Showing posts with label operating system. Show all posts
Showing posts with label operating system. Show all posts

Thursday, April 12, 2012

Ubuntu for Android

Saat sedang mengunjungi situs Ubuntu dengan niatan mencari kabar terbaru mengenai si 12.04 LTS, ternyata saya justru menemukan berita yang lebih menarik untuk saat ini. Yaitu mengenai project Ubuntu untuk dapat dijangkau lebih luas. Setelah Ubuntu TV yang di launching pada awal tahun 2012 ini, Ubuntu membuat suatu gebrakan dengan mendemokan OS Ubuntu yang disandingkan ( ingat "disandingkan" bukan menggantikan) dengan OS Mobile dengan perkembangan paling cepat saat ini (menguasai 50% pasar smartphone) yaitu Android.

Dan cara menyandingkan yang dilakukan Ubuntu juga menurut saya begitu "WOW!!". Disebutkan di berbagai artikel yang saya baca dan di keterangan di web Ubuntu juga, Ubuntu akan hadir di smartphone Android dalam bentuk integrasi yang istimewa. Saat dalam bentuk Smartphone akan menggunakan OS Android seperti biasa, tetapi apabila smartphone itu kemudian dihubungkan dengan docking ke laptop atau PC, maka akan muncul interface OS Ubuntu yang 100% terintegrasi dengan OS Android di dalam Smartphone. Jadi kita bisa menggunakan data bersama baik email, contact, multimedia dan sebagainya. Saat dalam mode desktop dalam OS Ubuntu melalui laptop atau PC, kita bisa berkirim SMS dan email seperti biasa, ada pilihan untuk menggunakan jaringan 3G atau 4G tergantung konektivitas smartphone kita, dan bahkan kita bisa tetap melakukan panggilan telepon melalui OS Ubuntu di PC kita. Yang lebih hebat lagi, disebutkan disitu apabila kita sedang dalam mode Desktop dan menulis email, kemudian terburu-buru mencabut smartphone dari docking sehingga kembali ke mode mobile menggunakan OS Android, maka kita akan dapat melanjutkan penulisan email kita tadi langsung di smartphone dalam OS Android. :D
Device yang digunakan sebagai contoh adalah Motorola Atrix, dan disebutkan perlu memiliki spesifikasi hardware yang cukup tinggi untuk sekarang, tetapi saya rasa untuk beberapa saat lagi spesifikasi ini akan menjadi spesifikasi standar, processor dual-core dengan clock 1Ghz, RAM 512mb dan support HDMI.
Tidak sabar menunggu perkembangan selanjutnya mengenai perkembangan integrasi ini, Open Source Desktop OS paling banyak digunakan yang bersanding dengan Open Source Mobile OS yang paling banyak digunakan pula. Strategi yang pintar dari Canonical dengan tidak berusaha menyaingi Android yang notabene berasal dari akar Linux juga, tetapi justru melengkapi kekuatan Android yang menunjukkan semakin luar biasanya pengembangan yang bisa dilakukan dari Open Source OS.

bahan bacaan :
http://mobile.slashdot.org/story/12/02/21/1744201/canonical-puts-ubuntu-on-android-smartphones
http://www.pcpro.co.uk/news/373024/canonical-puts-ubuntu-on-android-smartphones
http://www.zdnet.co.uk/news/mobile-it/2012/02/21/ubuntu-for-android-arrives-in-pictures-40095093/
http://www.extremetech.com/computing/119031-canonical-reveals-ubuntu-for-android
http://www.ubuntu.com/devices/android

Categories: , , , ,

Thursday, November 10, 2011

Ubuntu Online Tour

Kemarin-kemarin dapat info dari salah seorang teman saya, @shape_tea mengenai Ubuntu online tour. Sebenarnya biasa, web desktop lain juga sudah banyak, saya pertama kali mencoba web destop juga sekitar tahun 2005 atau 2006, setelah itu juga dengan mudah dapat membangun web desktop dengan framework javascript Extended JS. Yang istimewa adalah, web desktop dari Ubuntu Online Tour ini benar-benar menyerupai interface dari Desktop Ubuntu sendiri, saya yang sudah bertahun-tahun menggunakan Ubuntu dan juga sudah mencoba interface Unity sejak Ubuntu 11.04 yang lalu benar-benar kagum dengan tampilan Ubuntu Tour ini. Saya bisa bilang benar-benar-benar-benar mirip dan memiliki fungsionalitas sangat baik.
Cobalah di url ini.
Saat loading anda akan disambut dengan tampilan loading khas Ubuntu sejak 11.04, bila sudah selesai anda akan mendapat layar seperti pop-up Ubuntu asli yang menawarkan guided tour atau tour sendiri. Bila anda memilih Guided Tour maka akan dibawa ke tampilan slide pop-up. Anda akan ditunjukkan beberapa fasilitas yang ada di Ubuntu, beberapa bisa di-klik, dan beberapa akan menunjukkan pop-up yang mengingatkan bahwa ini cuma tour dan untuk mencoba keseluruhan fasilitas harus mendownloadnya. Mudah, ringkas, jelas dan sangat menjual bagi orang yang tidak tahu sama sekali tentang Ubuntu.
Bila anda memilih untuk tour sendiri anda dapat mencoba-coba semua menu di tampilan itu, cobalah tampilan fullscreen dengan browser anda (pencet f11), sekilas hampir tidak ada bedanya dengan desktop Ubuntu asli, hampir setiap menu bisa di klik, cobalah browsernya, sangat-sangat mirip, cobalah meminimize window, seperti di Unity, akan terminimize ke toolbar, bahkan tampilan search dari Dash akan benar-benar menampakkan hasil seperti di Desktop.
Good job buat Ubuntu, dengan tampilan baru yang memang sangat modern dan bagus, bahkan teman-teman saya yang tidak tahu sebelumnya langsung tertarik dengan kemudahan dan keindahan interfacenya. Tour yang yang sangat bagus dan memang perkembangan OS yang bagus dari Ubuntu. :)




Categories: , , , ,

Tuesday, November 1, 2011

Android 4.0 Ice Cream Sandwich

Wow!! Itu kata yang langsung keluar saat saya membaca berita launching Samsung Galaxy Nexus. Bukan HPnya, tapi OSnya. Galaxy Nexus sudah menggunakan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich, juga saat itu sekalian menjadi perkenalan resmi pertama dengan OS Android terbaru ini. Langsung mencari beberapa ulasan mengenai OS ini di berbagai situs dan semakin Wow!!
Sangat menjanjikan kalau saya bilang, mau sebagai OS handset maupun tablet. Perkembangan yang dilakukan para developer sangat baik dan tentu saja sangat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Banyak sekali sisi yang dibenahi dan sampai saat ini semua masih terlihat bagus, membuat Iphone 4S dengan SIRI (yang biarpun juga sangat menarik) jadi terlihat biasa saja, dan saya yakin akan segera dibuat software yang bahkan mungkin opensource yang bisa melampaui kemampuan SIRI (kalau kemampuan Iphone 4S atau iOS5 secara head to head menurut saya kalah dari Android).
Mau menggabungkan beberapa review dari beberapa situs terkemuka. Saya membaca dari situs kesayangan saya tentu saja LifeHacker, TechDigest. TechCrunch, TechRadar, AndroidTapp dan tentu saja situs resmi Android.

Paling enak sepertinya mengikuti panduan video resmi dari Android ya, dengan slogan
Simple, Beautiful, Beyond Smart

Mari kita list bersama apa saja hal baru yang ada di OS ini :
  • "Roboto," font baru Android
  • Live wallpapers yang semakin live
  • Desain lock-screen yang baru, dan disertai Face-Unlock, unlock layar dengan Facial Recognition
  • Bentuk tab Apps/widgets drawer sama seperti Honeycomb
  • Widget Homescreen bisa di resize
  • Lebih mudah membuat folder
  • Voice Control, voice input yang lebih baik
  • Tampilan multitasking seperti Honeycomb
  • Ada Favorite's Tray di bagian bawah Homescreen
  • Screen Capture didukung secara native (Power + Volume Down)
  • Notifikasi yang lebih baik , mengikuti cara di CyanogenMod, lebih custom
  • Perbaikan Minor pada keyboard dan spell check, juga perbaikan Dictionary beserta pengenalan heuristik untuk penanganan pengetikan yang lebih baik
  • Cut/copy/paste seperti Honeycomb tapi jg disertai animasi drag n drop
  • Browser yang lebih baik, peningkatan speed, bisa sampai 16 tab, beberapa feature seperti request desktop site, sync to chrome dan dukungan offline reading
  • Tampilan Aplikasi Gmail yang baru
  • Calendar yang baru dengan pinch-to-zoom, dan ada dukungan API akhirnya untuk menulis di Calendar
  • Mengupdate semua aplikasi Google : YouTube, Maps, Google+, Google Music
  • Ada mobile data usage di system control, memudahkan tracking dan bahkan memberi limit
  • Aplikasi camera yang super, dengan slider zoom, facial detection, zero shutter lag, panorama, 1080p video, continuous focus, zoom saat recording, Time Lapse dan tambahan banyak filter
  • Penambahan fasilitas pengeditan foto
  • Tile-based People App untuk contact
  • Virtual Button
  • Content sharing dengan Android-Beam (NFC)
  • Terasa mantap? berikut beberapa screenshot yang bisa saya dapat :
Android 4.0 ice cream sandwich
Android 4.0 ice cream sandwichandroid-4-ice-cream-sandwich-nfc-beamandroid-4-ice-cream-sandwich-screenshotandroid-4-ice-cream-sandwich-virtual-buttons
Android 4.0 ice cream sandwich
Android 4.0 ice cream sandwich
Android 4.0
Android 4.0 ice cream sandwich
Android 4.0 ice cream sandwich

Categories: , , , ,

Friday, September 16, 2011

Windows 8

I think Windows 8 will be interesting. :)
It has so many features new and the refurb of the old. For the first time I heard that the Developer Preview version is ready to download (download here), I'm not interesting at all. I think it will be another Windows 7 with Metro UI like WindowsPhone7. Yeah, it's good, but it's not gonna be impress me.
And then, I heard this story in LifeHacker, you can read here, it's about the new BSOD screen, and yeah this simple thing already impress me. It's simple but very interesting for me, and the look of BSOD screen now very friendly, without some crazy code about your error ( any of you ever mention, or then search about your BSOD error code? -- I do that, because I'm technician, but I think the other 98% of my friend never mentioned it, they just restart the Windows).


Windows 8 has stolen my focus this morning. I search about it news, but unfortunately I can download the Developer Preview, my Internet connection not enough to do that. That's okay, I'll wait till one of my friend download that :)
It has new system shortcut, you can switch easily between Metro UI and the Old interfaces, the browser said that it will have no Flash support, pure HTML5, and from video comparision about Win8 Tablet vs Ipad2, the UI look more more more interesting.
From WinRumors I found the 300+ list of features that will ne added to Windows8.
It will be more interesting from now to keep updated about this OS.

Categories: , , , ,

Monday, July 4, 2011

Otak-atik Ubuntu 11.04

Berawal dari setting VGA SiS itu, saya jadi terarik otak-atik si Ubuntu, sesuai dengan niatan juga untuk pindah framework pemrograman Eclipse saya ke Ubuntu, biar lebih terasa lagi opensourcenya.
Karena tujuan awal memindahkan si Eclipse, saya mulai dari download Eclipse. Pada akhirnya saya butuh paling tidak Eclipse ME untuk aplikasi J2ME saya dan Eclipse ADT untuk Android.
Seperti di Jendela, Eclipse ME juga perlu mendownload pluginnya dulu, saya download lewat interface Install New Software dari Eclipse. Setelah itu setting Wireless Toolkit dan sudah langsung jadi. Wireless Toolkit untuk Jendela dan Linux jelas beda, jadi saya harus download ulang. Dengan koneksi seadanya ini memang jadi agak susah, tapi akhirnya berhasil juga.
Untuk ADT, sudah ada step by stepnya di web Android Developer yang resmi. Tinggal download-download dan mengikuti saja. Lumayan juga waktunya untuk download karena semuanya harus online instalasinya, sementara koneksi saya sedang kurang bagus. Yang dapat diinstal offline adalah Android SDK dan ADT Pluginnya. Untuk Virtual Machine dan lain-lain harus dari web langsung.
Sebenarnya langkah ini membutuhkan waktu seharian, tapi yang jelas sebenarnya langkahnya mudah, tapi karena koneksi internet saya kurang bagus jadi terasa merepotkan.
Selain itu saya juga semakin tertarik mengutak-atik si Ubuntu setelah melihat tampilan interface Desktop barunya, Unity. Sangat menarik dan simple, karena saya tidak memiliki dukunga 3d jadi saya menginstall Unity yang 2D dan hasilnya cukup bagus. Saya rasa fungsionalitas interfacenya sangat bagus dengan learning curve yang tidak akan terlalu panjang karena bentuknya sangat user friendly dan OK.

Saya lanjut juga dengan membenahi fitur multimedianya. Pertama install Rhytmbox dan besok saya rencana install XMMS atau Songbird. Setelah itu juga menginstall VLC sebagai player Video utama. Dan tentu saja melengkapi codec multimedia yang diperlukan, semuanya dari Gstreamer dan hanya satu codec yang dari Fluendo(gratis,,,).
Pilih-pilih wallpaper, sebelumnya saya mau cari downloadan wallpaper sebenarnya, tapi ternyata yang default sudah cukup bagus dan saya pilih satu. Gambar kelam yang mengutamakan bokeh.
Cita-cita saya yang lain juga terwujud di Linux ini untuk punya software manajemen e-book yang bagus. Saya menggunakan Calibre. Simpel sekali instalasinya dan penggunaannya juga. Dengan cepat saya sudah memindahkan koleksi e-book saya yang banyak itu ke Library Calibre. Di data otomatis dengan scan folder, sayangnya tag dari buku-buku saya kurang bagus (maklum bajakan dari piratesbay). Saya terpaksa melengkapi satu persatu. Dan ini ternyata justru semakin menunjukkan kehebatan si Calibre, dengan penyesuaian Judul dan Author bisa segera didapat info lengkap tentang buku itu bahkan short reviewnya yang diambil dari GoogleBooks atau isbndb.com. Langsung bisa lengkap semua metadatanya dan bahkan covernya bila ada.
Ada lagi mengenai setting harddisk agar di-mount otomatis saat Ubuntu startup. Dengan software Pysdm, pengaturannya sangat mudah dan saya langsung bisa melakukannya tanpa melalui terminal sama sekali.
Yang istimewa lagi dari Ubuntu 11.04 ini adalah fitur social medianya yang lengkap. Gwibber dan Empathy sangat-sangat memudahkan saya konek ke Facebook, Twitter, YM ataupun Gtalk. Semuanya dengan interface sangat menyenangkan dan simpel khas Ubuntu.
Besok kalau ada waktu rencana mau desktop modding juga sepertinya. Mari kita lihat seniat apa saya besok.

Categories: , , , , , , , , , , , , ,

Monday, May 16, 2011

My Gadget List

Mau update koleksi gadget ahh.

Sekarang saya memakai beberapa gadget : Laptop Axioo Neon Series (ga tau seri-nya), modem SMART moding PCMCIA to USB, Harddisk external Hitachi 320GB, Blackberry Curve 8310, Dopod 818pro, dan Canon Eos 350D.
Saya bahas satu-satu ya.





Laptop Axioo Neon saya spesifikasinya standar : Processor Intel Core2Dua T6500 @2,1 GHz, 2 Gb DDR2 RAM, 250 Gb HDD, VGA Sis Mirage 3. Saat ini terinstall dual booting Windows XP SP3 dengan moding SevenMizer dan Ubuntu 11.04 clean install, belum ada mod apa-apa, karena baru upgrade dari 10.10. Keduanya berbagi partisi dengan tidak adil. Ubuntu saya kasih 30Gb untuk semua sistemnya dan si XP dapet sisanya. Dengan pertimbangan si Ubuntu dapat dengan mudah mengakses area si XP sementara si XP ga bisa mengakses si Ubuntu. Jadi keseluruhan ada 3 partisi : satu instalasi Ubuntu, satu instalasi XP dan satu untuk drive data-data. Software-software di windows juga standar. Untuk tambahan moding tampilan saya menggunakan RainMeter versi 2 dengan skin utama ABP, tampilan simple minimalist dan berusaha fungsional menggunakan berbagai fasilitas RainMeter untuk menjangkau keseluruhan fungsi Windows dari Desktop saja. Software lain seperti komputer-komputer terdahulu saya ada game-game wajib kesayangan DotA,CS, NFS, GTA, HackerEvolution dan sekarang bertambah AngryBirds, untuk software programming juga bertambah karena sekarang sedang belajar RubyonRails saya install Rails juga selain XAMPP, Mp3 player setia menggunakan ITunes, Aplikasi desain ada Google SketchUp, AutoCAD 2002 (kuno bgt!!), Corel Draw X3, Photoshop CS3 dan Flash CS5, Browser yang saya gunakan sekarang Google Chrome, pemutar Video paling sering saya gunakan GOM, Media Player Classic dan VLC sebagai cadangan. Aplikasi lain untuk pemodelan sistem saya gunakan Rockwell Arena dan PowerSIM. Yang lain-lain semacam Skype, YM, GoogleTalk, Picasa, Lightroom, IDM, SMADAV. Performa lumayanlah, yang jelas untuk kerja lama-lam cukup tahan, saya juga cukup kaget, padahal merk nya Axioo tapi durability nya OK.
Untuk koneksi internet saya menggunakan SMART EVDO. Dulu saya pakai paket yang bulanan 75rb, itu sudah cukuplah buat ngenet2 dan download yang ringan-ringan, tapi sejak tarifnya berubah per 1 mei kemarin saya pakai paket harian kalau perlu saja (!miskin!), dengan kecepatan lebih lambat lagi. Modemnya saya beli di Kaskus, hasil modif dari modem PCMCIA ke USB, untuk ketahanan penggunaan sangat OK, sinyal bagus, tidak cepat panas, stabil juga, tapi dia agak ringkih, pernah ngadat beberapa hari karena saya bawa di tas dan sepertinya terbentur-bentur, jadi error habis itu, tapi dengan "treatment" istimewa bisa bener lagi kok.
Selanjutnya Harddisk external kesayangan Hitachi 320Gb, setia menampung koleksi Film Korea saya yang semakin bertambah. Ni harddisk saya bilang agak ringkih dan manja, belum juga setahun usianya dan mengeluarkan bunyi-bunyian aneh dan juga sangat peka terhadap kemiringan, kalau ditempatkan di posisi yang agak miring kadang-kadang jadi error tidak mau beroperasi. tapi tidak pernah fatal sih kesalahannya, masih sangat berguna di segala situasi dan kondisi.
Lanjut dengan 2 HP setia saya Blackberry 8310 dan Dopod 818pro. Dua-duanya kuno banget ya? tapi masih sangat fungsional kok. Blackberry nya jelas khusus untuk BBMan saja dan kirim SMS massal tiap pagi karena saya membuat grouping nya disini dan BB cukup Ok dalam kirim sms massal gini, jarang errornya kok dibanding WinMo saya dulu. Secara fasilitas lain, hampir ga pernah saya pakai si BB, cuma diganti pakai themes kaskus, tambah software Alkitab, sudah. Sementara si Dopod sedang menunggu waktu pelimpahan ke saudara saya. Fungsi masih sangat-sangat OK, touchscreen nya masih enak juga, saya selalu bawa-bawa kalo sedang jalan kemana-mana. Sudah ada peta busway dan jalur KRL jadi sangat memudahkan info apa2. Juga game-game lama kesayangan masih lengkap disini, sangat menghibur buat di jalan. Dan buat baca ebook juga masih sangat OK. Bener-bener fungsional dah.
Yang terakhir gadget terbaru saya, biarpun belinya second juga (barang2 di atas beli 2nd semua, bahkan HD external..ha3). Canon EOS 350 D. Kamera lama, saya dapet dari Kaskus dengan harga lumayan murah, jadinya langsung bisa belu lensa tambahan dah, jadi sekarang punya kit 18-55 sama fix lens 50 mm yang 1,8. Semuanya fungsional biar ada error2 dikit lah, tapi masih bisa digunakan dengan baik dan hasilnya memuaskan sampai saat ini.

Itu teman-teman setia saya sekarang, yang masuk wishlist habis ini : lensa 75-300mm, Ipod Touch 4Gen 8Gb atau Galaxy Mini. Wishlist lama yang belum kesampean ya jelas si Galaxy Tab fullpack..hahahaha

But most of all.. Thanks GOD for letting me have this very functional gadget, ga ada waste nya..hehehe

Categories: , , , , , , , , , , ,

Saturday, April 9, 2011

Error Waktu Install Office

Sudah sekitar 4 tahun saya jadi Linux User. Keahlian sih gitu-gitu saja. Tapi lumayanlah untuk troubleshoting dan dalam penggunaan sehari-hari, bahkan yang lebih advance juga dah lumayanlah. Berkat pengalaman sekian lama mangkal di Lab Ansis tersayang, kalo ada error pasti saya yang dipanggil-panggil. he3.
Tapi sampai sekarang saya belum benar-benar bisa lepas dari sistem operasi Jendela (baca : Windows). Mau gimana juga saya masih butuh untuk beberapa software spesifik. Misalnya Flash yang belum ada gantinya di Linux (ada f4l sih, tapi masih jauh lah sama Flash CS5) dan juga yang terutama game. Game nomor satu saya DotA cukup susah berjalan di Linux, mungkin nantinya ada yang bisa ya, tapi untuk sekarang saya cari-cari belum ada kabar DotA bisa dimainkan di Linux. Juga game-game lain yang kebanyakan memang berjalan di platform OS Jendela. Dan ditambah lagi sekarang VGA saya di Linux cuma mendukung 2D, jadi ya pasti meskipun ada settingan Wine untuk DotA, saya bakal belum bisa memainkannya sebelum ganti laptop. (hiks3).
Tapi untuk beberapa hal saya sudah bisa berpindah secara maksimal. Salah satu kepindahan yang saya banggakan adalah mengenai pengerjaan file Skripsi saya. Semuanya full saya kerjakan di OpenOffice dan dengan bangga selalu saya bagikan betapa menyenangkan dan mudahnya settingan menulis di OpenOffice yang justru dapat membuat file Skripsi saya lebih OK.
Jadi apa hubungannya dengan judul post saya ini ya?
Jadi begini ceritanya, kantor saya sekarang tentunya masih menggunakan OS Jendela dan Officenya menggunakan Microsoft Office 2007. Kemarin saya membawa file kerjaan saya berekstensi xlsx, yang sebenarnya sudah didukung oleh OpenOffice. Tetapi yang terjadi saat saya membuka file saya itu banyak muncul pesan error. Keliatannya memang karena banyak memakai fungsi, lookup beberapa sheet dan terutama menggunakan grafik yang realtime dengan tabel.
Terpaksalah karena itu saya mencoba meginstall Microsoft Office. Saya punya dua versi di harddisk eksternal saya, yang 2007 dan 2010. Saat saya mencoba install versi 2007, munculah pesan error dan instalasi berhenti, kira-kira pesannya mengatakan bahwa OS Jendela tidak bisa mengupdate beberapa file yang dibutuhkan. Aneh sekali saya pikir, ini program asli dari pembuatnya kok bisa ada kekurangan kompatibilitas seperti ini, Ya sudah saya coba lagi install sekarang yang veri 2010. Jeng3!!! Gagal lagi ternyata, dan dengan pesan error yang sama.
Benar-benar OS yang aneh saya pikir (gaye, padahal juga belum bisa bikin OS dewe *_*). Saya mulai ngenet lah, googling cari solusinya. Ternyata yang mengalami masalah ini cukup banyak. Dan dari suatu forum diskusi akhirnya ketemu juga jawabannya.
Jadi instalasi Office 2007 dan 2010 perlu mengupdate suatu file yang lokasinya di System32\drivers\bla3 yang namanya pfault.dll atau p4ault.dll (untuk professional). Jadi untuk menyelesaikannya tinggal mencari file itu dari CD instalasai OS Jendela dan mengcopynya atau bisa juga langsung copy dari komputer lain yang ada file tersebut.
Masalah selesai, instalasi lancar, dan Office 2007 bisa segera saya gunakan untuk bekerja. Dan seperti pernyataan awal saya tadi, yang ternyata juga banyak didukung orang di formu diskusi, betapa aneh program bawaan OSnya memiliki kurang kompatibilitas.hmmmmm

*update : setelah saya selidiki, error ini muncul pada pengguna OS Jendela yang mengedit instalasinya menggunakan nlite, jangan-jangan nlite yang bikin file dll itu hilang dari tempatnya ya? belum saya selidiki lagi.

Categories: , , , , , ,

Wednesday, April 6, 2011

Akhirnya Ubuntu lagi

Dari kemarin saya cukup direpotkan dengan tukeran laptop sama kakak. Kakak pakai Acer saya dan saya ganti pakai Axioo. Sebenarnya secara kualitas ya jelas bagusan si Acer biarpun seri lama Acer Aspire 5050 tapi ketahanan dan performa sebenarnya lebih OK si Acer, dan karena itulah mending laptop itu dipakai kakak saya saja, resiko rusak karena pemaikaiannya jauh lebih kecil dibanding si Axioo yang biarpun secara spesifikasi lebih tinggi, tapi ketahanan dan performanya agak 'mlempem'.
Untuk menyukseskan proses tukeran ini saya juga jadi harus repot, pertama install ulang si Axioo, OS XP awalnya cukup hancur karena perawatan kurang Ok, saya install ulang dengan susah payah lewat USB karena DVD-rom nya sudah kurang bagus, dan tentu saja karena saya cukup custom user, instalasi software pendukung cukup banyak dan repot. Selanjutnya saya masih harus install ulang si Acer juga, karena selama ini sudah mapan dengan konfigurasi dual-boot XP SP2 dan Ubuntu 10.10. Software dan settingannya juga tampaknya kurang sesuai dengan kebutuhan kakak saya, untunglah proses install si Acer tidak repot dan softwarenya standar saja, bahkan saya jadinya masukin OS Windows 7 yang ultimate sekalian.
Masalah muncul setelah proses tukeran itu, sebelumnya saya memakai modem Smart pinjeman dari teman saya untuk berinternet, dan itu berjalan lancar. Karena modemnya akan dipakai lagi teman saya, saya putuskan untuk membeli modem hasil modifikasi di Kaskus, dari modem PCMCIA yang dirubah menjadi USB dengan nomor inject Smart juga. Awalnya saat memakai si Acer, segala sesuatunya lancar, internet di Windows lancar dan di Ubuntu lebih lancar lagi. Tapi semenjak pake Axioo dengan instalan XP SP3 downloadan dari Indowebster, saya jadi kesulitan untuk berinternet. Sewaktu-waktu koneksinya putus dan kadang menjadi sangat lambat kecepatannya. Saya  menduga karena ada kesalahan di OSnya saja, tapi untuk install lagi saya malas karena kerjaan di kantor juga sedang cukup banyak.
Akhirnya saya putuskan mencoba install Linux Ubuntu lagi saja. Karena DVD-room agak error, lagi-lagi saya buat dulu instalan dari USB, tapi ternyata dengan anehnya cara ini tidak berhasil, proses berhenti di booting USB, tanpa pesan error dan keterangan apapun. Saya putar otak atur strategi lagi, saya coba install lewat Wubi, jadi instalan Ubuntu akan didalam Drive Windows dan cara ini berhasil dengan smooth tanpa konfigurasi berarti, Ubuntu 10.10 terinstall di laptop saya.
Masalah selanjutnya langsung muncul ternyata. Resolusi yang saya dapat hanya 800x600 pixel. Parah banget, ini karena VGA si Axioo yang mereknya SiS tidak dikenali Ubuntu, Untungnya setelah googling sesaat saya menemukan beberapa alternatif penyelesaian. Beberap repot sekali dan setelah proses trial and error beberapa kali, saya akhirnya berhasil merubah resolusi ke 1280x800 75hz. Saya sudah cukup puas sementara ini biarpun tidak bisa memakai visual style apapun, cuma mendukung 2D dan repot.
Kembali ke masalah utama, koneksi internet di Ubuntu yang baru saya install terbukti stabil, tanpa masalah dan sinyalnya justru mendekati 90% terus. Mangstabb!!!

Categories: , , , , , ,

Tuesday, March 23, 2010

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx Beta

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx BetaAll platforms: You want change? Ubuntu 10.04, the next long-term release of the free operating system, is full of change. Window buttons are on the left, default apps are replaced, the theme is new, and many more upgrades are worth exploring.

One of the first things any user will notice in the pic above, whether new to Ubuntu or a veteran Linux user, is the button layout. Ubuntu 10.04, also known as "Lucid Lynx," has opted for a left-side, Mac-style lineup of maximize/restore, minimize, and close buttons, but switched around the order, so that the close/kill button is the right-most button on a left-hand button panel. That is certainly new, and will take some getting used to. An alpha-testing friend of mine said it took "a few hours" over one or two days to start using the buttons without thinking too much about it, but he still occasionally catches himself mousing toward the wrong side of a window. Time will tell whether this was a smart long-term move for Ubuntu.

There's also a new purple/dark gray theme that's seen the usual "It's elegant"/"It's awful" debate around the net. I haven't used the beta enough to render a real verdict, but it was definitely time to try something new.

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx BetaAs predicted, Ubuntu 10.04 will have a built-in music store that ties together with the free 2 GB of Ubuntu One cloud storage given to each user. Ubuntu One's music store is built into the Rhythmbox music player, and once you try to access it, Ubuntu will install the proper MP3 codecs so you can, you know, play MP3s. Alas, I didn't get very far with my own installation, but it does look like a nice alternative to buying songs manually through Amazon and processing them through Rhythmbox.

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx BetaUbuntu One itself is integrated into the operating system, and logs in automatically when you sign into your account, after first setting up your credentials. The Ubuntu One folder that automatically syncs whatever you drop in it, just like Dropbox, is stashed in your home folder; why the left-hand location links don't include Ubuntu One by default, I don't know. From your user panel (detailed further down), you can set preferences for how much bandwidth Ubuntu One can use, and control which computers your Ubuntu One account syncs to.

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx BetaUbuntu is moving, with each release, toward a more social, net-connected experience built more tightly into the operating system. Clicking on your user name icon in the upper-right corner brings down a user panel that can set your chat status through the Empathy chat client, which connects to Google Talk, AIM, Yahoo Messenger, ICQ, and many other protocols. You can also set up "Broadcast" preferences to send out messages through Twitter, Facebook, and other short messaging/social network services. And Ubuntu One preferences are controlled through this panel as well.

First Look at Ubuntu 10.04 Lucid Lynx BetaI've called Simple Scan a big step forward for Ubuntu, as it takes something that previously involved four windows and hundreds of micro-controls and pared it down to what most people need: a "Scan" button, a rotate-and-crop tool, and a choice of just a few DPI resolution levels. Simple Scan is a default application in Ubuntu 10.04, along with the PiTiVi video editor, which I haven't had a chance to try out in much depth (I've found OpenShot to be remarkably usable of late).

There's a quick tour through what's new and changed in Ubuntu 10.04, but it's certainly not everything. Ubuntu 10.04 Beta 1 is a free download that can be used as a live CD or installation disc on most hardware.

If you give Ubuntu 10.04 a go as a live CD, virtual machine, or on your hard drive, tell us what's new and exciting, and what's just goofy, in the comments. If you're an Ubuntu user who doesn't want the fuss of setting up a test run, consider using TestDrive for a super-simple VirtualBox try-out.

Categories: , , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑