Monday, June 27, 2011
Categories: application, biografi, hobi, industry, jalan-jalan, review, tanya kenapa, Teknologi Industri Pertanian, touring
Sunday, March 20, 2011
Tapi hal itu sudah lewat, itu tahun lalu, setelah web Skripsi saya tidak lagi membuat web, tidak lagi mendevelop web, tidak lagi mengikuti terlalu jauh perkembangan teknologi web, tidak pernah praktek intinya. Dikarenakan kesibukan dan jarang menetap di satu tempat.
Sekarang saya sudah bekerja di Nutrifood sebagai Executive Logistik, sangat sesuai dengan Jurusan saya. Pekerjaan yang menyenangkan buat saya, tapi kalau saya bilang sih, saya kurang cepat beradaptasi dan kurang OK (nanti saya coba buat artikel tentang ini ya -_-!!). Di pekerjaan ini, ternyata saya juga berkesempatan akhirnya untuk mempraktekan kesukaan saya di bidang web. Makanya artikel ini judulnya Web Developer (again). Kayak comeback saya ke dunia web developer.
Saya tertarik membuat semacam system informasi sederhana untuk mengcover beberapa tugas yang dilakukan admin saya secara manual dan kurang terintegrasi. Diharapkan dengan aplikasi web yang akan saya buat ini bisa memudahkan pekerjaannya, meningkatkan efektivitas waktu pengerjaan juga.
Awalnya dari melihat pekerjaan admin-admin saya yang meskipun sudah memakai ERP System dari ORACLE tapi tetap belum bisa mengcover seluruh pekerjaannya, jadi selain itu dia masih harus menghitung dan membuat report dengan Excell, juga beberapa menggunakan Macro dari Excel, masih dtambah juga dengan penggunaan aplikasi databse lain. Pekerjaannya jadi benar-benar tidak terintegrasi, padahal terkadang dibutuhkan kolaborasi juga dalam pengerjaannya.
Setelah beberapa diskusi dan rapat akhirnya saya membuat konsep aplikasi web ini. Saya akan membuat aplikasi web satu halaman yang memperlihatkan Data Grid dengan inline dan realtime editing disertai suatu algoritma perhitungan yang kelihatannya akan mengambil system auto revised tergantung data yang ada di database dan akan terus mengupdate algoritmanya setiap ada tambahan data. Setelah cukup lama berkutat (saya awalnya benar-benar merasa tumpul saat memulai develop web ini..hiks3) saya putuskan menggunakan framework PHP CodeIgniter, database MySQl dan library javascript ExtendedJS. Ini merupakan hal yang baru untuk saya mengembangkan aplikasi dengan ExtJS, sebelumnya saya selalu setia dengan JQuery untuk library javascript ( saya ketergantungan dengan JQuery UI) . Cukup banyak hal baru yang harus dipelajari. CodeIgniter saya pilih karena ringan, konsep OOP yang jelas dan fasilitas MVC sudah cocok dengan ExtJS (bersyukur menemukan tutorial tentang ini di web). ExtJS saya pilih karena fasilitas Gridnya yang sudah terkenal dan mudahnya membangun RichInternet Application dengan framework ini. Kelemahan ExtJS kurang bisa hanya digunakan dalam php, tapi jadi terbalik php nya dalam javascriptnya.
Sekarang masih dalam tahap pengembangan. Masih cukup jauh dari selesai. Semoga dengan niatan yang baik, web ini nantinya bisa berguna dan jugamenjadi pioneer dalam penggunaan IT yangefektif di dalam pekerjaan.
Categories: application, computer stuff, ERP, industry, IT, love, reflection, review, technology, Teknologi Industri Pertanian, tutorial
- [*]Berhubungan secara luas dengan eksternal atau internal client
- [*]Menganalisa sistem (yang sudah ada) client
- [*]Menerjemahkan keperluan client ke dalam laporan singkat proyek yang sangat khusus
- [*]Mengenali pilihan untuk solusi potensial dan menilainya untuk kecocokan teknis dan bisnis
- [*]Membuat solusi logis dan inovatif untuk permasalahan yang kompleks
- [*]Membuat proposal khusus untuk memodifikasi atau menggantikan system
- [*]Membuat laporan proyek yang memungkinkan
- [*]Memberikan proposal pada client
- [*]Bekerja secara dekat dengan developer dan bermacam end user untuk memastikan kompatibilitas teknis dan kepuasan user
- [*]Memastikan anggaran dipatuhi dan memenuhi deadline
- [*]Membuat jadwal pengujian untuk keseluruhan system
- [*]Mengawasi implementasi sistem baru[*]Merencanakan implementasi sistem baru
- [*]Membuat user manual
- [*]Menyediakan pelatihan untuk user dari sistem baru
- [*]Tetap up to date dengan perkembangan sektor teknis dan industri
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Kemampuan untuk belajar dengan cepat
[*]Pendekatan logis dalam pemecahan masalah
[*]Menyelidiki dan memiliki rasa ingin tahu
[*]Kemampuan presentasi
[*]Kemampuan interpersonal dan client-handling yang bagus
[*]Business awareness
[*]Kemampuan yang baik sekali dalam komunikasi lisan dan tulisan
[*]Kemampuan dalam perencanaan dan negosiasi
[*]Inistiatif dan kepercayaan diri
[*]Ketertarikan bagaimana proses organisasional bekerja
2. Software engineer: " Software engineer meneliti, merancang, dan men-develop sistem software untuk memenuhi keperluan client. Setelah sistem sudah secara penuh dirancang software engineer lalu diuji, debug, dan memelihara sistem.Mereka perlu memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman komputer dan aplikasi, ini karena luasnya bidang kerja yang dapat terlibat didalamnya.Software engineer kadangkali merupakan computer programmer atausoftware developer. Bergantung pada tipe organisasi, software engineer dapat menjadi spesialis dalam sistem atau aplikasi. Software engineering merupakan salah satu profesi IT yang paling popular. Aktivitas yang dilakukan oleh software engineer meliputi:
[*]Researching, perancangan, dan pembuatan software baru
[*]Menguji program baru dan mencari kesalahan
[*]Men-develop program yang sudah ada dengan menganalisa dan mengenali area untuk modifikasi
[*]Memasang produk software yang sudah ada dan mengambil incompatibleplatform untuk bekerja bersama
[*]Memeriksa teknologi baru
[*]Membuat spesifikasi teknis dan perencanaan pengujian
[*]Bekerja dengan bahasa coding computer
[*]Membuat dokumentasi operasional dengan technical author
[*]Memelihara sistem dengan memonitoring dan memperbaiki kerusakan software
[*]Bekerja secara dekat dengan staff lain, seperti manajer proyek, graphic artists, system analyst, dan sales dan marketing professional
[*]Berkonsultasi dengan client/kolega berkaitan dengan pemeliharaan dan performance dari sistem software dan bertanya untuk memperoleh informasi, menjelaskan detail dan mengimplementasikan informasi
[*]Secara konstan meng-update pengetahuan teknis dan kemampuan dengan menghadiri in-house dan/atau kursus eksternal, membaca manual danmengakses aplikasi baru
[*]Problem solving dan berpikir secara menyamping sebagai bagian dari tim, atau secara individual, untuk memenuhikebutuhan dari proyek
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Pengetahuan tentang berbagai macam aplikasi
[*]Antusiasme dan pengetahuan dari project lifecycle
[*]Kemampuan analytical and problem-solving
[*]Memperhatikan detail
[*]Pikiran yang logis
[*]Numeracy
[*]Pengetahuan tentang sektor yang akan Anda kerjakan
[*]Kemampuan interpersonal dan komunikasi yang baik
[*]Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan client, kolega, dan manajemen senior
[*]Kemampuan untuk belajar skill dan teknologi terbaru dengan cepat
[*]Motivasi karir dan kemauan untuk melanjutkan lebih jauh pengetahuan dan kemampuan
[*]Awareness pada isu terkini yang mempengaruhi industri dan teknologi
3. "Network Engineer:" Network engineer bertanggungjawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain).Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secaraeksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.Aktivitas Kerja Network engineerPekerjaan ini terpengaruh oleh ukuran dan tipe dari organisasi yang mempekerjakannya. Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
[*]Memasang, mendukung, memelihara server hardware dan infrastruktur software baru
[*]Mengatur e-mail, anti spam, dan virus protection
[*]Melakukan setting user account, izindan password
[*]Memonitor penggunaan jaringan
[*]Memastikan cost-effective dan efisiensi penggunaan server
[*]Mengusulkan dan menyediakan solusi IT untuk masalah bisnis dan manajemen
[*]Memastikan semua peralatan IT memenuhi standar industry
[*]Menganalisa dan menyelesaikan kesalahan, mulai dari major system crash sampai kelupaan password
[*]Mengerjakan rutin preventative measures dan mengimplementasikan dan memonitor keamanan jaringan, jikajaringan terkoneksi ke internet
[*]Menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk user dengan bermacam tingkat pengetahuan IT dankompetensi
[*]Mengawasi staff lain, seperti help desk technician
[*]Bekerja dekat dengan departemen/organisasi lain dan berkolaborasi dengan staff IT lain
[*]Merencanakan dan mengimplementasikan pengembangan IT untuk masa mendatang dan menjalankan kerja proyek
[*]Mengelola website dan memelihara jaringan internal
[*]Memonitor penggunaan web oleh para pekerja
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Pengetahuan yang up to date dan memahami kebutuhan bisnis dan industry
[*]Kemampuan komunikasi yang baik sekali
[*]Mampu untuk menerima bermacam tugas dan memperhatikan detail
[*]Kemampuan analytical dan problem-solving
[*]Kemampuan teamwork dan mampu untuk merasa nyaman bekerja dengan tim, client dan grup staff yang berbedaantar organisasi
[*]Kemampuan organisasional
4. Application developer: Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan padalingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapatdibeli atau untuk client individual menyediakan bespoke solutions.Aktivitas Kerja Application developerFungsi dasar dari application developer adalah untuk mempergunakan pengetahuan teknik pemrograman dansistem komputer untuk membuat program komputer untuk melakukan bermacam-macam pekerjaan sesuai dengan persetujuan dengan client.Aktivitas yang dilakukan oleh application developer meliputi:
[*]Membuat spesifikasi program secara detail melalui diskusi dengan client
[*]Menjelaskan secara tepat apa tindakan (aksi) program yang diinginkan
[*]Menguraikan spesifikasi program ke dalam elemen-elemen sederhana dan menerjemahkan logikanya ke dalam bahasa pemrograman
[*]Memikirkan solusi yang mungkin untuk menprediksi masalah, mengevaluasi pilihan lain
[*]Bekerja sebagai bagian dari tim, dimana mengadakan proyek khusus, untuk membuat bagian tertentu dari program
[*]Mengkombinasikan semua elemen dari rancangan program dan mengujinya
[*]Menguji sample data-set untuk memeriksa keluaran dari program sesuaidengan yang diinginkan
[*]Bereaksi terhadap masalah dan memperbaiki program seseuai kebutuhan
[*]Memasang program dan mengadakan pengujian akhir
[*]Mempelajari computer printout selama berlangsungnya pengujian
[*]Mengevaluasi keefektifan program
[*]Meningkatkan efisiensi operasi program dan menyesuaikan kebutuhanbaru seperlunya
[*]Mengadakan user acceptance testing untuk memastikan program mudah digunakan, cepat, dan akurat
[*]Membuat ulang langkah yang diambil oleh user untuk menemukan sumber masalah
[*]Membuat dokumentasi secara detailatas operasi dari program oleh user danoperator computer
[*]Mengkonsultasikan manual, laporan periodik dan teknis untuk mempelajari cara baru untuk men-develop program dan memelihara yang sudah ada
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Kemampuan teknis yang kuat dalam pemrograman, perancangan, metodologi system development dan pengujian, khususnya pada industri game
[*]Kemampuan komunikasi yang baik
[*]Kemampuan dalam manajemen proyek
[*]Kemampuan problem-solving
[*]Perhatian pada detail
[*]Keuletan dan kesabaran
[*]Kemampuan teamwork
[*]Pemahaman proses bisnis dan batasannya
5. Manajer Sistem Informasi: Manajer sistem informasi bertanggungjawab pada sistem komputer dalam perusahaan, mengawasi pemasangan, memastikan sistem backup berjalan dengan efektif, membeli hardware dan software, menyediakan infrastruktur teknologi ICT untuk organisasi, dan berkontribusidalam kebijakan organisasi mengenai standar kualitas dan perencanaan strategi.Manajer sistem informasi bekerja pada semua ukuran orgranisasi dalam industridan sektor pelayanan, biasanya denganstaff dari teknisi, programmer, dan hardware melapor pada manajer.Aktivitas Kerja Manajer Sistem InformasiManajer sistem informasi bertanggungjawab untuk implementasiteknologi dalam suatu organisasi dan mengatur kerja dari system/business analyst, computer programmer, support specialist, dan pekerja lainnya yang berhubungan dengan komputer. Pemegang jabatan biasanya pekerja yang berpengalaman dengan keahlian teknis dan juga memahami prinsip bisnisdan manajemen. Kewajiban dalam peranan pada akhirnya bergantung pada organisasi yang mempekerjakannya dan kompleksitas dari sistem informasi.Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
[*]Mengevaluasi kebutuhan user dan fungsionalitas sistem dan memastikan fasilitas ICT memenuhi kebutuhan
[*]Merencanakan, men-develop dan mengimplementasikan keuangan ICT, memperoleh harga yang kompetitif apabila cocok, untuk memastikan keefektifan biaya
[*]Penjadwalan upgrade dan backup keamanan dari sistem hardware dan software
[*]Mencari kembali dan memasang sistem baru
[*]Memastikan running yang lancar darisemua sistem ICT seperti software anti-virus, layanan print dan e-mail.
[*]Memastikan lisensi software
[*]Menyediakan akses aman ke jaringan untuk remote user
[*]Memastikan keamanan data dari serangan internal dan eksternal
[*]Menyediakan user dengan support dan nasehat yang tepat
[*]Mengatur situasi krisis, dimana melibatkan masalah teknis yang kompleks dari hardware atau software
[*]Melakukan mentoring dan pelatihan pada staff pendukung ICT
[*]Tetap up to date dengan teknologi terbaru
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Kepemimpinan
[*]Kemampuan untuk bekerja dengan orang pada semua tingkat dalam organisasi
[*]Kemampuan untuk berkontribusi dan mengimplementasikan strategi organisasional
6. Konsultan IT: Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client, menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.Konsultan IT dapat terlibat dalam bermacam aktivitas seperti marketing, manajemen proyek, customer relationship management (CRM) dan system development.Mereka juga bertanggungjawab untuk pelatihan user dan feedback. Pada banyak perusahaan, tugas tersebut dilakukan oleh IT project team. Konsultan IT makin terlibat dalam penjualan dan pengembangan bisnis.Aktivitas Kerja Konsultan IT/Tugas khusus yang dilakukan oleh konsultan IT meliputi:
[*]Bertemu dengan client untuk menentukan keperluan
[*]Bekerja dengan client untuk menetapkan jangkauan dari suatu proyek
[*]Merencanakan timescale dan kebutuhan sumber daya
[*]Menjelaskan spesifikasi sistem client,memahami kebiasaan kerja mereka (client) dan sifat dasar dari bisnisnya
[*]Bepergian ke tempat customer
[*]Berhubungan dengan staff pada semua tingkat dari organisasi client
[*]Menetapkan software, hardware dan kebutuhan jaringan
[*]Menganalisa kebutuhan IT dalam perusahaan dan memberikan nasehat yang independen dan objektif dalam penggunaan IT
[*]Men-develop solusi yang cocok dan mengimplementasikan sistem baru
[*]Memberikan solusi dalam laporan tertulis ataupun lisan
[*]Membantu client pada aktivitas perubahan manajemen
[*]Membeli sistem jika cocok
[*]Merancang, menguji, memasang dan memonitoring sistem baru
[*]Menyiapkan dokumentasi dan memberikan laporan proses pada customer
[*]Mengatur pelatihan untuk user dan konsultan lain
[*]Mengenali potential client dan membangun dan memelihara hubungan
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Kemampun untuk memimpin
[*]Kemampuan komunikasi dan interpersonal
[*]Kemampuan teamwork
[*]Pendekatan logis untuk problem solving/analytical skills
[*]Kemampuan untuk cepat belajar
[*]Kepercayaan ketika membuat keputusan
[*]Kemampuan presentasi
[*]Kemampuan customer service yang baik
[*]Kemampuan organisasional yang baik untuk mengatur heavy workload
[*]Kemampuan untuk berkomunikasi informasi teknis pada client non-IT dan kolega
[*]Fleksibilitas dan adaptabilitas
[*]Kemampuan manajemen waktu
7. Trainer: IT Trainer umumnya merancang dan memberikan kursus dalam information and communications technology (ICT) seperti aplikasi dekstop dan software khusus perusahaan. Mereka juga menyediakan pelatihan dalam area yang lebih teknis untuk software engineer, teknisi, perancang website, dan programmer. IT Trainer bekerja pada perguruan tinggi, perusahaan pelatihan, dan dalam departemen pelatihan dari suatu perusahaan besar dan organisasi sektor publik. Banyak IT Trainer merupakan self-employed.Aktivitas Kerja IT TrainerPelatihan umumnya jatuh pada dua kategori, yaitu aplikasi software desktop (pengolah kata, database, spreadsheet, internet dan e-mail) dan area teknis seperti programming, web design, networking dan pemeliharaan PC.Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:
[*]Merancang materi kursus dan dokumen lain seperti handout, manual,dan latihan
[*]Mengatur dan memasarkan kursus untuk memenuhi kebutuhan dari pelajar dan permintaan bisnis
[*]Menyiapkan lingkungan pelatihan dan sumber daya seperti men-setting peralatan IT
[*]Menyampaikan program pelatihan pada client baik itu dalam setting groupclassroom atau online melalui e-learning atau Virtual Learning Environment (VLE) atau one-to-one basis.
[*]Mendukung dan melatih pelajar menggunakan VLE atau paket self-learning
[*]Mengevaluasi keefektifan dari pelatihan dan course outcorner
[*]Berhubungan dengan penyedia kursus eksternal, employer, client, memeriksa badan dan perusahaan software, dan lain-lain
[*]Menerima tanggung jawab untuk pemeliharaan hardware dan software yang digunakan untuk pelatihan dan menganjurkan perbaikan dan upgrade
[*]Tetap up to date dengan sistem yang bersangkutan, software dan teknologi pelatihan online
[*]Berurusan dengan administrative record
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
[*]Pengetahuan yang up to date dari aplikasi dan sistem IT.
[*]Kemampuan lisan dan tulis yang baik
[*]Kemampuan organisasional, perencanaan, pelatihan dan presentasi yang baik
[*]Kesabaran dan kepercayaan
[*]Self-motivation dan mampu untuk memotivasi orang lain
[*]Kemauan untuk belajar"
Keliatannya kalo dilihat dari daftar ini, saya tidak bias masuk dibidang pekerjaan manapun. Untungnya saya sekarang sudah diterima di bagian logistic. hehehe
Categories: computer stuff, ERP, industry, IT, technology, Teknologi Industri Pertanian
Saturday, October 2, 2010
Pemantauan kebun dari jarak jauh merupakan kajian yang cukup baru dibidang pertanian. Sistem pemantauan berdasarkan jaringan komputer yang dilengkapi dengan sistem penginderaan atau pengenalan tanaman dapat menjadi alat pendukung pembuatan keputusan penting bagi pemilik ataupun pengawas kebun tanpa perlu terkendala masalah waktu dan jarak kebun ataupun antarkebun. Sistem Terintegrasi Komputer yang terdiri perangkat penangkap citra, pengolahan citra dan sistem monitoring merupakan salah satu pilihan yang bisa digunakan. Sistem ini diharapkan dapat memberikan perbaikan monitoring produksi, optimasi kualitas hasil pertanian, meminimasi pengaruh lingkungan yang merugikan serta mengurangi resiko kegagalan dalam usaha dibidang pertanian.
Perangkat penangkap dan pengolahan citra akan mengolah data dari bentuk kasar berupa citra yang didapat dari lapangan kemudian mengolahnya, untuk kemudian dapat diperoleh data mengenai karakteristik tanaman yang ada di lapangan. Riset mengenai hal ini telah banyak terdapat terutama di negara maju dimana teknologi juga sudah lebih maju sehingga jalannya adaptasi teknologi dari bidang keteknikan ke bidang pertanian dapat berjalan lebih baik dan lebih cepat. Adaptasi teknologi machine vision dan image processing dalam pertanian misalnya ditunjukkan dengan penggunaannya dalam perancangan alat Support Machine Vector yang dapat melakukan pembedaan tanaman dengan langsung dan memiliki database sehingga dapat juga membedakan beberapa jenis tanaman sekaligus (Lin, 2009), penggunaan algoritma pengolahan citra digital untuk membedakan dan mengidentifikasi tanaman yang dirusak oleh hama pada tanaman jagung di Brazil (Sena Jr et al., 2003), pembangunan intelligent system untuk dengan pendekatan statistik dan frekuensi spasial juga penggunaan klasifikasi tekstur yang diharapkan dapat membedakan gulma sebagai bentuk yang kecil, runcing, seperti anak panah dan dapat memberikan daerah penyebarannya (Sabeeniana dan Palanisamyb, 2009), segmentasi gambar berdasarkan warna untuk membedakan antara tanah dan tanaman yang dikembangkan berdasar nilai red, green dan blue dari gambar disertai dengan warna iluminasi (Onyago dan Marchant, 2001), dan juga pengembangan algoritma untuk mengekstraksi daun tunggal dengan metode excess
green, algoritma Gustaffson-Kessel dan jaringan syaraf tiruan (Neto et al., 2006). Perbandingan berbagai algoritma pengolahan citra yang biasa digunakan khusus untuk tanaman atau dibidang pertanian juga secara langsung telah dilakukan misalnya perbandingan antara algoritma segmentasi Excess Green, Excess Red, Excess Green - Excess Red, Normalized Difference Indices (NDI), penggunaan iluminasi, metode positive threshold dan algoritma Otsu, algoritma clustering Fuzzy C-means dan Gustaffson-Kessel juga bahkan penggunaan modifikasi kamera sebagai sensor penangkap citra yang menggunakan sistem multispectral dimana selain menangkap nilai RGB (red, green dan blue) juga mengambil data nilai serapan spektrum inframerah (Gee et al., 2008, Neto dan Meyer, 2008)
Sistem penangkap dan pengolah citra tersebut telah banyak berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Teknologi ini telah mencapai tingkat ketelitian yang cukup tinggi yaitu ada yang mencapai 90% lebih serta memiliki kelebihan dalam tingkat objektivitas yang stabil dan waktu pengolahan yang relatif cepat (Lin, 2009, Neto et al., 2006). Sebagai langkah selanjutnya dari sistem terintegrasi komputer ini adalah sistem informasi monitoring yang dapat mempresentasikan data hasil pengolahan citra tersebut menjadi informasi yang berguna bahkan diharapkan dapat berjalan secara realtime sehingga sistem ini dapat berjalan secara kontinyu dan berkesinambungan. Pembangunan teknologi realtime
monitoring ini paling mudah dijalankan berdasarkan protokol internet dimana laju pertukaran data bersifat global dan hampir tidak memiliki downtime. Pengembangan aplikasinya dapat berupa website dengan protokol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) seperti biasa ataupun pengembangan aplikasi standalone yang mengakses port tertentu dalam jaringan internet. Sementara ini penggunaan website yang realtime telah banyak dilakukan dalam bidang pertanian yaitu dalam pengembangan sistem informasi pertanian yang berfungsi memberikan informasi harga pasar, ketersediaan di pasar, perkiraan volume, sebaran distribusi dari suatu komoditas pertanian atau website digunakan sebagai media e-commerce komoditas pertanian. Web juga digunakan untuk mengembangkan suatu expert atau intelligent
system yang memberikan sharing
knowledge antarpengguna dan praktisi di bidang pertanian (Ai-Ping et al., 2006, Mutalib et al., 2008, dan Singh, 2006).
Desain dari sistem informasi ini terutama dalam bentuk web akan sangat memudahkan dalam presentasi data kasar yang merupakan hasil pengamatan langsung di lapangan. Dengan teknologi web dinamis juga dapat diperoleh sistem monitoring pertumbuhan tanaman yang realtime, sehingga tidak ada halangan waktu dalam presentasi data terbaru dari lapangan. Diperlukan desain database yan baik sebagai media penyimpanan informasi dan web sebagai media penyampaian yang mudah dimengerti agar informasi rumit yang diolah didalamnya dapat tersampaikan dengan baik. Pengembangan jaringan komputer yang tepat dan efektif juga diperlukan untuk memperlancar jalannya arus data dan informasi dalam sistem ini.
Penelitian ini akan membuat desain sistem informasi web dinamis yang menjadi media penyampaian informasi pertumbuhan tanaman kedelai yang dapat memberikan fungsi monitoring secara real-time baik dalam jaringan intranet maupun ekstranet/internet sehingga mendukung terciptanya sistem precision agriculture dengan menggunakan tanaman kedelai sebagai tanaman riset.. Hasil penelitian dalam penelitian ini diharapkan akan mampu memberikan adopsi peningkatan teknologi pertanian dengan hasil kualitas tanaman dan produktifitas yang lebih baik, dengan harapan akan menunjang sistem precision agriculture dalam budidaya pertanian di tanah air. Dalam skala industri, penerapan hasil riset ini akan dapat memberikan hasil produksi dengan kualitas tinggi, mampu membantu fungsi pengamatan secara kontinyu dan berkesinambungan yang bermanfaat dalam analisa fisiologi pertumbuhan tanaman, tindakan perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman dan produktifitas hasil tanaman yang tinggi.
Categories: application, computer stuff, industry, IT, technology, Teknologi Industri Pertanian, UGM
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura".
Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet, seorang Belgia, yang lalu diikuti oleh K. Schadt. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunan mencapai 5.123 ha. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS), Sumatera Utara dan di Rantau Panjang, Kuala Selangor, Malaya pada 1911-1912. Di Malaya, perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran, Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911.
Hingga menjelang pendudukan Jepang, Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Semenjak pendudukan Jepang, produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.[2]
Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruh-militer) yang tidak berhasil meningkatkan hasil, dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia).
Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan, dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif.
Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup, dengan ketinggian sekitar 12m, dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Afrika.
Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.
Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.
Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.
Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.
Buah terdiri dari tiga lapisan:
- Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
- Mesoskarp, serabut buah
- Endoskarp, cangkang pelindung inti
Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.
Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).
Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU - 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.
Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensis dan E. oleifera. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.
Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang, yang terdiri dari
- Dura,
- Pisifera, dan
- Tenera.
Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%.
Untuk pembibitan massal, sekarang digunakan teknik kultur jaringan.
Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]
Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.
Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.
Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 °C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.
Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
source : wikipedia...
Categories: industry, pertanian, Teknologi Industri Pertanian
ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap, merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.
Syarat terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan.

Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis.
Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan
ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis, membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise, menghasilkan informasi yang real-time, memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
• Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material
• Tahap II: Close-Loop MRP Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan
• Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II) Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan
• Tahap IV: Enterprise Resource Planning Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah
• Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih konflek dari ERP sebelumnya.
MODUL ERP
• Manufacturing
• Supply Chain Management
• Financials
• Projects
• Human Resources
• Customer Relationship Management
• Data warehouse
• Access Control
• Customization
KELEBIHAN ERP
• Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
• Rancangan Perekayasaan
• Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
• Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks
• Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan
• Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti
KELEMAHAN ERP (1)
• Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
• Sistem ERP sangat mahal
• Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
• ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
• Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
• Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan
Categories: ERP, industry, software, Teknologi Industri Pertanian


