bener-bener harusnya ga disini, ga berguna, malah ngerusak saja" Berat, tapi saya tetap berusaha berpikir kalimat "itu", dan saya justru mendapat dukungan dari atasan, orang -orang yang jadi repot karena saya bahkan, belajar banyak hal baru, dan terus menerus di asah dari situ.
  • Masa-masa tanpa komputer, karena masalah keluarga, waktu kelas 3SMA komputer saya terpaksa dijual karena digunakan untuk kebutuhan lain, saya yang sangat suka komputer tidak memiliki komputer, apalagi setelah itu kuliah, saya bayangkan gimana garap tugas-tugas tanpa komputer, dll. Saya minta terus sama Tuhan, ga dikasih-dikasih, baru pada tahun ke4 kuliah atau semester 7 saya dapat komputer, selam itu sebelumnya banyak pikiran negatif yang menyerang, saya tetap lagi-lagi berpegang pada kalimat "itu", dan saat dilihat sekarang segala sesuatunya terlihat begitu baiknya, saking baiknya saya sampai bingung dengan jalan yang dirangkai Tuhan untuk saya begitu istimewanya.
  • Masa-masa gagal dalam mencari pasangan hidup, dua kali semasa kuliah, mau dibilang gimana-gimana juga saya ada masa-masa down-nya. Negatif juga terus menyerang, mengulang-ulang terus kesalahan saya, membuat saya berpikiran jelek, dan juga dalam beberapa keadaan si negatif menyemangati saya untuk segera mencari penggani, bukan dengan kriteria dan prinsip saya. Saya perkatakan kalimat "itu", dan saya semakin sadar, orang seperti apa yang saya butuhkan dan akan menjadi pelengkap saya.
  • Hampir setiap hari juga, negatif selalu menjudge orang yang saya temui, berpikiran macam-macam untuk kejadian-kejadian yang setelah saya pikirkan dengan pikiran positif menjadi biasa saja.
Banyak kan contohnya? masih banyak lagi kalau mau dijabarkan sampai ke hidup sehari-hari saya, dan dengan kalimat "itu" saya menghadapi setiap perkataan si negatif. Bahkan hari kemarin saya dapat bekal baru, kalimat "itu" dalam bentuk lagu yang fresh dan indah. Dinyanyikan oleh Ivan Handojo berjudul Pada Waktunya.


You spent you life looking for
That one thing that makes it all
Worth all the tears that fall
Walking down on this road
Moving on, stepping forward
Althought it’s not that easy
Just keep holding on
Just keep pressing on
Just keep moving on
Ada waktu untuk Menangis
‘tuk Tertawa
‘tuk Bertahan saja
Ada waktu untuk Menunggu
‘tuk Percaya
Bahwa semua akan Indah
Pada Waktunya

Categories: , , , , , ,

Wednesday, April 6, 2011

Akhirnya Ubuntu lagi

Dari kemarin saya cukup direpotkan dengan tukeran laptop sama kakak. Kakak pakai Acer saya dan saya ganti pakai Axioo. Sebenarnya secara kualitas ya jelas bagusan si Acer biarpun seri lama Acer Aspire 5050 tapi ketahanan dan performa sebenarnya lebih OK si Acer, dan karena itulah mending laptop itu dipakai kakak saya saja, resiko rusak karena pemaikaiannya jauh lebih kecil dibanding si Axioo yang biarpun secara spesifikasi lebih tinggi, tapi ketahanan dan performanya agak 'mlempem'.
Untuk menyukseskan proses tukeran ini saya juga jadi harus repot, pertama install ulang si Axioo, OS XP awalnya cukup hancur karena perawatan kurang Ok, saya install ulang dengan susah payah lewat USB karena DVD-rom nya sudah kurang bagus, dan tentu saja karena saya cukup custom user, instalasi software pendukung cukup banyak dan repot. Selanjutnya saya masih harus install ulang si Acer juga, karena selama ini sudah mapan dengan konfigurasi dual-boot XP SP2 dan Ubuntu 10.10. Software dan settingannya juga tampaknya kurang sesuai dengan kebutuhan kakak saya, untunglah proses install si Acer tidak repot dan softwarenya standar saja, bahkan saya jadinya masukin OS Windows 7 yang ultimate sekalian.
Masalah muncul setelah proses tukeran itu, sebelumnya saya memakai modem Smart pinjeman dari teman saya untuk berinternet, dan itu berjalan lancar. Karena modemnya akan dipakai lagi teman saya, saya putuskan untuk membeli modem hasil modifikasi di Kaskus, dari modem PCMCIA yang dirubah menjadi USB dengan nomor inject Smart juga. Awalnya saat memakai si Acer, segala sesuatunya lancar, internet di Windows lancar dan di Ubuntu lebih lancar lagi. Tapi semenjak pake Axioo dengan instalan XP SP3 downloadan dari Indowebster, saya jadi kesulitan untuk berinternet. Sewaktu-waktu koneksinya putus dan kadang menjadi sangat lambat kecepatannya. Saya  menduga karena ada kesalahan di OSnya saja, tapi untuk install lagi saya malas karena kerjaan di kantor juga sedang cukup banyak.
Akhirnya saya putuskan mencoba install Linux Ubuntu lagi saja. Karena DVD-room agak error, lagi-lagi saya buat dulu instalan dari USB, tapi ternyata dengan anehnya cara ini tidak berhasil, proses berhenti di booting USB, tanpa pesan error dan keterangan apapun. Saya putar otak atur strategi lagi, saya coba install lewat Wubi, jadi instalan Ubuntu akan didalam Drive Windows dan cara ini berhasil dengan smooth tanpa konfigurasi berarti, Ubuntu 10.10 terinstall di laptop saya.
Masalah selanjutnya langsung muncul ternyata. Resolusi yang saya dapat hanya 800x600 pixel. Parah banget, ini karena VGA si Axioo yang mereknya SiS tidak dikenali Ubuntu, Untungnya setelah googling sesaat saya menemukan beberapa alternatif penyelesaian. Beberap repot sekali dan setelah proses trial and error beberapa kali, saya akhirnya berhasil merubah resolusi ke 1280x800 75hz. Saya sudah cukup puas sementara ini biarpun tidak bisa memakai visual style apapun, cuma mendukung 2D dan repot.
Kembali ke masalah utama, koneksi internet di Ubuntu yang baru saya install terbukti stabil, tanpa masalah dan sinyalnya justru mendekati 90% terus. Mangstabb!!!

Categories: , , , , , ,

Tuesday, March 22, 2011

Arti Sebuah Nama

"What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet." Romeo&Juliet – Shakespeare
Nama saya Johannes Dwi Cahyo Kristanto. Katanya nama itu doa dari orang tua. Bener banget sepertinya. Nama saya kata Ibu maksudnya :

Johannes : nabi Yohanes dari Alkitab, diharapkan saya bisa meneladani hidup seperti beliau, yang katanya tidak ada orang di dunia ini yang lebih mulia dari beliau.

Dwi : nama biasa untuk anak kedua, memang saya anak kedua dari dua bersaudara.

Cahyo : ini dia, saya diharapkan jadi suatu cahaya (padahal saya item.he2..^_^). Cahaya bisa menyingkirkan kegelapan, merubah sesuatu yang gelap jadi terang.

Kristanto : identitas saya yang harus dengan percaya diri saya pegang sebagai orang Kristen (kakak cewe saya namanya Kristanti)

OK banget kan doa dari orang tua saya, jadi bangga punya Orang Tua seperti mereka berdua. Terimakasih Bapak Ibu untuk nama yang diberikan pada saya. Saya berjanji akan berusaha menjadikan doa ini jadi nafas hidup saya juga.

Itu sisi bagusnya. Tapi dalam arti lain saya juga sering kerepotan dengan nama saya. Percayakah? Terutama dengan nama depan saya "Johannes".

Ini fakta-faktanya :

  • Tahukah anda sampai kelas 6 SD saya selalu menulis nama saya "Yohanes Dwi Cahyo"? saya benar-benar tidak tahu kalau nama saya harusnya memakai huruf J dan double N.
  • Tahukah anda nama saya di akte kelahiran dan kartu keluarga berbeda? Di KK tertulis "Johanes" di Akte kelahiran tertulis "Johannes"
  • Tahukah anda nama di KTP saya juga tidak sama dengan akte kelahiran saya? Di KTP tertulis "johanes"
  • Tahukah anda nama di SIM saya pun salah tulis? Tertulis sampai sekarang (sudah perpanjangan padahal) "Yohanes Dwi Cahyo"
  • Tahukah anda beberapa bagian dari surat di masa kecil saya bahkan bertuliskan "Yohanes Dwi Cahyono"?
Saya percaya nama saya bagus banget artinya seperti yang sudah saya jelaskan. Tapi dalam beberapa sisi kehidupan itu menimbulkan beberapa kerepotan dan kadangkala jadi lucu juga kalau diingat-ingat. Karena itu saya berjanji untuk nantinya memberikan nama yang penulisannya sejelas pengucapannya. Saya akan berusaha membuat/memberikan nama yang saat bunyinya diucapkan sama persis dengan penulisannya. Trauma? ngga juga, sebut saja belajar dari pengalaman. Tidak mau anak saya nantinya mengalami beberapa kerepotan seperti saya tapi tetap harus dengan arti dan doa yang mendalam ya namanya, jangan jadi asal gampang saja.

Apalah arti sebuah nama? Arti nama saya sudah saya jelaskan, dan itu doa dari orang tua saya. Bagaimana dengan anda?



Tuhan memberkati.

Categories: , , , , , ,

Sunday, March 20, 2011

Web Developer (again)

Kalau anda sudah membaca halaman ABOUT ME saya yang berisi CV itu, anda pasti tahu saya kuliah dimana, jurusan saya dimana dan anehnya minat saya yang sepertinya kurang cocok untuk nama jurussan saya. Saya berminat di bidang IT. Semasa kuliah banyak sekali kesempatan untuk mempraktekkannya karena saya juga termasuk di kelompok study lab Komputer di Jurusan saya. Saya paling suka dan agak ahli di bagian web. Bahasa andalan saya PHP dan database MySQL. Cukup banyak hasil karya saya waktu itu. Web intranet lab yang tidak jadi terbit, web report billing lab, web Persekutuan Mahasiswa Kristen di fakultas, web permintaan klien (saya sempat buka jasa di Kaskus) dan lain-lain, tapi yang jelas masterpiece saya web Skripsi saya. Saya berhasil menggunakan teknlogi web/system informasi untuk skripsi yang kalau dilihat dari nama Jurusannya mungkin jadi kelihatan kurang sesuai. Tapi bisa juga ternyata, lumayan lah jadi pioneer lagi.

Tapi hal itu sudah lewat, itu tahun lalu, setelah web Skripsi saya tidak lagi membuat web, tidak lagi mendevelop web, tidak lagi mengikuti terlalu jauh perkembangan teknologi web, tidak pernah praktek intinya. Dikarenakan kesibukan dan jarang menetap di satu tempat.

Sekarang saya sudah bekerja di Nutrifood sebagai Executive Logistik, sangat sesuai dengan Jurusan saya. Pekerjaan yang menyenangkan buat saya, tapi kalau saya bilang sih, saya kurang cepat beradaptasi dan kurang OK (nanti saya coba buat artikel tentang ini ya -_-!!). Di pekerjaan ini, ternyata saya juga berkesempatan akhirnya untuk mempraktekan kesukaan saya di bidang web. Makanya artikel ini judulnya Web Developer (again). Kayak comeback saya ke dunia web developer.

Saya tertarik membuat semacam system informasi sederhana untuk mengcover beberapa tugas yang dilakukan admin saya secara manual dan kurang terintegrasi. Diharapkan dengan aplikasi web yang akan saya buat ini bisa memudahkan pekerjaannya, meningkatkan efektivitas waktu pengerjaan juga.

Awalnya dari melihat pekerjaan admin-admin saya yang meskipun sudah memakai ERP System dari ORACLE tapi tetap belum bisa mengcover seluruh pekerjaannya, jadi selain itu dia masih harus menghitung dan membuat report dengan Excell, juga beberapa menggunakan Macro dari Excel, masih dtambah juga dengan penggunaan aplikasi databse lain. Pekerjaannya jadi benar-benar tidak terintegrasi, padahal terkadang dibutuhkan kolaborasi juga dalam pengerjaannya.

Setelah beberapa diskusi dan rapat akhirnya saya membuat konsep aplikasi web ini. Saya akan membuat aplikasi web satu halaman yang memperlihatkan Data Grid dengan inline dan realtime editing disertai suatu algoritma perhitungan yang kelihatannya akan mengambil system auto revised tergantung data yang ada di database dan akan terus mengupdate algoritmanya setiap ada tambahan data. Setelah cukup lama berkutat (saya awalnya benar-benar merasa tumpul saat memulai develop web ini..hiks3) saya putuskan menggunakan framework PHP CodeIgniter, database MySQl dan library javascript ExtendedJS. Ini merupakan hal yang baru untuk saya mengembangkan aplikasi dengan ExtJS, sebelumnya saya selalu setia dengan JQuery untuk library javascript ( saya ketergantungan dengan JQuery UI) . Cukup banyak hal baru yang harus dipelajari. CodeIgniter saya pilih karena ringan, konsep OOP yang jelas dan fasilitas MVC sudah cocok dengan ExtJS (bersyukur menemukan tutorial tentang ini di web). ExtJS saya pilih karena fasilitas Gridnya yang sudah terkenal dan mudahnya membangun RichInternet Application dengan framework ini. Kelemahan ExtJS kurang bisa hanya digunakan dalam php, tapi jadi terbalik php nya dalam javascriptnya.

Sekarang masih dalam tahap pengembangan. Masih cukup jauh dari selesai. Semoga dengan niatan yang baik, web ini nantinya bisa berguna dan jugamenjadi pioneer dalam penggunaan IT yangefektif di dalam pekerjaan.

Categories: , , , , , , , , , ,

Thursday, March 17, 2011

Simple Minimalist Blog Redesign

Akhirnya redesign blog ini saya nyatakan selesai.

Sekarang saya memakai konsep design simple minimalist. Untuk desain dasarnya sama sekali tidak memakai image, hanya pengaturan CSS untuk layout. Warna-warna dasar putih, pemisah dengan CSS juga. Bahkan header hanya berupa teks yang dimodifikasi dengan font dari GoogleFont.

Fasilitas blog juga tidak mengalami banyak perubahan. Bahkan beberapa berkurang. Saya mengcut iklan-iklan lokal yang sempat saya pakai, sekarang hanya memakai GoogleAdsense saja dengan jumlah tiga iklan kecil, 1 di sidebar, 2 di area post. Fasilitas lain banyak memakai default Blogger, Profile, Subscription, Labels, Archive, PopularPost, BlogList, Followers, Counter dan logo blog. Fasilitas yang tidak dari Blogger seperti biasa AutoReadMore, Similar Post, Social Bookmarking Bar.

Penambahan hanya di bagian navigasi atas saya tambahkan 3 halaman yang dedicated yaitu About yang berisi CurricullumVitae saya, Philosophy yang berisi filosofi hidup saya dalam bentuk eksposisi sederhana, dan Principles dimana saya menuliskan berbagai prinsip yang saya anut dalam hidup saya.

PR besar yang masih harus saya kerjakan adalah mengenai kontinuitas penulisan artikel/posting yang semakin menurun, typography yang bisa dibilang masih sangat kurang baik dan PageRank saya yang sepertinya masih jauh dari harapan.

Salam Heavy Blogger..Tuhan Memberkati..

Categories: , , , ,

Friday, January 14, 2011

18 Kebohongan SBY

Sekali-kali saya mau bahas hal-hal agak politik, biar tidak dirasa terlalu berat saya bilang nasionalisme saja ya. Akhir-akhir ini semakin sering lihat berita di TV,justru sekarang jadi acara dominan saya karena banyak hal yg menurut saya menarik, bahkan timeline twitter saya sekarang ada dari kompas,liputan6 dan metroTV. Penuh jadinya timeline saya sama berita. Salah satu yang paling menarik menurut saya adalah penyampaian hasil dari pertemuan lintas agama mengenai 18 kebohongan SBY, 9 yang lama dan 9 yang baru. Yang membuat menarik menurut saya karena hal ini disampaikan oleh pemuka-pemuka agama yang berdiskusi. Menurut saya ini bisa dibilang merupakan luapan pemikiran murni rakyat Indonesia karena saya yakin para tokoh agama ini tidak memiliki tujuan politik,oposisi maupun keinginan menjatuhkan demi perebutan kekuasaan.
Sembilan kebohongan lama tersebut antara lain:Pertamapemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal dari penerimaan beras rakyat miskin tahun 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa.Kedua,Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan. Namunpada awal tahun 2011 kesulitan ekonomi justru terjadi secara masif.Ketiga,SBY mendoronga terobosanketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue Energi. Program ini mengalami gagal total.Keempat,Presiden SBY melakukan konferensi pers terkait tragedi pengeboman Hotel JW Mariot. Ia mengaku mendapatkan data intelijen bahwa fotonya menjadis asaran tembak teroris. Ternyata foto tersebut merupakan data lama yang pernah diperlihatkan dalam rapat dengan Komisi I DPR pada tahun 2004.Kelima,Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test ofour history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga kini.Keenam,UU Sistem Pendidikan Nasional menuliskan anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari alokasi APBN. Alokasi ini harus dari luar gaji guru dan dosen. Hingga kini anggaran gaji guru dandosen masih termasuk dalam alokasi 20% APBN tersebut.Ketujuh,Presiden SBY menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindodalam Debat Calon Presiden Tahun 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo tidak mengalami titik temuhingga saat ini.Kedelapan,Presiden SBY meminta semua negara di dunia untuk melindungu dan menyelamatkan laut. Di sisi lain Presiden SBY melakukan pembiaran pembuanganlimbah di Laut Senunu, NTB, sebanyak1.200 ton dari PT Newmont dan pembuangan 200.000 ton limbah PT Freeport ke sungai di Papua.Kesembilan,tim audit pemerintah terhadap PT Freeport mengusulkanrenegosiasi. Upaya renegosiasi ini tidak ditindaklanjuti pemerintah hingga kini.Sedangkan 9 kebohongan baruSBY, di antaranya:Pertama,dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 2010 Presiden SBY menyebutkan bahwa Indonesia harus mendukung kerukunan antarperadaban atau harmony among civilization. Faktanya, catatan The Wahid Institute menyebutkan sepanjang 2010 terdapat 33 penyerangan fisik dan properti atas nama agama dan Kapolri Bambang Hendarwso Danuri menyebutkan 49 kasus kekerasan ormas agama pada 2010.Kedua,dalam pidato yang sama Presiden SBY menginstruksikan polisi untuk menindak kasus kekerasan yang menimpa pers. Instruksi ini bertolak belakang dengan catatan LBH Pers yang menunjukkan terdapat 66 kekerasan fisik dan nonfisik terhadap pers pada tahun 2010.Ketiga,Presiden SBY menyatakan akan membekali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan telepon genggam untuk mengantisipasi permasalahan kekerasan. Aksi ini tidak efektif karena di sepanjang 2010, Migrant Care mencatat kekerasan terhadap TKI mencapai 1.075 orang.Keempat,Presiden SBY mengakui menerima surat dari Zoelick (Bank Dunia) pada pertengahan 2010 untuk meminta agar Sri Mulyani diizinkan bekerja di Bank Dunia. Tetapi faktanya, pengumuman tersebut terbuka di situs Bank Dunia. Presiden SBY diduga memaksa Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan agar menjadi kambing hitam kasus Bank Century.Kelima,SBY berkali-kali menjanjikansebagai pemimpin pemberantasan korupsi terdepan. Faktanya, riset ICW menunjukkan bahwa dukungan pemberantasan korupsi oleh Presiden dalam kurun September 2009 hingga September 2010, hanya 24% yangmengalami keberhasilan.Keenam,Presden SBY meminta penuntasan rekening gendut perwira tinggi kepolisian. Bahkan, ucapan ini terungkap sewaktu dirinya menjenguk aktivis ICW yangmenjadi korban kekerasan, Tama S Langkun. Dua Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal Timur Pradopo, menyatakan kasus ini telah ditutup.Ketujuh,Presiden SBY selalu mencitrakan partai politiknya menjalankan politik bersih, santun, dan beretika. Faktanya Anggota KPU Andi Nurpati mengundurkan diri dari KPU, dan secara tidak beretika bergabung ke Partai Demokrat. Bahkan, Ketua Dewan Kehomatan KPU Jimly Asshiddiqie menilai Andi Nurpati melakukan pelanggaran kode etik dalam Pemilu Kada Toli-Toli.Kedelapan,Kapolri Timur Pradopo berjanji akan menyelesaikan kasus pelesiran tahanan Gayus Tambunanke Bali selama 10 hari. Namun hingga kini, kasus ini tidak mengalami kejelasan dalam penanganannya. Malah, Gayus diketahui telah sempat juga melakukan perjalanan ke luar negeri selama dalam tahanan.Kesembilan,Presiden SBY akan menindaklanjuti kasus tiga anggota KKP yang mendapatkan perlakuan tidak baik oleh kepolisianDiraja Malaysia pada September 2010. Ketiganya memperingatkan nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia. Namun ketiganya malah ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia. Sampai saat ini tidak terdapat aksi apapun dari pemerintah untuk nmenuntaskan kasus ini dan memperbaiki masalah perbatasan dengan Malaysia.
Yang unik lagi dari tanggapan SBY dan stafnya. Mereka terlihat emosi dan tidak bisa menanggapi kritikan ini dengan cara yang santun. Pendapat yang dikeluarkan selalu mengecam dan menggunakan permainan kata-kata untuk mengganti kata bohong. Semangat terus para pemuka agama, sampaikan pemikiran kalian karena ini negara demokrasi.

Categories: , , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑