Friday, September 17, 2010

Istilah Dunia Marketing

Istilah dalam Dunia Marketing

Sejumlah mahasiswa bertanya pada dosennya tentang arti dari beberapa istilah dalam dunia marketing. Agar lebih mudah dipahami ia menjelaskannya dengan sejumlah analogi:

1. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Direct Marketing.

2. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Salah satu temanmu menghampirinya. Sambil menunjuk ke arah kamu, temanmu itu berkata, “Dia orang kaya, nikah sama dia, ya!” Itu namanya Advertising.

3. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, lalu minta nomor HP. Esok harinya kamu telepon dia dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Telemarketing.

4. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu merapikan diri, lalu menuangkan minuman buat dia, dan membukakan pintu buat dia. Sambil mengantarnya pulang, kamu bilang, “By the way, saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Public Relations.
5. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Dia menghampiri kamu dan berkata, “Kamu orang kaya, kan? Nikah sama saya, yuk!' Itu namanya Brand Recognition.

6. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!”, tapi dia malah menampar kamu. Itu namanya Customer Feedback.

7. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!”, terus dia memperkenalkan kamu ke suaminya. Itu namanya Demand and Supply Gap.

8. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang apa-apa, ada pria lain datang dan
langsung berkata, “Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!' Lalu sang gadis pergi dengan pria tersebut. Itu namanya Losing Market Share.

9. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang, “Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!'.... tiba-tiba istri kamu nongol! Itu namanya Barrier to New Market Entry.

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2907501

Categories: , ,

Tuesday, April 20, 2010

Sepeda Hijau


Beberapa hari terakhir ini saya dan beberapa teman2 sedang rajin "berolahraga", masing2 memiliki tujuan tersendiri tapi tentu terutama supaya bisa lebih terjaga stamina dan kesehatannya (tujuan lain jelas diet,,hehe,...). Karena kami semua sama2 tidak memiliki sepeda di Jogja ini (anak kos) kami berencana meminjam sepeda hijau milik UGM yang bisa dipinjam secara gratis dengan menitipkan KTM.
Beberapa minggu sebelumnya saya sudah pernah berencana juga berolahraga dengan bersepeda, dan rencananya akan meminjam sepeda hijau di fakultas kami Teknologi Pertanian. Saat itu dengan penuh semangat kami datang jam 5 pagi (mantep tho???hehe) ke kampus dan dengan yakinnya langsung ngomong ke pak satpam kalau kami mau minjem sepeda, tapi ternyata jawaban pak satpam sungguh terlalu, ternyata sepeda hijau yang ada di fakultas kami tinggal 1 buah dan itu juga ban belakangnya kempes sehingga tidak bisa digunakan, kami jadi tidak bisa bersepeda dan mengganti olahraga dengan berjalan2 saja di seputaran UGM.
Karena itu pada kesempatan kali ini kami sudah memiliki persiapan lebih, kami mau meminjam ke gedung pusat atau kantor SKK. Soaknya setelah survei pendahuluan didapat disana tersedia cukup banyak sepeda hijau yang masih bisa dioperasikan. Karena kantor SKK lebih dekat kami langsung menuju ke sana dan bertanya pada mas2 SKK untuk meminjam sepeda, tapi ternyata sepeda hijau yang ada di kantor SKK tidak dipinjamkan atau dipergunakan oleh umum karena digunakan sebagai alat transportasi saat anggota SKK berpatroli, kami lalu bertanya dimana bisa pinjam sepeda hijau, ternyata bahkan di gedung pusat UGM bila hari sabtu dan minggu tidak ada peminjaman sepeda hijau itu, padahal kesempatan kami berolahraga tentu saja pada hari libur, bukan hari kuliah. Ini merupakan kegagalan kedua kami untuk bersepeda kami menggantinya lagi menjadi berjalan-jalan ke daerah Masjid Kampus UGM sekalian untuk mencari lokasi PUSTRAL, menurut info yang kami dapat daro teman kami di PUSTRAL ini kami bisa meminjam sepeda hijau dan jumlahnya pun cukup banyak. Setelah berputar-putar kami pun menemukan kantor PUSTRAL(Pusat Studi Transportasi dan Logistik) tetapi sayangnya kantor ini pun pada hari sabtu dan minggu tutup sehingga penyewaan sepeda hijau juga tidak tersedia. Tapi kami melihat bahwa terdapat cukup banyak sepeda hijau yang masih bisa dioperasikan.

Kemudian kami membuat rencana baru untuk olahraga bersepeda di hari aktif, pada sore hari dan akhirnya pada hari Senin kami putuskan untuk mencoba dan datang langsung ke kantor PUSTRAL. Stelah bertanya-tanya kami lagi2 mendapatkan jawaban yang mengecewakan, sepeda yang ada di situ dibilang kadang2 rusak sehingga untuk sementara tidak dipinjamkan.
Kami benar2 kecewa kali ini, bahkan di kantor yang memilki nama PUSTRAL ini sepeda hijau yang ada tidak terawat dengan baik. Memang ini merupakan proyek gratis, sepedea hijau yang beredar kebanyakan merupakan sumbangan dari PT Wismilak, tapi bukan berarti dengan itu selesai, ternyata pihak UGM sangat kurang memikirkan mengenai perawatan sepeda hijau yang ada. Saya sungguh bingung, p[adahal beberapa tahun lalu sangat gencar dipromosikan penggunaan sepeda di lingkungan kampus UGm, tapi nyatanya fasilitas pendukungnya masih sangat tidak memadai.

Ini terjadi, kata Drs. Hendrie Adjie Kuswara, MSc., Peneliti dari Pusat Studi Pariwisata UGM, karena sulit meyakinkan warga UGM bahwa bersepeda di kampus merupakan pilihan cerdas. Sulit meyakinkan mereka bahwa bersepeda di kampus UGM merupakan pilihan tepat bagi orang yang ingin sehat, mengurangi kepadatan lalu lintas, pencemaran udara dan memelihara lingkungan dari kerusakan.“Sayang, sepeda hanya dipandang sebagai alat transportasi milik orang-orang berkemampuan ekonomi pas-pasan. Sebetulnya, Wong pake pit ki ora mung wong sing sekeng. Teman-teman itu, ada yang beli sepeda, harganya sama dengan beli motor. Sehingga tidak tepat lagi jika mengatakan sepeda itu hanya bagi orang miskin. Sepeda juga bagi orang berduit, cerdas, tidak ingin menciptakan kerusakan lingkungan lebih parah,” ujar Bung Adjie.

Meski begitu, sepeda hijau UGM tidak patah semangat. Secara terus menerus mensosialisasikan pemakaian sepeda, baik di UGM maupun di luar. Bahkan belum lama telah terbentuk komunitas sepeda hijau, terdiri dari UGM, UNY, Universitas Atmajaya, UII dan Universitas Sanata Dharma, sekaligus mendeklarasikan Jogja Gembira Bersepeda – Jogja Kembali Bersepeda.

Tulisan di atas saya ambil dari website UGM, artikel bulan Juli tahun 2009 (link). Saat itu sangat terlihat bahwa ini merupakan proyek yang cukup diseriusi atau dibanggakan UGM, tapi tidak sampai 1 tahun sesudahnya proyek ini sudah menjadi tidak jelas. Bila dibaca dalam artikel tersebut lebih lanjut ternyata perawatan sepeda hijau sudah dipikirkan dengan baik, tapi emlihat hasil yang ada sekarang saya rasa rencana perawatan itu bisa dibilang gagal. Seperti juga yang dilihat pada artikel ini (link), UGM sangat mendukung program sepeda hijau di kampus.
Kemudian saya juga mencari artikel2 lain yang berhubungan dengan sepeda hijau dan mendapati juga unek2 dari blogger lain. Sedikit diantaranya ada disini (link) dan disini (link).

Terkait respon yang diberikan kalangan civitas akademika UGM, Hendri Adjie Kuswara berkata, ”Dari tahun ke tahun jumlah pemakai sepeda hijau cenderung stagnan. Orang-orangnya pun hanya itu-itu saja. Kebanyakan yang memakai adalah SKK saja” Hal ini menunjukkan bahwa penduduk UGM tidak seluruhnya sadar tentang lingkungan UGM yang asri, bersih dan bebas polusi. Padahal, dengan menggunakan sepeda merupakan pilihan tepat bagi orang yang ingin sehat, mengurangi kepadatan lalu lintas, pencemaran udara dan memelihara lingkungan dari kerusakan.

Untuk FEB sendiri, intensitas peminjaman sepeda hijau sangat memprihatinkan. Seorang petugas SKK di pos SKK FEB berkata, ”Untuk bulan Maret 2008 hanya ada 26 peminjaman oleh mahasiswa dan dosen. Itupun tidak tiap hari ada dan orang-orang yang pinjam yang itu-itu saja. Bulan-bulan sebelumnya malah ada yang di bawah 20 peminjaman”. Sedikit kritik diungkapkan bahwa mayoritas warga FEB kurang peduli pada usaha mencegah Global Warming di kampus tersebut walaupun dimulai dari hal paling sederhana pun.

Program UGM hijau yang digembor-gemborkan universitas selama ini tidaklah tercapai sasaran. Keputusan rektorat menutup jalan di kawasan gedung pusat dari kendaraan bermotor tidak berdampak besar pada peningkatan intensitas penggunaan sepeda hijau karena lebih memilih berjalan kaki yang jaraknya dekat. ”Mungkin sepeda hijau akan sangat diperlukan jika seluruh kawasan UGM ditutup dari akses kendaraan bermotor. Tapi masih lama dan itu tidak mudah” kata Wahyuntoro.

”Sebelum kebijakan itu dilaksanakan, haruslah ada penambahan jumlah sepeda hijau. Idealnya proporsi sepeda hijau dengan warga UGM adalah 1 : 10. Jadi minmal disediakan 6000 unit sepeda hijau” tambahnya. Upaya menambah sepeda terus digencarkan. KSH kini sedang mengajukan ke rektorat agar sepeda hijau ditambah dan upaya ini sudah mendapat lampu hijau. Namun, realisasinya belum tahu kapan pastinya.

Saya rasa juga program sepeda hijau ini belum terlaksana dengan baik dilihat dari sisi ketersediaannya bagi civitas akademika UGM. Padahal banyak juga sebenarnya manfaat yang bisa didapat, baik bagi orang2 seperti saya yang bertujuan berolahraga sederhana dan sehat, juga bagi orang2 yang benar2 membutuhkan transportasi yang mudah dan efisien di lingkungan kampus UGM.

Categories: , ,

Tuesday, March 23, 2010

Metode Mengajar ala Kristus

Charles Nichols memberikan ringkasan kategori metode mengajar yang digunakan oleh Yesus Kristus.



METODE VISUAL

1. Demonstrasi (menunjukkan) -- baik itu membersihkan gereja, maupun membasuh kaki, Kristus mengajarkan hal ini dengan menunjukkan bagaimana caranya.
2. Objek pelajaran -- seorang anak atau sebatang pohon yang layu dapat digunakan untuk menyampaikan kebenaran.
3. Menulis di pasir -- meskipun apa yang ditulis-Nya tidak disimpan, tetapi memberikan dampak pada mereka yang hadir pada saat itu.
4. Contoh -- banyak yang bertanya tentang doa dan kasih karena Ia memberikan perumpamaan tentang kedua hal ini.

METODE VERBAL

1. Pernyataan -- Ia menggunakan berbagai pernyataan, baik pernyataan yang langsung, provokatif, memperingatkan, membandingkan, mendorong, maupun menyimpulkan.
2. Pertanyaan -- Ia juga menggunakan berbagai cara, seperti retorik, pertanyaan perbandingan, permintaan, dan pertanyaan secara langsung.
3. Peribahasa (amsal) dan retorik -- "kata-kata bijak" ini sering digunakan, baik untuk memulai suatu pelajaran, maupun untuk memengaruhi.
4. Kutipan -- Ia tahu dan menggunakan Perjanjian Lama dengan baik, karena Perjanjian Lama adalah kitab yang tidak asing bagi pengikut-Nya.
5. Perumpamaan -- dengan menggunakan gembala ataupun bangsawan, kisah-kisah tentang keduanya merupakan bagian utama dari ajaran-Nya.
6. Memperdebatkan suatu hal dari yang kecil sampai yang besar tampaknya merupakan cara yang biasa dipakai Yesus untuk menantang seseorang agar berpikir.
7. Ilustrasi -- dari burung sampai bunga, dari peristiwa yang baru terjadi atau pun sejarah, Dia menggunakan benda ataupun peristiwa untuk menyampaikan kebenaran-Nya.
8. Hiperbola -- Yesus ahli dalam menyatakan sebuah konsep saat situasinya tepat, misalnya saat berurusan dengan pemuka-pemuka agama.
9. Metafora/simile -- Yesus dapat dengan mudah membuat perbandingan antara suatu objek dengan ajaran kebenaran yang ingin Dia tanamkan pada murid-murid-Nya.
10. Paradoks/ironi -- Yesus menggunakan ide-ide yang tampaknya bertentangan, kadang yang bersifat humor, dan kadang yang menuntut untuk berpikir.
11. Permintaan -- Dia tidak ragu meminta sesuatu pada murid-murid-Nya.
12. Diam -- Dia menggunakan metode mengajar yang populer ini untuk mengindoktrinasikan sebuah ajaran.

METODE SAAT BERSAMA DENGAN MURID-MURID

1. Memberi pertanyaan -- Dia selalu membuka percakapan dengan murid-murid-Nya, bahkan kepada mereka yang mencoba melontarkan pertanyaan-pertanyaan menjebak.
2. Membuat pernyataan -- Ia mendorong murid-murid-Nya untuk berinteraksi dengan-Nya, meskipun Dia tidak pernah ragu-ragu untuk meralat pernyataan yang tidak tepat.
3. Memaksa berpikir -- Yesus tidak ingin murid-murid-Nya hanya mendengarkan saja, tetapi Ia memaksa mereka untuk berpikir.
4. Memaksa untuk terlibat -- Ia juga tidak ingin murid-murid-Nya hanya mendengarkan saja dan tidak melakukan apa-apa, Ia ingin murid-murid-Nya melakukan suatu tindakan.
5. Memaksa para murid untuk menghadapi masalah yang sebenarnya -- Yesus berurusan dengan kenyataan, jadi Dia menempatkan para murid dalam situasi yang nyata. Dia mengizinkan faktor internal bekerja.
6. Menguji -- Ujian-ujian-Nya praktis, baik di darat maupun laut.

bisa diteladani cara mengajarnya..
ane cuma mw bilang, siapaun Beliau, tetep telah menginspirasi banyak manusia di dunia dengan ajaran cinta kasihnya selama berabad2.

dicopypaste semenamena dari kaskus:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3638015

Categories: ,

Songbird 1.0 Release Official, Fixes Bugs, Plays iTunes Purchases

Windows/Mac/Linux: The long-awaited cross-platform media player Songbird officially reaches its 1.0 release today. The open-source application—built on the same platform as Firefox—promises to bring exciting new innovations to a software jukebox market that has become arguably quite stale. Like Firefox, Songbird is extensible, meaning that users can customize the look, feel, and features of Songbird to their heart's content. We took you on a screenshot tour of Songbird last month, and from a feature standpoint, not much has changed. From a functionality standpoint, Songbird has gotten much, much better.

The first release candidate had a lot to be excited about, but unfortunately it was rife with errors in my tests. The official 1.0 release fixes most if not all of the bugs I came across in my initial review, which is very promising. The footprint is still a little unwieldy, weighing in at just over 100MB of RAM on the Windows PC I tested it on.

The default installation also suggests installing a new add-on (new in the sense that it wasn't suggested in the release candidate I tested) called QuickTime Playback that supports playing back music you've purchased from the iTunes Music Store—a killer feature that, in conjunction with the iPod sync add-on, would allow even the hardcore iTunes user to switch.

If you want a closer look at what you can do with Songbird and what sets it apart from your stock media player, check out our previous screenshot tour and Songbird's demo screencasts. Whether you're a regular Songbird user or you're trying it out for the first time today, share your Songbird experience in the comments.

Categories: , , ,

A Sneak Preview Of Dropbox’s Upcoming Android App

Good news, Android users: Dropbox, the widely acclaimed (and super-useful) file syncing service, is going to be releasing an application for Android devices very soon. Today, they’re giving us a taste of what to expect when the app lands some time in the next couple months, and it looks like it will be worth the wait.

The new Android App will allow users to view their files from their phones, and will support multimedia content like music and movies (you can elect to store your key documents locally on your phone if you want). As with the desktop version of the app, if you edit a file, it will automatically sync up with your account. You can upload new files to your account and share links to them with your friends (the app will also be integrated into Android’s systemwide ‘Share Via’ menu, so you can immediately upload a photo or video you shoot to Dropbox). In short, this is exactly what Android-toting Dropbox users have been waiting for.

Dropbox has been available on the desktop and web since it launched at TechCrunch50 2008, and it released an iPhone application in September 2009. Other smartphone users have been able to access their accounts through a mobile web app, but it doesn’t offer nearly the flexibility that the native app will. According to an email the company sent out last month, a native BlackBerry app is on the way as well.

For those of you that haven’t tried Dropbox, it’s a service that makes it remarkably easy to share files between multiple computers (it means you don’t have to keep emailing files between your home and work computers, or rely on a clunky USB stick). It’s also great for collaboration — we’ve been using it around the TechCrunch office to share files for years now.

source:http://techcrunch.com/2010/03/22/dropbox-android-app/

Categories: , , ,

Copyright © Johannes Dwi Cahyo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑